12 Korban Tewas dalam Kecelakaan Rombongan Tamu Kawinan di Indramayu

Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil pikap pengangkut rombongan tamu undangan pernikahan di Jalan Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kabupaten Indramayu,...

Jul 13, 2026 - 14:19
0 0
12 Korban Tewas dalam Kecelakaan Rombongan Tamu Kawinan di Indramayu

Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil pikap pengangkut rombongan tamu undangan pernikahan di Jalan Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (12/7) bertambah menjadi 12 orang. Kepastian itu disampaikan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, pada Senin (13/7).

“Dua orang korban yang sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akhirnya meninggal dunia. Sebelumnya tercatat 10 korban tewas, sehingga total kini menjadi 12 orang,” ujar AKP Undang Syarif Hidayat di lokasi kejadian.

Olah TKP dan Penyelidikan

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Barat bersama jajaran Satlantas Polres Indramayu segera menggelar olah tempat kejadian perkara pada Senin (13/7). Kegiatan itu meliputi pengukuran dan dokumentasi lokasi untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan. Hingga berita ini diturunkan, hasil sementara belum dirilis, namun polisi mendalami kemungkinan faktor kelalaian dan kelebihan muatan penumpang pada kendaraan pikap yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi angkutan orang.

Korban dari Dua Desa

Kepala Desa Cempeh, Carkana, mengonfirmasi bahwa sembilan dari 12 korban meninggal adalah warganya, tepatnya di lingkungan RT 13 RW 04. Sisanya, tiga korban, merupakan penduduk Desa Kiajaran Kulon. “Di antara para korban terdapat ikatan keluarga, yaitu ayah dan anak, serta ibu dan anak. Mereka semua saling bertetangga,” ungkap Carkana, menambahkan bahwa tidak seluruh identitas dapat ia sebutkan.

Daftar Nama Korban Meninggal

Berdasarkan data yang dihimpun dari kepolisian dan rumah sakit, para korban tewas adalah: Yunah (RS Mitra Plumbon), Ikbal (anak-anak, RS Bhayangkara), Karsnih (RS Bhayangkara), Sawen (RS Bhayangkara), Sinta (RS Bhayangkara), Ayu (RS Bhayangkara), Sanerah (RS Bhayangkara), Idah (RS Bhayangkara), Riyantoni (anak-anak, RS Bhayangkara), Albara Putra Bpk. Warkidi (anak-anak, RS Mitra Plumbon), Warkidi (sopir, RS Mitra Plumbon), dan Tamara (RS Mitra Plumbon).

Khusus untuk dua korban tambahan yang meninggal pada Senin (13/7) adalah Albara Putra dan Tamara yang sempat dirawat di RS Mitra Plumbon. Sebelumnya, korban meninggal di hari kejadian termasuk Ikbal, Karsnih, Sawen, Sinta, Ayu, Sanerah, Idah, Riyantoni, serta Warkidi sang sopir. Sementara itu, Yunah juga dinyatakan meninggal di RS Mitra Plumbon.

Insiden tragis ini mengingatkan kembali tingginya risiko penggunaan kendaraan bak terbuka sebagai angkutan penumpang, terutama dalam acara hajatan di daerah. Jalur Pantura Indramayu yang padat dan sering dilintasi kendaraan besar disebut sebagai salah satu ruas rawan kecelakaan. Meski demikian, pihak kepolisian belum memastikan apakah faktor jalan turut berperan dalam musibah tersebut.

Polres Indramayu mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas dan tidak memaksakan kendaraan bermuatan berlebih. Proses identifikasi korban luka masih berlangsung di beberapa fasilitas kesehatan. “Kami turut berduka cita dan berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan,” tutup AKP Undang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User