Harga Wuling Aira ev Dikonfirmasi di Bawah Rp200 Juta
PT SGMW Motor Indonesia, produsen kendaraan bermerek Wuling di Tanah Air, akhirnya memberikan sinyal kuat mengenai banderol harga mobil listrik kompak terbarunya, Wuling Aira ev. Marketing Operation D...
PT SGMW Motor Indonesia, produsen kendaraan bermerek Wuling di Tanah Air, akhirnya memberikan sinyal kuat mengenai banderol harga mobil listrik kompak terbarunya, Wuling Aira ev. Marketing Operation Director Wuling Motors Indonesia, Ricky Christian, menyatakan bahwa perusahaan sedang mengalkulasi harga jual yang optimal dengan target di bawah Rp200 juta. Pernyataan itu disampaikan dalam kesempatan di kawasan pabrik Cikarang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/7/2026).
"Kami saat ini masih melakukan kalkulasi agar bisa memberikan harga terbaik. Upaya kami adalah memastikan Aira ev dapat dipasarkan dengan banderol di bawah Rp200 juta," ujar Ricky Christian.
Produksi dan Distribusi Perdana
Ricky menambahkan, Wuling telah membuka keran pemesanan untuk Aira ev mulai Juli 2026. Di saat yang sama, aktivitas perakitan model battery electric vehicle (BEV) tersebut sudah dimulai di fasilitas produksi Cikarang. Sejumlah unit bahkan sudah mulai didistribusikan ke jaringan diler resmi Wuling di berbagai wilayah.
"Proses perakitan Wuling Aira ev sudah berjalan. Sebagian unit telah kami kirim ke diler untuk persiapan peluncuran. Masyarakat yang ingin merasakan langsung pengalaman berkendara dengan Aira ev bisa mengunjungi diler terdekat," jelas Ricky.
Peluang di Segmen City Car Listrik
Wuling menaruh harapan besar pada Aira ev sebagai penantang di segmen micro city car bertenaga baterai. Sebelumnya, pabrikan asal Tiongkok ini telah lebih dulu memperkenalkan model Air ev pada 2023 yang sukses membuka pasar kendaraan listrik kompak di Indonesia. Berdasarkan data internal perusahaan, city car BEV saat ini menguasai sekitar 30 persen dari total pasar kendaraan listrik di Indonesia, menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih terbuka lebar.
"Kami melihat keberlanjutan segmen city car BEV sangat positif. Dominasi sekitar 30 persen menegaskan bahwa masyarakat semakin menerima kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas perkotaan," tutur Ricky.
Dimensi dan Karakter Desain
Dari sisi ukuran, Wuling Aira ev memiliki panjang total 3.268 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.575 mm, serta jarak sumbu roda 2.190 mm. Angka ini menunjukkan perbedaan signifikan dengan pendahulunya, Air ev, yang hanya memiliki panjang 2.974 mm. Selisih hampir 300 mm itu memberi ruang kabin yang lebih lega bagi penumpang.
Bukan sekadar dimensi, identitas desain Aira ev juga mudah dikenali. Seluruh bagian kendaraan ini didominasi elemen membulat, mulai dari lekuk bodi hingga komponen lampu depan dan belakang yang berbentuk lingkaran. Gaya retro-modern ini kontras dengan tampilan Air ev yang lebih kaku dan bersudut tajam.
Prospek Kompetitif di Pasar
Dengan perkiraan harga di bawah Rp200 juta, Wuling Aira ev berpotensi menjadi salah satu opsi paling terjangkau di kelas micro BEV yang semakin ramai. Langkah ini sekaligus menjadi respons terhadap permintaan konsumen yang menginginkan kendaraan listrik murah dengan jangkauan cukup untuk kebutuhan urban. Apalagi, dukungan ekosistem kendaraan listrik seperti stasiun pengisian daya dan insentif pajak dari pemerintah terus berkembang, memperkuat daya tarik model-model seperti Aira ev.
Jika nantinya benar-benar dijual di bawah Rp200 juta, Aira ev akan menjadi salah satu mobil listrik termurah di Indonesia, bersaing langsung dengan model-model LCGC konvensional yang mendominasi segmen kendaraan terjangkau. Dengan status sebagai kendaraan listrik murni, Aira ev dapat menikmati berbagai insentif fiskal dan nonfiskal yang telah diatur dalam regulasi pemerintah, seperti pembebasan Bea Balik Nama (BBN) dan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah. Hal ini semakin menekan harga on the road dan membuatnya makin atraktif bagi konsumen pemula maupun mereka yang ingin beralih dari mobil konvensional.
Kehadiran Wuling Aira ev di segmen ini juga menandai komitmen PT SGMW Motor Indonesia dalam mendukung program percepatan elektrifikasi kendaraan bermotor nasional. Pemerintah menargetkan dua juta kendaraan listrik beroperasi pada tahun 2030, dan kehadiran model terjangkau dari pabrikan global menjadi katalis penting untuk mencapai target tersebut. Dengan harga yang hampir menyentuh psikologis konsumen Indonesia, Aira ev bisa menjadi tulang punggung adopsi massal mobil listrik di Tanah Air.
Baca juga:
Comments (0)