Bahlil Prediksi Gejolak Harga Energi Masih Akan Berlanjut hingga Akhir Tahun

Apaberita.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pandangannya bahwa ketidakpastian dan dinamika harga di sektor energi global diperkirakan akan t

Jul 08, 2026 - 00:36
0 0
Bahlil Prediksi Gejolak Harga Energi Masih Akan Berlanjut hingga Akhir Tahun

Apaberita.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pandangannya bahwa ketidakpastian dan dinamika harga di sektor energi global diperkirakan akan terus terjadi setidaknya hingga penghujung tahun 2026. Pernyataan ini ia sampaikan meskipun kabar perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai mencuat ke permukaan.

Dalam sebuah forum diskusi di Jakarta, Kamis (25/6/2026), Bahlil mengaku masih merasakan adanya gejolak signifikan. Ia menilai bahwa kesepakatan damai yang telah diumumkan belum memberikan efek stabilitas yang nyata pada sektor energi. Menurutnya, kondisi di lapangan masih diwarnai oleh fluktuasi yang sulit diprediksi.

Diplomasi Damai Dinilai Belum Berdampak Signifikan

Bahlil secara terbuka mengakui bahwa dirinya bukanlah seorang pakar geopolitik. Namun, berdasarkan pemantauannya terhadap sektor energi, ia melihat adanya kontradiksi antara kabar perdamaian dengan realita pasar. Ia menggambarkan situasi saat ini ibarat mimpi yang penuh ketidakpastian, di mana harga terlihat naik dan turun secara liar.

"Menyangkut dengan perang, saya nggak ngerti geopolitik, tapi sampai hari ini saya masih merasa sekalipun sudah ada keputusan damai, tapi dari sektor energi saya merasa ini kayak belum ada apa-apa," ujar Bahlil.

"Karena itu kayak mimpi gitu lho, naik turun-naik turun, besok damai, habis itu tutup lagi. Jadi, saya mulai berpikir bahwa yang terjelek, sampai dengan Desember dinamika ini masih akan seperti ini terus."

Antisipasi Pemerintah dalam Pengelolaan Energi

Menghadapi situasi yang masih rawan gejolak ini, Bahlil menegaskan bahwa ia akan mengambil langkah kehati-hatian. Ia tidak akan menggunakan kondisi pasar yang penuh gejolak saat ini sebagai patokan atau baseline dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sektor energi nasional. Hal ini menunjukkan strategi antisipatif pemerintah untuk tidak terjebak dalam euforia sesaat atau kepanikan pasar yang terjadi akibat konflik global.

Analisis dari Apaberita.com mencatat, pernyataan Bahlil ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku industri dan masyarakat. Dengan prediksi bahwa ketidakpastian ini akan berlangsung hingga Desember, pemerintah tampaknya tengah menyiapkan skenario mitigasi jangka menengah. Langkah ini krusial untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah pusaran konflik internasional yang penyelesaiannya masih menyisakan tanda tanya besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User