Anyer — Pantai Bandulu Tetap Ramai Meski Gunung Anak Krakatau Erupsi Siaga
Kabupaten Serang – Minat wisatawan berlibur ke Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten, tidak surut meskipun Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi dan
Status Siaga Gunung Anak Krakatau
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak awal Juli 2026. Serangkaian erupsi telah menghasilkan kolom abu dengan ketinggian bervariasi serta lontaran material pijar di sekitar kawah. Status Level III (Siaga) resmi diberlakukan, yang mewajibkan seluruh aktivitas manusia dilarang dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah. Imbauan tersebut dikeluarkan guna mengantisipasi potensi awan panas, abu vulkanik, dan erupsi susulan yang dapat membahayakan keselamatan. PVMBG juga meminta masyarakat, terutama pelaku wisata bahari, untuk mematuhi rekomendasi dan tidak mendekati zona berbahaya.
Wisatawan Tetap Berdatangan ke Anyer
Pada Kamis (9/7/2026) pukul 09.00 WIB, wisatawan mulai memadati Pantai Bandulu. Kendati informasi erupsi telah beredar, tidak tampak tanda-tanda kepanikan di antara pengunjung. Beberapa wisatawan yang dijumpai mengaku telah mengetahui kondisi gunung, namun tetap memilih Anyer karena posisinya yang dinilai aman. Jarak Pantai Anyer sekitar 50 kilometer dari Gunung Anak Krakatau membuat kawasan ini berada jauh di luar radius bahaya yang ditetapkan. Keleluasaan itu terlihat dari aktivitas pantai yang berlangsung normal sepanjang hari.
Kronologi Keramaian di Pantai Bandulu
Berikut urutan peristiwa yang terekam selama pantauan pada hari Kamis (9/7/2026):
- Pukul 10.00 WIB: Gelombang pengunjung mulai ramai. Keluarga dengan anak-anak memilih tepi pantai yang landai untuk bermain air dan ombak kecil. Cuaca cerah berawan mendukung suasana rekreasi.
- Pukul 11.30 WIB: Aktivitas meluas ke area pasir. Anak-anak dan remaja membangun istana pasir, sementara wisatawan lain sibuk membuat konten video pendek untuk TikTok dan Instagram. Perahu wisata juga mulai terlihat bersandar menawarkan jasa keliling pantai.
- Pukul 13.00 WIB: Saung-saung di sekitar pantai penuh oleh pengunjung yang bersantai, menyantap bekal, atau istirahat selepas bermain. Sebagian lainnya memilih berteduh di bawah pohon kelapa sembari menikmati pemandangan laut.
- Pukul 15.00 WIB: Tidak ada tanda-tanda wisatawan mengurangi waktu liburan. Aktivitas air, bermain pasir, hingga swafoto masih berlangsung ramai. Petugas kebersihan pun mulai bersiaga mengantisipasi lonjakan sampah plastik.
- Pukul 16.30 WIB: Pengunjung perlahan meninggalkan pantai, namun jumlahnya masih terhitung tinggi. Arus kendaraan di jalur Anyer–Carita terpantau padat, menandakan tingginya volume wisatawan yang pulang.
Beberapa pengelola usaha pariwisata di sekitar Anyer menyebut, lonjakan reservasi penginapan masih normal untuk musim liburan, tanpa pembatalan massal akibat status gunung. “Informasi resmi tentang radius aman membantu wisatawan tetap tenang,” ujar salah seorang pegiat wisata.
Keamanan Pantai di Tengah Aktivitas Vulkanik
Keamanan Anyer didukung oleh jarak geografis yang cukup signifikan dari sumber erupsi. Meskipun Gunung Anak Krakatau berada dalam status siaga, sebaran abu cenderung tidak mengganggu kawasan pesisir Banten bagian utara ini. Meski demikian, pihak berwenang tetap mengimbau wisatawan untuk memantau informasi terkini dari PVMBG dan tidak mendekati perairan sekitar gunung. Imbauan itu mencakup larangan wisata perahu ke sekitar Selat Sunda yang mendekati zona bahaya. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan evakuasi ataupun gangguan berarti di sektor pariwisata Anyer. Aktivitas ekonomi dan rekreasi di pesisir barat Banten berjalan normal, memberi sinyal bahwa kepercayaan wisatawan masih tinggi terhadap keamanan jalur liburan favorit ini.
Comments (0)