Terungkap Cara Pemerintah Tambal Biaya Subsidi BBM Saat Minyak Meroket
Jakarta, Apaberita.com - Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi meskipun harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan beberapa waktu lalu. Ke
Jakarta, Apaberita.com - Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi meskipun harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan beberapa waktu lalu. Keputusan ini memunculkan kekhawatiran dari berbagai kalangan mengenai potensi membengkaknya beban keuangan negara akibat subsidi energi yang harus ditanggung.
Menanggapi kekhawatiran publik tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan resmi. Dalam keterangannya, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki strategi khusus untuk menjaga agar harga BBM subsidi tetap stabil tanpa harus menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Optimalisasi Penerimaan Mineral dan Batu Bara
"Kami sudah mencari sumber-sumber pendapatan lain, dari pada kami menaikkan harga BBM, kami mencari pendapatan tambahan dari sektor mineral dan batu bara," ujar Bahlil dalam keterangan yang dikutip media kami, Rabu (19/6/2024).
Langkah ini dinilai sebagai manuver fiskal yang strategis di tengah gejolak harga energi global. Pemerintah melihat potensi besar dari sektor mineral dan batu bara (minerba) yang saat ini masih menunjukkan tren positif. Dengan menggenjot penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor tersebut, selisih biaya subsidi yang melebar akibat kenaikan harga minyak dunia dapat tertutupi.
Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari arahan langsung Presiden untuk melindungi daya beli masyarakat kecil. "Presiden memerintahkan agar kita tidak membebani rakyat dengan kenaikan harga, tetapi kita harus kreatif mencari celah pendapatan dari sumber daya alam lain yang kita miliki," tambahnya.
Dengan skema subsidi silang terselubung ini, pemerintah berharap stabilitas harga di tingkat konsumen tetap terjaga sementara APBN tidak jebol. Sektor minerba diproyeksikan menjadi bantalan fiskal yang efektif mengingat Indonesia merupakan salah satu eksportir batu bara dan mineral terbesar di dunia.
Comments (0)