13 Penumpang Rombongan Hajatan Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Indramayu

Indramayu — Sebanyak 13 orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas beruntun yang terjadi di ruas Jalan Pantura, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Seluruh korban tewas m...

Jul 13, 2026 - 10:29
0 0
13 Penumpang Rombongan Hajatan Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Indramayu

Indramayu — Sebanyak 13 orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas beruntun yang terjadi di ruas Jalan Pantura, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Seluruh korban tewas merupakan penumpang minibus yang tengah dalam perjalanan pulang usai menghadiri resepsi pernikahan di daerah Cirebon.

Kecelakaan nahas itu melibatkan sebuah minibus Mitsubishi L300 bernomor polisi E 7463 ZD, satu unit truk tronton pengangkut material bangunan, dan sebuah kendaraan pikap. Berdasarkan data sementara Kepolisian Resor Indramayu, insiden bermula ketika minibus yang mengangkut 18 penumpang warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, oleng dan menerobos jalur berlawanan.

Kronologi Tabrakan Beruntun

Insiden berlangsung sekitar pukul 03.15 WIB di Jalan Raya Pantura, tepatnya di Kilometer 127, wilayah Desa Cempeh, Kecamatan Lelea. Minibus yang dikemudikan oleh Dedi (41) melaju dari arah Cirebon menuju Indramayu. Saat melintas di jalan yang relatif lurus, pengemudi diduga kehilangan kendali sehingga kendaraan menyelonong ke kanan dan langsung bertabrakan frontal dengan truk tronton bernomor polisi H 1623 BA yang datang dari arah berlawanan.

Benturan keras menyebabkan minibus terpental dan berputar. Nahas, dari belakang, sebuah pikap Suzuki Carry berwarna hitam yang dikemudikan Ahmad (35) tak sempat menghindar dan menghantam sisi samping minibus. Saksi mata, Rohmat (52), pedagang warung kopi di sekitar lokasi, menuturkan suara benturan terdengar sangat keras memecah keheningan dini hari.

“Saya kaget, suaranya seperti bom. Begitu keluar, saya lihat minibus sudah ringsek parah, banyak orang berteriak minta tolong,” ujar Rohmat saat ditemui di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian dan relawan yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi para korban. Sebanyak 13 penumpang minibus, terdiri atas 7 perempuan dan 6 laki-laki, dinyatakan meninggal di tempat. Lima korban lainnya mengalami luka berat dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu. Sementara, pengemudi truk dan pikap hanya menderita luka ringan.

Mayoritas Korban Warga Satu Desa

Kapolres Indramayu, AKBP Henry Edison, dalam konferensi pers di Mapolres Indramayu, membenarkan bahwa seluruh korban tewas merupakan warga Desa Cempeh. Mereka baru saja menghadiri pesta pernikahan kerabat di Desa Weragati, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu malam (11/7/2026). Rombongan berangkat menggunakan satu minibus sewaan dan hendak pulang ke kampung halaman saat insiden terjadi.

“Data sementara, 13 korban meninggal adalah penumpang minibus. Mereka satu rombongan yang baru pulang dari acara hajatan. Jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata AKBP Henry Edison.

Pihak kepolisian telah mengambil sampel darah pengemudi minibus untuk mendeteksi kemungkinan pengaruh alkohol atau narkoba. Namun, dugaan awal yang menguat, Dedi mengalami microsleep atau kelelahan akibat perjalanan jauh pada malam hari. Jalur Pantura, terutama pada jam rawan, kerap menjadi lokasi kecelakaan akibat pengemudi yang kurang istirahat.

Penanganan dan Evakuasi

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu lebih dari dua jam. Tim rescue dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu menggunakan alat berat untuk mengeluarkan jasad yang terjepit di antara bangkai minibus. Arus lalu lintas di Pantura sempat terputus total dan dialihkan melalui jalur alternatif, menyebabkan antrean kendaraan hingga lebih dari lima kilometer di kedua arah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, Agus Triyono, yang ikut memantau di lapangan, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan audit keselamatan di titik rawan kecelakaan tersebut.

“Kami akan mengevaluasi rambu-rambu dan penerangan jalan di KM 127. Ini menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Hingga Minggu siang, petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Barang bukti berupa ketiga kendaraan yang ringsek telah diamankan ke Unit Laka Lantas Polres Indramayu untuk pemeriksaan teknis.

Duka Warga Desa Cempeh

Kabar kematian belasan warganya dalam satu peristiwa membuat Desa Cempeh berduka. Puluhan warga mendatangi RSUD Indramayu begitu mendengar kabar tersebut. Isak tangis keluarga korban pecah saat petugas rumah sakit mengumumkan identitas para korban tewas. Kepala Desa Cempeh, Sutarno, tak kuasa menahan haru saat ditemui di depan kamar jenazah.

“Saya sangat terpukul. Mereka adalah tetangga saya sendiri. Semuanya orang baik, baru saja bergembira di pesta, tiba-tiba pulang dalam keadaan begini. Ini cobaan berat bagi desa kami,” ucap Sutarno dengan suara bergetar.

Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Sosial telah memberikan santunan kepada masing-masing ahli waris korban sebesar Rp5 juta. Bupati Indramayu, Nina Agustina, juga menginstruksikan jajarannya untuk memberikan pendampingan psikososial kepada keluarga korban. Selain itu, biaya perawatan korban luka akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih mendata identitas lengkap 13 korban tewas. Polres Indramayu mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke posko identifikasi di RSUD Indramayu. Kejadian ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan di Pantura Indramayu sepanjang tahun 2026.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User