B50 Segera Launching, Prabowo: Kita Tak Akan Impor Solar Lagi
Gorontalo – Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia akan segera melepaskan diri dari ketergantungan impor solar. Hal itu disampaikan dalam pidatonya di acara Puncak Pekan
Gorontalo – Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia akan segera melepaskan diri dari ketergantungan impor solar. Hal itu disampaikan dalam pidatonya di acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Peluncuran bahan bakar B50 yang tinggal hitungan hari menjadi fondasi utama optimisme tersebut.
B50 Jadi Tonggak Sejarah Energi Nasional
Menurut laporan yang diterima Apaberita.com, program B50 adalah campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar konvensional. Inisiatif ini menjadi lompatan besar dari B35 yang sebelumnya diterapkan. Presiden Prabowo memastikan bahwa dengan kapasitas produksi dalam negeri yang semakin matang, impor solar akan segera dihentikan. "Kita tak akan impor solar lagi. B50 adalah jawaban atas krisis energi global yang melanda banyak negara," ujar Prabowo dengan nada penuh keyakinan.
Prabowo juga menyinggung situasi geopolitik yang memanas, khususnya penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. Ketegangan di kawasan tersebut berdampak pada krisis pasokan energi global dan mendorong pemerintah untuk mempercepat kemandirian energi. Dengan B50, Indonesia tidak hanya mengurangi defisit neraca perdagangan, tetapi juga menciptakan ketahanan energi yang berdaulat.
Swasembada Energi, Percaya Diri di Tengah Krisis
Presiden Prabowo mengaitkan keberhasilan swasembada energi dengan swasembada pangan yang telah diraih sebelumnya. Ia menegaskan bahwa kemandirian di dua sektor strategis ini membuat bangsa Indonesia tidak gentar menghadapi gejolak global.
"Saudara-saudara sekalian, saya katakan karena kita swasembada pangan, kita percaya diri. Terjadi perang di mana-mana. Terjadi Selat Hormuz ditutup. Tapi kita tidak panik karena kita sudah mampu memenuhi kebutuhan sendiri," kata Prabowo disambut tepuk tangan ribuan peserta Penas.
Kepala Negara juga memerinci bahwa B50 akan menjangkau seluruh pelosok negeri melalui jalur distribusi yang telah disiapkan. Petani sawit dan industri biodiesel nasional diproyeksikan menjadi tulang punggung utama dalam ekosistem baru ini. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan bahwa konsumsi solar nasional mencapai sekitar 15 juta kiloliter per tahun, dan produksi biodiesel dalam negeri telah mampu melampaui separuh kebutuhan tersebut.
Dengan implementasi B50, pemerintah menghitung impor solar akan turun drastis hingga di bawah 10 persen dari total kebutuhan. "Ini bukan sekadar transisi, ini adalah deklarasi kemerdekaan energi kita," pungkas Prabowo.
Apaberita.com mengonfirmasi bahwa sejumlah uji coba B50 pada kendaraan berat dan alat pertanian telah menunjukkan hasil menggembirakan tanpa kendala teknis yang berarti. Dukungan dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) pun semakin memperkuat optimisme pemerintah. Dengan momentum ini, Indonesia bersiap mencatat sejarah baru sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang sepenuhnya mandiri dari solar impor melalui biodiesel berbasis sawit.
Comments (0)