Damkar Bantul Selamatkan Kucing Terjebak Kap Mobil dengan Semprotan Air

Bantul, 25 Juli 2026 – Sebuah operasi penyelamatan unik dilakukan oleh personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bantul pada Jumat pagi. Seekor kucing berbulu oranye dilaporkan terjebak ...

Damkar Bantul Selamatkan Kucing Terjebak Kap Mobil dengan Semprotan Air

Bantul, 25 Juli 2026 – Sebuah operasi penyelamatan unik dilakukan oleh personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bantul pada Jumat pagi. Seekor kucing berbulu oranye dilaporkan terjebak di dalam ruang mesin sebuah mobil yang terparkir di area permukiman warga. Proses evakuasi berlangsung kurang lebih 30 menit sebelum kucing berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat. Operasi ini menunjukkan kesigapan petugas dalam merespons laporan darurat warga.

Warga Laporkan Temuan Mengejutkan di Depan Rumah

Kejadian bermula ketika seorang warga Perumahan Griya Tamansari, Kecamatan Sewon, mendengar suara kucing yang terdengar dari balik kap mesin kendaraan miliknya. Saksi, yang bernama Sri Wahyuni, mengaku sempat kebingungan karena tidak menemukan sumber suara di sekitar garasi. Setelah memeriksa kolong mobil dan tidak menemukan apa pun, ia menyadari suara berasal dari dalam kompartemen mesin.

“Suaranya lemah, jadi saya pikir kucing itu butuh pertolongan segera. Saya langsung menghubungi pemadam kebakaran,” ujar Sri Wahyuni. Laporan diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Bantul pada pukul 08.45 WIB. Regu penyelamat yang bertugas langsung meluncur ke lokasi lima menit setelah koordinasi.

Taktik Semprotan Air untuk Evakuasi Tanpa Melukai

Setibanya di lokasi, tim menemukan kucing oranye dewasa bersembunyi di celah sempit antara blok mesin dan selang radiator. Kepala Regu Penyelamatan Bantul, Surya Atmaja, menyatakan bahwa timnya tidak bisa serta-merta membongkar komponen kendaraan karena berisiko melukai hewan tersebut. Pilihan terbaik adalah menggiring kucing keluar dengan rangsangan yang tidak melukai.

“Kami menyemprotkan air bertekanan rendah secara bertahap ke area sekitar mesin. Tujuannya bukan untuk membasahi kucing, tetapi menciptakan ketidaknyamanan yang mendorongnya bergerak mencari tempat kering. Ini metode standar kami untuk evakuasi hewan kecil yang terjebak di ruang sempit,” ujar Surya Atmaja di lokasi kejadian.

Selama proses, petugas melapisi tangan dengan sarung tangan tebal dan bersiaga di bagian depan dan samping mobil, siap menangkap kucing begitu keluar. Air disemprotkan dari arah samping melalui celah kecil di sekitar lampu depan dan gril. Satu petugas memantau dari sisi pengemudi untuk memastikan kucing tidak berpindah ke bagian lain yang lebih berbahaya. Setelah beberapa kali percobaan, kucing akhirnya merayap keluar melalui celah bawah kendaraan dan langsung diamankan dengan selimut.

Hewan Liar Diselamatkan, Tidak Ada Kerusakan Kendaraan

Kucing tersebut diketahui merupakan hewan liar yang kerap berkeliaran di kompleks perumahan setempat. Pemeriksaan cepat oleh petugas menunjukkan tidak ada luka fisik pada kucing. Setelah dievakuasi, kucing langsung dilepaskan di area terbuka jauh dari kendaraan. Pemilik mobil, yang enggan disebutkan namanya, mengaku lega tidak ada komponen mobil yang rusak selama proses evakuasi.

“Kami selalu mengutamakan keamanan properti warga. Air yang kami gunakan sangat minimal dan tidak sampai merusak sistem kelistrikan atau komponen elektronik kendaraan,” jelas Surya Atmaja. Tim membutuhkan waktu tepat 28 menit sejak kedatangan hingga kucing berhasil keluar dan diamankan.

Komitmen Damkar Bantul pada Penyelamatan Satwa

Operasi penyelamatan hewan bukan hal baru bagi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bantul. Berdasarkan data yang dihimpun, sepanjang tahun 2026 hingga bulan Juli, unit ini telah menangani 52 laporan penyelamatan satwa, meningkat dari 40 laporan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan kenaikan 30 persen, menandakan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap fungsi damkar di luar kebakaran. Kasus yang paling sering ditangani adalah evakuasi ular, diikuti kucing dan burung.

“Kami menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat, tidak hanya untuk kebakaran, tetapi juga penyelamatan manusia dan hewan. Ini adalah bagian dari tugas kami sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Bupati tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum,” tegas Surya Atmaja. Kejadian di Sewon menjadi bukti nyata bahwa prosedur evakuasi hewan yang sederhana namun presisi mampu menyelamatkan nyawa tanpa menimbulkan kerusakan atau biaya tambahan bagi warga.

Imbauan dan Edukasi bagi Warga

Pihak BPBD Kabupaten Bantul mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik saat menghadapi situasi serupa. Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Wahyu Nugroho, menyatakan bahwa warga dapat segera menghubungi nomor darurat 113 atau kontak pemadam kebakaran setempat. “Kami memiliki personel terlatih dan peralatan yang memadai untuk menangani evakuasi hewan tanpa membahayakan siapa pun. Seluruh layanan ini tidak dipungut biaya dan tersedia 24 jam sehari,” tegasnya.

Wahyu menambahkan, untuk mencegah kejadian serupa, warga disarankan untuk rutin memeriksa ruang mesin sebelum menyalakan kendaraan, terutama jika memarkirkan mobil di area terbuka yang sering dilalui hewan liar. Program sosialisasi damkar keliling akan ditingkatkan untuk memberikan edukasi langsung ke permukiman warga. Dengan langkah preventif ini, diharapkan insiden hewan terjebak di kendaraan dapat diminimalkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User