AHY Targetkan Bandara Soetta Masuk 10 Besar Terbaik Dunia
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan ambisinya untuk mendorong Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam ja
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan ambisinya untuk mendorong Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam jajaran 10 besar bandara terbaik dunia. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan target ini sejalan dengan upaya penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan nasional yang lebih kompetitif di kancah global.
AHY mengungkapkan optimismenya berdasarkan data tren positif yang dicatatkan oleh Bandara Soetta dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan diterima Apaberita.com, pada tahun 2022 bandara tersibuk di Indonesia ini menempati peringkat ke-51 dunia. Angka tersebut terus mengalami perbaikan secara konsisten hingga akhirnya berhasil menembus posisi ke-25 dunia pada tahun 2025 lalu.
Lonjakan Peringkat 2022–2025
Dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan yang digelar di kantornya, Jakarta, AHY merinci tahapan kenaikan peringkat Bandara Soetta. Ia menekankan bahwa pergerakan ini bukan terjadi secara instan, melainkan melalui kerja keras bertahap yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sektor aviasi.
Secara bertahap, secara gradual, semakin kecil peringkatnya. Dan kita sekarang di tahun 2026, sebelumnya tahun 2025 kita di peringkat 25. Jadi sudah naik tiga peringkat.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY di hadapan jajaran kementerian dan lembaga terkait. Ia menilai peningkatan ini tak lepas dari perbaikan layanan penumpang, infrastruktur pendukung, hingga integrasi transportasi darat menuju bandara yang kian mulus. Evaluasi berkala terhadap tingkat kepuasan pengguna jasa bandara menjadi salah satu fokus utama yang terus dimonitor.
Peta Persaingan Global
Untuk masuk ke jajaran 10 besar dunia, Bandara Soetta harus bersaing ketat dengan bandara-bandara raksasa dari Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Penilaian biasanya mencakup aspek kebersihan, efisiensi imigrasi, ketersediaan lounge, akurasi jadwal penerbangan, hingga keramahan staf. AHY yakin dengan percepatan digitalisasi dan peningkatan kapasitas terminal yang tengah dilakukan, target tersebut bisa tercapai dalam beberapa tahun mendatang.
Pemerintah juga tengah menggodok kebijakan insentif bagi maskapai yang memperluas rute internasional dari dan ke Soetta. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan volume penumpang sekaligus memperkuat posisi bandara sebagai hub utama di Asia Tenggara.
Melalui rapat koordinasi ini, AHY meminta seluruh pihak untuk tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, capaian peringkat 25 adalah batu loncatan untuk menuju target ambisius berikutnya. Jika tren perbaikan terus terjaga, bukan tidak mungkin Bandara Soetta akan sejajar dengan Changi Airport di Singapura atau Hamad International Airport di Qatar yang selama ini mendominasi daftar bandara terbaik versi Skytrax.
Dengan komitmen perbaikan tata kelola yang berkelanjutan, publik menantikan apakah dalam evaluasi tahun-tahun berikutnya bandara kebanggaan Indonesia mampu menembus 10 besar dan mengukir sejarah baru dalam dunia penerbangan sipil nasional.
Comments (0)