Bahlil: Impor Bensin RI Tinggal 20 Juta KL, Para Importir Marah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa volume impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin kini menyusut tajam. Menurut laporan Apaberita.com, kebutuhan ben

Jul 08, 2026 - 00:36
0 0
Bahlil: Impor Bensin RI Tinggal 20 Juta KL, Para Importir Marah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa volume impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin kini menyusut tajam. Menurut laporan Apaberita.com, kebutuhan bensin nasional yang mencapai 40 juta kiloliter per tahun saat ini hanya separuhnya yang dipenuhi dari pengiriman luar negeri. Perubahan ini terjadi setelah proyek pengembangan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan diresmikan, yang membuat produksi bensin dalam negeri melonjak hingga 20 juta kiloliter.

Produksi Dalam Negeri Meningkat Drastis

Bahlil menegaskan bahwa capaian produksi domestik itu membuat ketergantungan pada impor bensin turun signifikan. "Jadi, sekarang tinggal kita impor bensin tinggal 20 juta kiloliter," ujarnya dalam acara Indef, Kamis (25/6/2026). Dengan tambahan kapasitas dari RDMP Balikpapan, Indonesia semakin mendekati kemandirian energi yang telah lama diimpikan. Bahlil juga menekankan bahwa langkah ini bukan hanya soal memenuhi kebutuhan, melainkan juga bagian dari strategi besar mengubah bauran energi nasional.

"Nah, ini memang para importir marah gue nih, karena pikiran saya ke depan adalah nggak boleh kita impor. Sekalipun lifting kita katakanlah nggak mencukupi, kita harus konversi dia untuk bauran energi dengan energi nabati. Kalau B50 bisa kita memenuhi kebutuhan solar kita, kenapa bensin nggak?" kata Bahlil.

Visi Menghentikan Impor Sepenuhnya

Pernyataan itu menegaskan visi Bahlil untuk menghentikan impor BBM secara total. Ia mendorong agar kekurangan pasokan di masa depan diatasi dengan konversi ke energi nabati, seperti penerapan B50 pada solar yang dinilainya sukses. Untuk bensin, ia mempertanyakan mengapa pola serupa tidak bisa dijalankan. Wacana ini membuka peluang penggunaan bioetanol atau bahan bakar nabati lain sebagai substitusi impor, meski implementasinya masih membutuhkan pengembangan infrastruktur dan regulasi yang matang.

Tekanan Importir dan Konsekuensi Ekonomi

Pengurangan impor yang drastis itu memicu kemarahan para importir yang selama ini menikmati margin dari bisnis BBM. Bahlil mengakui bahwa para importir kesal, tetapi ia tetap pada pendirian bahwa ketahanan energi nasional harus diutamakan di atas kepentingan bisnis segelintir pihak. "Pikiran saya ke depan adalah nggak boleh kita impor," tegasnya, menandakan arah kebijakan energi yang semakin protektif terhadap produk dalam negeri.

Penurunan impor bensin sebesar 20 juta kiloliter juga berpotensi mengurangi defisit neraca perdagangan dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Selama ini, impor BBM menjadi salah satu pos pengeluaran devisa terbesar. Dengan mengandalkan produksi kilang domestik yang terus digenjot, pemerintah berharap bisa menekan beban fiskal sekaligus menciptakan lapangan kerja di sektor energi.

Proyek RDMP Balikpapan sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang telah meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah menjadi produk jadi secara signifikan. Keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa investasi di sektor kilang mampu mengubah peta kebutuhan energi Indonesia. Pemerintah menargetkan pengembangan serupa di kilang lain agar produksi bensin dalam negeri bisa terus ditingkatkan dan suatu saat menghentikan impor sepenuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User