MANILA — Komisi Pemilihan Umum Filipina (Comelec) secara tegas membantah narasi viral yang mengeklaim bahwa mesin penghitung otomatis atau Automated Counting Machine (ACM) telah memanipulasi hasil pemungutan suara di Butig, Lanao del Sur. Badan penyelenggara pemilu tersebut menegaskan bahwa tuduhan tersebut sepenuhnya keliru, tidak berdasar, dan bermotif jahat untuk mendelegitimasi proses demokrasi.
Isu ini merebak di tengah berlangsungnya pemilihan parlemen pertama di Wilayah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM). Comelec memastikan sistem perangkat keras maupun perangkat lunak ACM dirancang dengan tingkat keamanan tinggi sehingga mustahil mengubah pilihan pemilih secara sepihak.
Kronologi Penyebaran Klaim Palsu di Media Sosial
Disinformasi ini bermula dari unggahan di platform media sosial yang dengan cepat memicu perdebatan serta kekhawatiran di kalangan masyarakat. Berikut rentetan peristiwa berkembangnya klaim palsu tersebut:
- 14 September: Seorang pengguna Facebook dengan akun bernama Zeddie DM mengunggah foto yang diklaim sebagai struk tanda terima pemilih (voter receipt) dari mesin ACM di Butig, Lanao del Sur. Dalam keterangannya, pengunggah mengklaim memilih United Bangsamoro Justice Party (UBJP), namun kertas suara mencetak nama Bangsamoro Grand Coalition (BGC).
- Amplifikasi Konten: Unggahan tersebut kemudian dibagikan ulang oleh halaman Facebook populer bernama Boss Mil, yang membuat jangkauan konten meluas drastis hingga meraih lebih dari 1.400 reaksi, 200 komentar, dan 600 kali dibagikan.
- Eskalasi Narasi Kecurangan: Kolom komentar dipenuhi spekulasi dugaan kecurangan pemilu terstruktur, disertai desakan dari sejumlah warganet untuk membatalkan hasil otomatis dan menuntut penghitungan suara secara manual.
Klarifikasi Resmi Otoritas Pemilu
Menanggapi meluasnya rumor tersebut, Comelec merilis pernyataan resmi guna meluruskan informasi yang beredar. Penyelenggara pemilu memastikan tidak ada kendala teknis ataupun penyimpangan sistem pada mesin ACM di TPS terkait.
"Unggahan tersebut berniat jahat dan tidak berdasar. Mesin penghitung otomatis tidak dapat memanipulasi hasil yang tertera pada surat suara pemilih," tegas pernyataan resmi Comelec.
Comelec menggarisbawahi beberapa poin penting terkait keandalan sistem pemilu elektronik BARMM:
- Keandalan Verifikasi Fisik: Mesin ACM membaca tanda fisik pada surat suara secara presisi dan mencetak struk sesuai pilihan yang ditandai pemilih.
- Prosedur Keberatan di TPS: Pemilih yang merasa tanda terimanya tidak sesuai diwajibkan segera melapor kepada Dewan Penyelenggara Pemungutan Suara (EB) di TPS untuk dicatat dalam berita acara resmi, bukan menyebarkannya ke media sosial tanpa verifikasi.
- Audit Ketat: Seluruh unit mesin telah melewati serangkaian uji laboratorium independen dan proses sertifikasi ketat sebelum diterjunkan ke lapangan.
Imbauan Menghadapi Disinformasi Pemilu
Comelec meminta masyarakat dan para pendukung partai politik di BARMM untuk tetap tenang dan bersikap kritis dalam menerima informasi di ruang digital. Publik diimbau untuk hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi pemerintah serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang bertujuan merusak integritas pemilihan umum.
Comments (0)