Agrinas Palma Bantah PHK Karyawan, Justru Siap Rekrut Puluhan Ribu Pekerja
Jakarta – Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Abdul Ghani, membantah tegas isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang beredar di kalangan publik. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komis
Jakarta – Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Abdul Ghani, membantah tegas isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang beredar di kalangan publik. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR pada Senin (6/7/2026), ia justru mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mempersiapkan perekrutan besar-besaran hingga puluhan ribu tenaga kerja baru. Informasi ini diharapkan meredakan keresahan yang sempat muncul di tengah spekulasi soal efisiensi perusahaan.
Bantahan Langsung di Depan DPR
Abdul Ghani membuka RDP dengan menekankan bahwa rumor PHK tidak memiliki dasar. Menurutnya, arah kebijakan perusahaan saat ini justru berfokus pada penguatan operasional, bukan pengurangan karyawan. “Ini informasi penting bahwa Agrinas itu bukan melakukan PHK, justru kami akan merekrut banyak pekerja, karena untuk meningkatkan produktivitas kami harus memastikan seluruh tanaman di kelola dengan baik,” tegasnya dalam pertemuan tersebut.
"Ini informasi penting bahwa Agrinas itu bukan melakukan PHK, justru kami akan merekrut banyak pekerja, karena untuk meningkatkan produktivitas kami harus memastikan seluruh tanaman di kelola dengan baik." – Abdul Ghani, Dirut PT Agrinas Palma Nusantara
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Agrinas menolak isu PHK yang sebelumnya beredar di media sosial dan forum pekerja. Perusahaan, yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, dinilai tengah memasuki fase ekspansi operasional setelah sebelumnya berhasil menata kembali lahan-lahan inti dan plasma.
Rencana Rekrutmen Besar-besaran
Abdul menjelaskan bahwa pada periode Juli hingga Agustus 2026, Agrinas akan memenuhi kebutuhan tenaga kerja mulai dari level manajemen hingga pekerja lapangan. Total rekrutmen yang disiapkan mencapai lebih dari 20 ribu orang. Ratusan posisi manajerial akan dibuka, sementara lebih dari 19 ribu tenaga lapangan dibutuhkan untuk mengoptimalkan pemeliharaan dan pemanenan di perkebunan yang tersebar di beberapa provinsi.
Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas perusahaan sekaligus menyerap tenaga kerja lokal di sekitar wilayah operasional. Agrinas juga berkomitmen untuk memprioritaskan perekrutan dari masyarakat setempat guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Fokus pada Produktivitas Tanaman
Menurut Abdul, peningkatan produktivitas menjadi kunci utama di balik rekrutmen massal ini. Seluruh tanaman harus dikelola dengan standar terbaik agar hasil panen optimal. Dengan tambahan tenaga kerja, perusahaan dapat mempercepat program perawatan, pemupukan, dan replanting yang selama ini terkendala keterbatasan personel.
Pihak perusahaan juga sedang menyusun program pelatihan singkat bagi calon pekerja agar siap terjun langsung ke lapangan. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa setiap tenaga kerja yang direkrut sudah memiliki kompetensi dasar yang dibutuhkan.
Dampak bagi Perekonomian Daerah
Rencana rekrutmen Agrinas ini disambut positif oleh anggota Komisi VI DPR. Mereka menilai langkah tersebut akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian di sekitar area perkebunan. Ribuan keluarga diperkirakan akan merasakan langsung dampak positif dari penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
Dengan bantahan tegas ini, Agrinas berharap isu PHK tidak lagi menjadi kegaduhan yang mengganggu fokus perusahaan dalam menggenjot produktivitas. Saat ini, tim manajemen terus mematangkan strategi rekrutmen agar seluruh proses berjalan transparan dan tepat sasaran.
Comments (0)