Ledakan di Purwakarta Tewaskan Satu Warga, Polisi Belum Pastikan Sumber
Ledakan keras yang mengguncang kawasan permukiman di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (13/7/2024) malam, menewaskan satu orang warga. Hingga tengah malam, jajaran Kepolisian Resor Purwakar...
Ledakan keras yang mengguncang kawasan permukiman di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (13/7/2024) malam, menewaskan satu orang warga. Hingga tengah malam, jajaran Kepolisian Resor Purwakarta belum dapat memastikan sumber maupun penyebab pasti dari dentuman yang menghancurkan sebuah rumah di Kampung Cikopo, Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, itu.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.15 WIB. Sejumlah saksi mata yang tinggal tidak jauh dari lokasi mengaku mendengar dua kali suara ledakan dahsyat yang menggetarkan jendela dan pintu rumah mereka. Tidak lama kemudian, kobaran api terlihat membumbung dari atap rumah milik AS (57), seorang sopir truk yang tinggal sendirian. Warga yang panik segera menghubungi pemadam kebakaran dan pihak kepolisian. Dua unit mobil pemadam dari Pos Induk Purwakarta tiba di lokasi sekitar 25 menit kemudian, disusul personel Polsek Bungursari dan Polres Purwakarta. Api yang melahap bangunan semi permanen itu berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 22.30 WIB. Namun nahas, saat petugas memasuki puing-puing rumah, mereka menemukan jasad korban dalam kondisi luka bakar parah di ruang tengah.
Korban Meninggal Dunia di Lokasi Ledakan
Korban yang diketahui berinisial AS merupakan pemilik rumah dan warga setempat. Jenazahnya segera dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan visum et repertum. Pihak keluarga yang tiba di lokasi tidak kuasa menahan tangis. Kepala Desa Cikopo, Maman Suryana, yang berada di tempat kejadian, membenarkan bahwa korban tinggal seorang diri di rumah tersebut setelah ditinggal istrinya yang meninggal beberapa tahun silam. “Anak-anaknya merantau di luar kota,” ujar Maman singkat.
Polisi Kerahkan Labfor, Sumber Ledakan Masih Misteri
Kepala Polres Purwakarta, AKBP I Gusti Ngurah Agung Surya Wirawan, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara intensif. Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Barat sudah diterjunkan untuk mengumpulkan dan memeriksa sampel residu dari material yang diduga menjadi pemicu ledakan. “Kami belum bisa memberikan keterangan detail soal sumber ledakan. Saat ini tim masih mengidentifikasi jenis material sisa ledakan dan memeriksa kemungkinan apakah berasal dari benda-benda yang mudah meledak seperti tabung gas, petasan, atau material lain,” tegas AKBP Agung di sela-sela kegiatan olah TKP.
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya belum menemukan indikasi kesengajaan maupun unsur pidana lain. “Semua masih kami dalami. Kami mengimbau warga untuk tidak berspekulasi dan mempercayakan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua RT 03, Dedi Kurniawan (50), mengatakan bahwa korban bukanlah sosok yang mencurigakan dan tidak memiliki riwayat menyimpan barang-barang berbahaya. “Dia orangnya pendiam. Kami tidak pernah melihat ada tabung gas besar atau benda aneh di rumahnya,” ucap Dedi.
Beberapa warga yang ditemui di lokasi memberikan kesaksian beragam. Rahmat (45), tetangga korban, mengatakan bahwa ia sempat mencium bau menyengat seperti belerang sesaat setelah ledakan. Namun kesaksian lain dari Yuni (38), warga yang tinggal di depan rumah korban, menyebutkan bahwa ia melihat kilatan cahaya putih sesaat sebelum dentuman terdengar. Polisi mengaku akan mengonfirmasi seluruh keterangan tersebut dengan bukti ilmiah dari Labfor.
Dampak dan Respons Pemerintah Daerah
Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada rumah korban. Atap bangunan ambrol, dinding bagian depan jebol, dan sejumlah perabot rumah tangga hancur. Beberapa rumah di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan ringan berupa pecah kaca jendela dan retak pada tembok. Satu unit sepeda motor yang terparkir di teras rumah ikut hangus terbakar. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, petugas PLN terpaksa memutus aliran listrik di area RT 03/RW 05 setempat hingga situasi dinyatakan aman.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Sekretaris Daerah, Norman Nugraha, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. “Kami turut berduka cita. Pemerintah daerah siap membantu proses penanganan dan berkoordinasi dengan kepolisian agar peristiwa ini segera terang benderang,” katanya. Dinas Sosial setempat juga telah mendirikan dapur umum di balai desa untuk warga yang mengungsi sementara.
Dalam konferensi pers singkat, Kapolres AKBP Agung menegaskan bahwa status TKP masih dalam pengamanan ketat dan proses pengumpulan bukti diperkirakan akan berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan. “Kami berkomitmen untuk mengungkap fakta yang sebenarnya secara transparan dan ilmiah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Raya Bungursari yang sempat dialihkan sudah kembali normal. Aktivitas warga di sekitar lokasi berangsur pulih meskipun sebagian masih diwarnai rasa was-was menanti hasil penyelidikan kepolisian.
Baca juga:
Comments (0)