Bentrokan Dua Kelompok Pecah di Menteng, Polisi Amankan Puluhan Orang

Jakarta – Dua kelompok massa terlibat bentrokan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/6/2024) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.45 WIB di persimpangan Jalan Diponegoro dan Jal...

Bentrokan Dua Kelompok Pecah di Menteng, Polisi Amankan Puluhan Orang

Jakarta – Dua kelompok massa terlibat bentrokan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/6/2024) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.45 WIB di persimpangan Jalan Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol itu mengakibatkan sejumlah orang terluka serta kerusakan pada fasilitas umum. Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menurunkan sedikitnya 300 personel untuk mengamankan lokasi dan meredam eskalasi.

Bentrokan bermula saat rombongan pendukung salah satu bakal pasangan calon gubernur yang tengah menggelar konvoi, berpapasan dengan kelompok tandingan yang mengatasnamakan aliansi masyarakat. Kedua kubu saling melontarkan yel-yel hingga berujung adu fisik. Massa menggunakan batu, kayu, dan botol kaca sebagai senjata. Petugas yang telah bersiaga di sekitar Taman Suropati langsung merespons dengan membentuk barikade dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Kronologi dan Identifikasi Pihak Bertikai

Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendro Prasetyo, kericuhan diawali oleh provokasi verbal. “Kedua kelompok saling tantang saat bertemu di lampu merah. Beberapa orang dari kelompok pertama melemparkan botol, dan dibalas oleh pihak lawan,” ujarnya di lokasi kejadian. Data sementara mencatat, satu kelompok berasal dari organisasi sayap partai politik lokal dan kelompok lainnya merupakan gabungan elemen masyarakat yang menamakan diri Aliansi Jakarta Damai.

Polisi mengamankan 24 orang dari kedua belah pihak. Barang bukti yang disita meliputi 15 unit sepeda motor, 8 bilah bambu, 3 botol kaca berisi cairan diduga bensin, dan 2 bendera partai yang robek. Tidak ditemukan senjata api dalam insiden ini. Pemeriksaan intensif dilakukan di Markas Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengungkap aktor intelektual di balik pengerahan massa.

Penanganan Korban dan Dampak Lalu Lintas

Bentrokan menyebabkan enam orang mengalami luka ringan hingga sedang. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dua di antaranya harus mendapatkan jahitan akibat terkena serpihan kaca, sementara empat lainnya mengalami memar dan luka lecet. Kepala Unit Gawat Darurat RSCM, dr. Maria Ulfah, menyatakan, “Semua korban dalam kondisi stabil. Satu pasien masih diobservasi karena benturan di kepala.”

Ruas jalan utama di sekitar Menteng—termasuk Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan H. Agus Salim—ditutup total sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Penutupan mengakibatkan kemacetan panjang yang merambat ke Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman. Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus ke Jalan Rasuna Said dan Jalan Latuharhary. Transjakarta juga mengalihkan rute koridor 1 dan 6A pada jam tersebut.

Respons Pemerintah Provinsi dan Panggilan Dewan

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengecam keras aksi kekerasan yang mencoreng ketertiban umum. “Saya sudah perintahkan Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk bersinergi dengan kepolisian. Tindakan tegas sesuai hukum akan diambil terhadap pelaku perusakan fasilitas kota,” tegasnya dalam keterangan pers di Balai Kota, Kamis sore. Tercatat satu halte Transjakarta mengalami pecah kaca, dua rambu lalu lintas rusak, dan sebuah pos polisi di Taman Suropati terbakar sebagian.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan memanggil pimpinan partai yang diduga terafiliasi dengan massa. “DPRD akan segera menggelar rapat koordinasi dengan Komisi A dan Komisi E pada Jumat besok untuk mengevaluasi keamanan menjelang Pilkada. Kami tidak ingin kejadian di Menteng menjadi preseden buruk,” ucapnya. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB di Gedung DPRD DKI.

Langkah Kepolisian dan Penerapan Undang-Undang

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi, menetapkan status siaga satu di seluruh wilayah hukumnya hingga 24 jam ke depan. “Kami telah mengantongi identitas koordinator lapangan. Penyidik sedang mendalami pelanggaran Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 406 tentang perusakan barang, serta kemungkinan penerapan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat apabila ditemukan unsur penyalahgunaan unjuk rasa,” paparnya.

Langkah preventif juga diperkuat. Patroli skala besar akan digelar setiap hari hingga akhir pekan, khususnya di titik-titik rawan seperti Monas, Bundaran HI, dan kawasan Senayan. Sebanyak 1.200 personel gabungan TNI-Polri disiagakan dalam Operasi Mantap Praja guna mengamankan tahapan Pilkada DKI Jakarta 2024. Selain itu, tim siber Polda Metro Jaya diminta mengidentifikasi akun-akun media sosial yang diduga menyebarkan narasi provokatif pemicu bentrokan.

Jaminan Keamanan Menjelang Pilkada

Kekhawatiran publik akan eskalasi konflik politik menjelang pemilihan kepala daerah direspons cepat oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pangdam Jaya, Mayor Jenderal TNI Mohamad Hasan, menegaskan komitmen netralitas TNI sekaligus kesiapan pasukannya dalam membantu kepolisian. “Kami tegaskan, tidak ada toleransi bagi pihak yang mencoba mengganggu stabilitas ibu kota. Semua elemen harus menahan diri,” katanya usai menghadiri rapat tertutup di Markas Polda Metro Jaya.

Hingga pukul 19.00 WIB, situasi di Menteng dinyatakan kondusif. Toko-toko dan perkantoran di sekitar Taman Suropati kembali beroperasi. Pembersihan puing dilakukan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum. Polisi masih berjaga di beberapa sudut jalan untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melaporkan kegiatan mencurigakan melalui layanan darurat 110.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi penyelenggara pemilu dan partai politik untuk memastikan seluruh pendukungnya menjunjung tinggi kedamaian. “Kedaulatan ada di tangan rakyat, bukan di jalanan yang penuh kekerasan,” pungkas Hendro Prasetyo.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User