BPJPH Gelar Pasar Halal Internasional di CFD HI
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Jakarta International Halal Market di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu, 19 Juli 2026. Acara ini menampilkan...
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Jakarta International Halal Market di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu, 19 Juli 2026. Acara ini menampilkan produk halal dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia serta menjadi ajang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor pangan dan nonpangan.
Kepala BPJPH, Dr. Muhammad Arief Rosyid, menyatakan bahwa penyelenggaraan pasar halal internasional ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem halal nasional. "Kami menghadirkan 50 stan yang terdiri dari 30 pelaku UMKM lokal, sepuluh peserta dari Thailand, dan sepuluh peserta dari Malaysia. Semua produk telah tersertifikasi halal," ujarnya dalam sambutan pembukaan acara.
Dukungan untuk UMKM Lokal
Jakarta International Halal Market tidak sekadar menjadi ajang promosi produk halal, melainkan juga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurut data BPJPH, sebanyak 20 dari 30 pelaku UMKM lokal merupakan peserta binaan program sertifikasi halal gratis yang digagas oleh pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kementerian Koperasi dan UKM.
Salah satu peserta UMKM, Tuti Handayani, pemilik usaha camilan herbal dari Depok, mengaku senang bisa memamerkan produknya bersama merek-merek dari luar negeri. "Ini pengalaman pertama saya berjualan di CFD berskala internasional. Banyak pengunjung yang tertarik, khususnya turis asing," katanya. Tuti menambahkan bahwa transaksinya pada hari pertama mencapai Rp5,6 juta.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha BPJPH, Rina Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya menargetkan pasar ini dapat mendongkrak omzet UMKM peserta hingga rata-rata 30 persen. "Kami juga menyediakan pendampingan langsung terkait prosedur ekspor produk halal ke negara-negara Asia Tenggara," tuturnya dalam keterangan tertulis.
Produk Halal dari Tiga Negara
Para peserta dari Thailand dan Malaysia membawa produk khas masing-masing. Dari Thailand, terdapat 15 jenis makanan dan minuman seperti kari hijau bubuk, beras melati, serta camilan kerupuk udang yang telah bersertifikat halal dari Central Islamic Council of Thailand. Sementara dari Malaysia, hadir produk dodol durian, sambal hitam, dan mi instan berbahan singkong yang telah mendapatkan pengakuan halal dari Departemen Pembangunan Islam Malaysia (JAKIM).
Duta Besar Thailand untuk Indonesia, H.E. Pornsiri Chancharoensri, yang turut hadir, menyatakan bahwa partisipasi pelaku usaha Thailand merupakan bukti nyata kerja sama bilateral di bidang ekonomi halal. "Kami berharap acara seperti ini bisa menjadi agenda tetap tahunan," ucapnya melalui juru bicara. Sementara itu, perwakilan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta juga menyampaikan dukungan serupa dan berencana memperluas partisipasi usaha kecil Malaysia pada edisi mendatang.
Selain pangan, pasar halal internasional ini juga menjajakan produk nonpangan seperti kosmetik halal, pakaian muslim, dan aksesori berbahan ramah lingkungan. Stan Kementerian Perindustrian menyediakan informasi tentang Indikasi Geografis Produk Halal yang mempromosikan ciri khas daerah.
Antusiasme Masyarakat dan Dampak Ekonomi
Ribuan pengunjung memadati area CFD dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Mereka tidak hanya berwisata kuliner, tetapi juga berkesempatan mengikuti workshop singkat tentang sertifikasi halal dan demo masak oleh Chef Halal Internasional asal Malaysia, Ahmad Fauzi.
Seorang pengunjung, Dian Permata (32), mengaku tertarik mencicipi makanan Thailand yang jarang ditemukan di pusat perbelanjaan. "Saya sudah mencoba mee kari Thailand dan kambing bakar Malaysia. Rasanya autentik dan jelas halal," ujarnya. Dian juga membeli kerupuk udang dan sambal hitam untuk oleh-oleh. Berdasarkan catatan panitia, total transaksi selama acara mencapai Rp247 juta dalam satu hari, dengan produk paling laris adalah mi instan singkong Malaysia dan kari hijau Thailand.
Menurut Kepala BPJPH, keberhasilan pasar halal internasional perdana ini akan dijadikan referensi untuk menggelar acara serupa di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Medan, dan Makassar. "Kami ingin memperluas akses pasar produk halal Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya halal dari negara sahabat," pungkasnya.
Jakarta International Halal Market juga menjadi ajang penandatanganan nota kesepahaman antara BPJPH dengan kamar dagang Thailand dan Malaysia terkait sinergi sertifikasi halal lintas negara. Langkah ini diharapkan mempercepat realisasi Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia pada 2030 sesuai dengan cetak biru ekonomi syariah nasional.
Comments (0)