Andika Kangen Band Sesali Waktu Hilang Bersama Anak
Dalam sebuah momen penuh refleksi yang jarang diungkap ke publik, vokalis Kangen Band, Andika Mahesa, mengakui salah satu penyesalan terbesarnya sebagai seorang ayah. Bagi seorang musisi yang hidupny
Dalam sebuah momen penuh refleksi yang jarang diungkap ke publik, vokalis Kangen Band, Andika Mahesa, mengakui salah satu penyesalan terbesarnya sebagai seorang ayah. Bagi seorang musisi yang hidupnya didedikasikan di atas panggung dan jalanan, ada harga mahal yang harus dibayar: kehilangan momen berharga bersama buah hati.
Berdasarkan laporan dari media kami di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/7/2026), Andika tampak membuka diri tentang dilema yang dihadapi para pelaku seni di Tanah Air. Ia menyadari bahwa tuntutan profesi seringkali membuatnya harus merelakan waktu untuk menyaksikan langsung tumbuh kembang anak-anaknya. Lebih dari sekadar pengakuan, ini adalah potret kerentanan seorang figur publik yang mencoba mendamaikan antara karier gemilang dan tanggung jawab domestik.
"Orang tua musisi pasti pernah ngerasain apa yang gue rasain, musisi pasti. Karena kan musisi itu jarang di rumah banyakan di luar," kata Andika Mahesa saat ditemui di Studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).
Realita Pahit di Balik Panggung
Penyesalan Andika bukanlah sekadar retorika manis di hadapan kamera. Vokalis yang dikenal lewat lagu-lagu melankolis itu tampak benar-benar menyelami penyesalannya. Dalam setiap keberhasilan konser dan sambutan gemuruh penonton, tersimpan kerinduan yang tak terbendung akan momen-momen kecil di rumah. Andika mengilustrasikan bagaimana ketidakhadirannya seringkali membuat ia kehilangan fase-fase penting dalam kehidupan anak-anaknya.
Jam terbang yang tinggi dan mobilitas sebagai musisi membuat dirinya lebih akrab dengan aspal jalanan ketimbang halaman rumah. Ia menuturkan bahwa banyak musisi yang mengidamkan kesuksesan, namun lupa bahwa kesuksesan sejati terkadang tidak bisa dihitung dari pundi-pundi rupiah atau popularitas semata. Bagi Andika, waktu yang hilang bersama anak adalah defisit emosional yang tak bisa ditagih kembali.
Untuk mengimbangi narasi tersebut, Andika berusaha memanfaatkan setiap celah waktu yang ada untuk terhubung secara intens dengan anak-anaknya. Ia tak ingin penyesalan ini hanya berhenti sebagai ungkapan verbal, melainkan berubah menjadi komitmen untuk memberi perhatian yang lebih nyata. Kesadaran ini menjadi tamparan keras bagi dirinya sendiri bahwa panggung boleh saja membesar, namun pelukan seorang ayah bagi anaknya tak boleh ikut mengecil.
"Gue juga nyesel banyak waktu yang hilang buat anak-anak gue," pungkasnya dengan raut wajah penuh penyesalan.
Comments (0)