Kemensos dan Bank Mandiri Beri Bantuan UMKM Desa Karanganyar
Jakarta, 18 Juli 2026 — Kementerian Sosial (Kemensos) bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi meluncurkan program pemberdayaan masyarakat di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Mage...
Jakarta, 18 Juli 2026 — Kementerian Sosial (Kemensos) bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi meluncurkan program pemberdayaan masyarakat di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Program ini mencakup bantuan peralatan usaha sablon dan pelatihan desain grafis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Drs. Agus Widodo, M.Si., dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kemensos Jakarta, Kamis (18/7/2026), menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial serta Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. "Kami menindaklanjuti arahan Presiden untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Program ini menyasar 50 pelaku UMKM di Desa Karanganyar yang mayoritas bergerak di sektor kerajinan dan sablon," ujar Agus.
Detail Bantuan dan Pelatihan
Dalam kerja sama yang disepakati melalui nota kesepahaman (MoU) pada 10 Juli 2026, Bank Mandiri memberikan bantuan berupa satu set mesin sablon digital, lima unit komputer desain, serta bahan baku sablon senilai total Rp350 juta. Selain itu, Bank Mandiri juga menggandeng lembaga pelatihan lokal untuk memberikan pelatihan desain grafis selama tiga bulan, dimulai 1 Agustus 2026.
Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perseroan. "Kami berkomitmen mendorong UMKM naik kelas. Desa Karanganyar dipilih karena potensi wisata Borobudur yang tinggi, sehingga produk sablon bertema budaya lokal diyakini memiliki pasar yang luas," kata Royke dalam konferensi pers daring.
Dampak bagi Masyarakat Desa
Kepala Desa Karanganyar, Sutrisno, menyambut baik program tersebut. Ia menyebutkan bahwa selama ini warga hanya mengandalkan pertanian dan buruh tani. "Dengan bantuan ini, kami berharap muncul pengusaha muda di desa. Pelatihan desain juga akan meningkatkan kualitas produk sehingga bisa bersaing di pasar digital," ujarnya.
Data dari Dinas Sosial Kabupaten Magelang mencatat bahwa tingkat kemiskinan di Desa Karanganyar mencapai 12,8 persen pada 2025, sedikit di atas rata-rata kabupaten sebesar 11,2 persen. Wakil Bupati Magelang, Drs. H. Mochamad Qoyim, M.Ag., dalam sambutannya di acara seremonial penyerahan bantuan (17 Juli 2026) menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan. "Kami sepakat dengan Kemensos dan Bank Mandiri untuk membentuk tim pendamping yang akan memonitor perkembangan usaha selama satu tahun ke depan," kata Qoyim.
Sinergi Antarkementerian dan BUMN
Menteri Sosial Tri Rismaharini, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. "Kemensos terus mendorong sinergi lintas sektor. Pemberdayaan UMKM di desa wisata seperti Karanganyar menjadi prioritas karena berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan pengurangan angka pengangguran," tulis Risma.
Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI, Diah Widiyanti, S.Sos., M.Si., yang turut hadir dalam rapat pleno Komisi VIII, mengapresiasi langkah Kemensos. "Saya menilai program ini konkret dan tepat sasaran. Ke depan, perlu dipastikan ada keberlanjutan anggaran dan evaluasi berkala agar tidak sekadar proyek seremonial," ujar Diah dalam rapat dengar pendapat pada 15 Juli 2026.
Prospek Jangka Panjang
Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, desa binaan Kemensos diwajibkan memiliki produk unggulan. Desa Karanganyar, yang berjarak hanya 2 kilometer dari Candi Borobudur, diyakini mampu mengembangkan produk cenderamata bernuansa budaya. Bank Mandiri juga berencana membantu pemasaran melalui platform digital miliknya.
Pelatihan desain akan difasilitasi oleh Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi (LPTI) yang berpengalaman melatih 1.200 UMKM di Jawa Tengah sepanjang 2025. Kepala LPTI, Bambang Sumantri, menyatakan kurikulum pelatihan meliputi teknik sablon manual, desain grafis menggunakan perangkat lunak open source, dan strategi pemasaran daring. "Target kami, peserta mampu memproduksi minimal 100 kaos sablon per minggu dan memiliki katalog produk digital dalam tiga bulan," jelas Bambang.
Program ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir 2026 dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan omzet peserta minimal 30 persen. Kemensos dan Bank Mandiri akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan melalui rapat koordinasi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Magelang.
Comments (0)