2.087 KPM PKH Klaten Resmi Graduasi, Wamensos Sebut Kolaborasi Kunci Pengentasan Kemiskinan

Klaten – Sebanyak 2.087 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, resmi dinyatakan graduasi atau lulus dari program bantuan sosial. Para pener

Jul 06, 2026 - 13:22
0 0
2.087 KPM PKH Klaten Resmi Graduasi, Wamensos Sebut Kolaborasi Kunci Pengentasan Kemiskinan

Klaten – Sebanyak 2.087 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, resmi dinyatakan graduasi atau lulus dari program bantuan sosial. Para penerima manfaat kini telah mencapai kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial pemerintah. Capaian ini menjadi penanda penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu masyarakat rentan.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, yang dihubungi Apaberita.com pada Selasa (30/6/2026), menyampaikan apresiasi atas keberhasilan graduasi massal ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata hasil kerja pemerintah pusat, melainkan buah dari sinergi erat antara berbagai pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mentransformasi penerima bantuan menjadi warga yang berdaya.

"Ini adalah bukti bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan swasta, bergotong-royong untuk bisa memutus transmisi kemiskinan," ujar Agus Jabo kepada Apaberita.com.

Sinergi Multipihak Dorong Kemandirian

Program Keluarga Harapan sendiri merupakan bantuan sosial bersyarat yang menyasar keluarga sangat miskin dengan komponen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Graduasi KPM menandakan bahwa keluarga tersebut telah memenuhi sejumlah indikator, seperti peningkatan pendapatan, akses pendidikan anak yang terjamin, serta kondisi kesehatan yang lebih baik. Proses pendampingan intensif oleh pendamping PKH, pelatihan keterampilan, serta akses ke program pemberdayaan ekonomi menjadi faktor penentu di balik kisah sukses ini.

Pemerintah Kabupaten Klaten turut berperan aktif dengan menyediakan pelatihan kewirausahaan dan menghubungkan KPM dengan pasar serta lembaga keuangan mikro. Dukungan dari perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dinilai signifikan, mulai dari penyediaan modal usaha hingga pendampingan bisnis berkelanjutan. Hasilnya, banyak keluarga graduasi kini memiliki usaha kecil, bekerja di sektor formal, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi yang akhirnya mengangkat derajat ekonomi mereka.

Dengan graduasi 2.087 KPM ini, total keluarga yang berhasil lepas dari ketergantungan bantuan sosial di Klaten sepanjang tahun 2026 terus bertambah. Pemerintah berharap model kolaborasi serupa dapat direplikasi di daerah lain untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan nasional. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa bantuan sosial bukan sekadar jaring pengaman, melainkan batu loncatan menuju kesejahteraan.

Masyarakat dan pemerintah daerah setempat menyambut positif perkembangan ini. Salah satu pendamping PKH di Klaten, saat diwawancarai Apaberita.com, mengungkapkan bahwa perubahan pola pikir KPM dari “butuh bantuan” menjadi “ingin mandiri” adalah kunci utama. Para pendamping terus mendorong agar keluarga graduasi tetap bersemangat dan tidak kembali ke garis kemiskinan. Ke depan, pemantauan pasca-graduasi akan diperkuat untuk memastikan keberlanjutan kemandirian mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User