Jakarta — Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, menegaskan bahwa mundurnya 159 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak menimbulkan kerugian bagi negara. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul gelombang pengunduran diri yang terjadi setelah para manajer mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
"Negara tidak dirugikan atas pengunduran diri tersebut. Seluruh proses berjalan sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Joao Mota dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.
Joao menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi para manajer yang merasa tidak dapat memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Pihaknya memastikan tidak ada dana negara yang dialihkan atau hilang akibat peristiwa tersebut.
Latar Belakang Latsarmil dan Pengunduran Diri
Latihan Dasar Militer bagi manajer Kopdes Merah Putih merupakan program pembekalan yang dirancang untuk memperkuat disiplin, kepemimpinan, dan ketahanan fisik para pengelola koperasi. Program ini digelar sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah yang menempatkan Kopdes sebagai instrumen penguatan ekonomi desa.
Berdasarkan data yang dihimpun, Latsarmil diikuti oleh ribuan manajer dari berbagai daerah. Namun, sejumlah peserta menyatakan tidak sanggup melanjutkan setelah menjalani pelatihan dengan intensitas tinggi. Hingga saat ini, tercatat 159 manajer yang secara resmi mengajukan pengunduran diri.
"Mereka mengundurkan diri secara sukarela. Tidak ada paksaan dari pihak manapun," tegas Joao.
Ia menambahkan bahwa PT Agrinas Pangan Nusantara selaku badan yang ditunjuk pemerintah untuk mengawal program Kopdes Merah Putih akan segera melakukan rekrutmen ulang guna mengisi kekosongan posisi manajer di sejumlah desa.
Rekrutmen Ulang dan Jaminan Keberlanjutan Program
Joao memastikan proses rekrutmen pengganti akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, calon manajer baru akan melalui seleksi ketat yang mencakup aspek kompetensi manajerial, integritas, serta kesiapan fisik dan mental.
"Kami akan menindaklanjuti dengan rekrutmen ulang. Prosesnya akan dilakukan sesuai keputusan dan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program Kopdes Merah Putih tidak akan terganggu oleh pengunduran diri tersebut. Pemerintah, lanjutnya, tetap berkomitmen menjadikan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
"Program ini strategis. Kami tidak akan membiarkan hambatan administratif menghentikan upaya memperkuat ekonomi desa," kata Joao.
Tanggapan dan Pengawasan Publik
Pengunduran diri 159 manajer Kopdes Merah Putih menuai perhatian publik. Sejumlah kalangan mempertanyakan efektivitas pelatihan berbasis militer bagi pengelola koperasi yang berorientasi pada bisnis dan pelayanan masyarakat.
Namun, Joao menolak berspekulasi mengenai hal tersebut. Ia memilih fokus pada langkah perbaikan dan memastikan bahwa seluruh proses berjalan berdasarkan aturan yang ditetapkan pemerintah.
"Kami menghormati setiap masukan. Namun, keputusan yang diambil tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan dan keputusan rapat koordinasi," jelasnya.
PT Agrinas Pangan Nusantara sendiri merupakan perusahaan yang ditugaskan pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam konteks Kopdes Merah Putih, perusahaan ini berperan sebagai fasilitator pengembangan usaha, distribusi, dan pendampingan manajerial.
Joao menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan tidak ada kekosongan kepengurusan di koperasi desa. "Kami akan segera menempatkan pengganti agar layanan kepada masyarakat desa tetap berjalan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kementerian yang membawahi program Kopdes Merah Putih mengenai langkah lanjutan pasca pengunduran diri tersebut. Pemerintah dijadwalkan menggelar rapat pleno guna membahas evaluasi program dan mekanisme rekrutmen manajer baru.
Comments (0)