Oct 14, 2026
Politik

9.072 Personel Dikerahkan Padamkan Karhutla di Enam Provinsi

Sebanyak 9.072 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan titik-titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda enam provinsi pada Sabtu pagi, 10 Agustus 2019. Personel tersebut terdiri...

9.072 Personel Dikerahkan Padamkan Karhutla di Enam Provinsi

Sebanyak 9.072 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan titik-titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda enam provinsi pada Sabtu pagi, 10 Agustus 2019. Personel tersebut terdiri atas anggota Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat yang bergotong royong memadamkan api di wilayah terdampak.

Enam provinsi yang menjadi lokasi operasi pemadaman meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pengerahan kekuatan besar-besaran ini dilakukan menyusul meluasnya titik panas yang mengancam kawasan hutan dan lahan gambut di sejumlah daerah tersebut.

Sebaran Personel dan Wilayah Terdampak

Berdasarkan data yang dihimpun, ribuan personel tersebut tersebar di titik-titik api yang terus muncul di lahan gambut dan hutan produksi. Operasi pemadaman tidak hanya mengandalkan personel darat, tetapi juga melibatkan dukungan peralatan serta koordinasi lintas instansi di tingkat pusat dan daerah.

Wilayah Riau dan Jambi menjadi perhatian utama karena intensitas titik panas yang tinggi. Begitu pula Sumatera Selatan, yang secara historis memiliki kerentanan terhadap karhutla pada musim kemarau. Sementara itu, tiga provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, juga menghadapi situasi serupa dengan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Upaya Terpadu dan Partisipasi Masyarakat

Selain aparat dari BNPB, TNI, dan Polri, keberhasilan pemadaman turut ditopang oleh keterlibatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran. Warga bersama petugas bahu-membahu melakukan pemadaman manual, terutama di area yang sulit dijangkau peralatan berat.

Pemerintah daerah setempat juga dilaporkan menyiagakan posko serta jalur logistik untuk mendukung mobilitas personel. Koordinasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga provinsi, guna memastikan distribusi tenaga dan sumber daya berjalan efektif.

"Seluruh personel dikerahkan untuk memadamkan api di enam provinsi," demikian keterangan resmi BNPB yang menjadi dasar operasi tersebut.

Antisipasi dan Tantangan Ke Depan

Pemadaman karhutla pada lahan gambut menghadapi tantangan tersendiri karena api dapat menyala kembali di bawah permukaan tanah meskipun bagian atasnya sudah dipadamkan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan berkelanjutan serta metode pemadaman basah yang menyeluruh.

Selain faktor cuaca dan lahan, faktor manusia menjadi salah satu pemicu yang perlu diantisipasi. Karena itu, operasi pemadaman ini diharapkan diikuti dengan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti membuka lahan dengan cara membakar.

Pengerahan 9.072 personel di enam provinsi menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk melindungi kawasan hutan, menjaga kualitas udara, serta mengurangi dampak bencana asap bagi kesehatan dan aktivitas ekonomi warga.

BNPB menyatakan akan terus memantau perkembangan titik api dan menyesuaikan kebutuhan personel di lapangan sesuai kondisi terkini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User