BALI — Indonesia Resmi Memulai Pembangunan Proyek Sampah Menjadi Listrik di Bali
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian terkait telah meresmikan dimulainya pembangunan fisik Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pros
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian terkait telah meresmikan dimulainya pembangunan fisik Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Prosesi seremoni yang disiarkan secara virtual tersebut menandai langkah konkret pertama dalam pengelolaan sampah modern menggunakan teknologi insinerasi ramah lingkungan untuk menghasilkan energi baru terbarukan. Proyek ini dirancang untuk mengatasi krisis tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus memperkuat bauran energi nasional.
Dalam tahap awal, konstruksi akan fokus pada pembangunan fasilitas utama di Bali. Peletakan batu pertama ini mengonfirmasi tahapan kontrak yang telah diteken antara pemerintah daerah dengan konsorsium pelaksana. Proyek dengan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) ini menjadi proyek percontohan nasional yang diharapkan mampu mereplikasi solusi serupa di kota-kota metropolitan lain yang darurat sampah. Pemerintah menargetkan fasilitas ini mulai beroperasi secara komersial dalam kurun waktu dua tahun mendatang.
Daftar spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa aliran listrik sebesar 15,6 MW akan disalurkan melalui jaringan transmisi milik PT PLN (Persero). Harga jual listrik yang disepakati selama masa kontrak 20 tahun bertujuan untuk mencapai keekonomian investasi tanpa memberatkan subsidi negara secara eksesif.
Skema Pendanaan dan Kapasitas Terpasang
Pembangunan PSEL ini menelan investasi signifikan yang melibatkan sindikasi perbankan nasional serta dukungan penjaminan infrastruktur dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Berdasarkan data yang dirilis, total biaya investasi proyek mencapai lebih dari Rp500 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk konstruksi tungku pembakaran berteknologi moving grate, pemasangan turbin generator, serta instalasi pengendalian emisi gas buang (Flue Gas Treatment). Dari sisi kapasitas, fasilitas ini dirancang untuk mengolah timbulan sampah harian sebagai bahan baku utama. Spesifikasi teknis berikut menjadi fondasi keekonomian proyek ini:| Parameter Utama | Spesifikasi/Satuan | Laju Alir/Nilai |
|---|---|---|
| Kapasitas Olah Sampah | Ton per Hari | 1.000 |
| Kapasitas Pembangkit Listrik | Megawatt (MW) | 15,6 |
| Efisiensi Termal Rancangan | Persentase (%) | 23,8 |
| Kontrak Jual Beli Listrik | Sen per kWh | 13,35 |
Daftar spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa aliran listrik sebesar 15,6 MW akan disalurkan melalui jaringan transmisi milik PT PLN (Persero). Harga jual listrik yang disepakati selama masa kontrak 20 tahun bertujuan untuk mencapai keekonomian investasi tanpa memberatkan subsidi negara secara eksesif.
Comments (0)