Oct 12, 2026
Politik

BPAM Banjarbakula Perbaiki Pipa Bocor 1.200 Milimeter di Banjar

BANJARBARU — Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula menegaskan tengah menangani perbaikan pipa transmisi utama air baku berdiameter 1.200 milimeter yang mengalami kebocoran di kawasan Sei L...

BPAM Banjarbakula Perbaiki Pipa Bocor 1.200 Milimeter di Banjar

BANJARBARU — Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula menegaskan tengah menangani perbaikan pipa transmisi utama air baku berdiameter 1.200 milimeter yang mengalami kebocoran di kawasan Sei Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Proses perbaikan ditetapkan berlangsung selama sepuluh hari sejak kerusakan teridentifikasi, dengan prioritas utama menjaga kelangsungan pasokan air baku bagi wilayah layanan Banjarbakula.

Kepala BPAM Banjarbakula menyatakan bahwa kebocoran tersebut terjadi pada pipa transmisi utama yang menjadi jalur distribusi air baku dari sumber menuju instalasi pengolahan. "Kebocoran berada pada pipa transmisi utama berdiameter 1.200 milimeter di wilayah Sei Landas. Penanganan sedang dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan personel dan peralatan teknis di lokasi," ujar pejabat BPAM dalam keterangan resminya pada Rabu (12/2/2025).

Menurut penjelasan BPAM, pipa transmisi air baku tersebut merupakan infrastruktur vital karena memasok kebutuhan air bagi sejumlah daerah, termasuk Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar. Kebocoran pada pipa berdiameter besar berpotensi menurunkan debit pengaliran ke instalasi pengolahan air minum, sehingga penanganan dituntut selesai sesuai target waktu yang ditetapkan.

Kronologi Teridentifikasinya Kebocoran

BPAM Banjarbakula menuturkan, kebocoran pertama kali terdeteksi melalui pemantauan tekanan dan debit aliran pada sistem transmisi. Setelah dilakukan penelusuran, titik kebocoran ditemukan berada di segmen pipa yang melintasi kawasan Sei Landas, Desa Mandikapau. Tim teknis kemudian melakukan penggalian dan pengukuran untuk memastikan tingkat kerusakan pada dinding pipa.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, kerusakan terjadi pada bagian pipa transmisi utama. Kami menindaklanjuti dengan menyusun rencana perbaikan, termasuk pengaturan operasi pengaliran agar gangguan terhadap pelayanan dapat diminimalkan," menyatakan pihak BPAM.

BPAM juga menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan perangkat desa setempat, khususnya terkait akses lokasi dan pemberitahuan kepada warga di sekitar titik perbaikan. Koordinasi tersebut dilakukan agar pekerjaan konstruksi dan pengelasan pipa dapat berjalan tanpa hambatan.

Rekayasa Operasi Selama Masa Perbaikan

Selama sepuluh hari masa perbaikan, BPAM menerapkan rekayasa operasi pada jaringan transmisi dan distribusi. Langkah itu mencakup pengaturan bukaan katup, pengalihan sebagian aliran ke jalur alternatif yang tersedia, serta pengurangan sementara volume pengaliran untuk menghindari tekanan berlebih pada segmen pipa yang rusak.

"Kami melakukan pengaturan operasi dan pengalihan aliran sebagai langkah mitigasi. Masyarakat diimbau tetap bijak dalam menggunakan air selama masa perbaikan berlangsung," tegas pejabat BPAM.

BPAM memastikan stok air baku pada reservoir dan instalasi pengolahan masih mencukupi untuk kebutuhan dasar pelanggan. Meski demikian, wilayah yang berada di ujung jaringan distribusi berpotensi mengalami penurunan tekanan, terutama pada jam-jam puncak konsumsi.

Target Penyelesaian dan Pengawasan Mutu

BPAM Banjarbakula menargetkan perbaikan pipa transmisi utama selesai dalam sepuluh hari kerja. Tahapan pekerjaan meliputi pemotongan segmen pipa yang rusak, pemasangan atau penggantian komponen, pengelasan sambungan, serta pengujian tekanan sebelum jaringan kembali dioperasikan secara normal.

"Setelah pengelasan selesai, kami melakukan uji tekanan untuk memastikan tidak ada kebocoran baru. Jaringan baru akan dioperasikan penuh setelah hasil pengujian dinyatakan aman," ujar pihak BPAM.

BPAM menyatakan akan menyampaikan perkembangan perbaikan secara berkala kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pipa transmisi akan dilakukan untuk mengidentifikasi segmen lain yang berisiko, sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan pasokan air baku di masa mendatang.

Instansi tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penggalian di sekitar jalur pipa dan segera melaporkan indikasi kebocoran atau penurunan tekanan air kepada petugas layanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User