Yusuf Mahardika Bintang Rambut Sewu Ternyata Bercita-cita Jadi Atlet
Artis peran Yusuf Mahardika mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menargetkan karier sebagai jurnalis sebelum menerima peran dalam film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Dalam konferensi...
Artis peran Yusuf Mahardika mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menargetkan karier sebagai jurnalis sebelum menerima peran dalam film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Dalam konferensi pers peluncuran poster, trailer, dan lagu tema film tersebut di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ia menyatakan bahwa cita-cita masa kecilnya justru mengarah ke dunia olahraga, bukan ke ruang redaksi maupun dunia seni peran.
"Enggak sih, dulu pengin jadi atlet. Penginnya gitu, malah kejeblos di film," ujar Yusuf Mahardika.
Pernyataan tersebut disampaikan Yusuf saat menjawab pertanyaan awak media mengenai persiapannya memerankan tokoh Damar, seorang jurnalis muda di majalah horor. Meski latar belakang pribadinya berbeda jauh dari profesi yang dijalani karakter tersebut, ia menegaskan bahwa keputusan menerima peran itu diambil setelah mempertimbangkan kedekatan emosional dengan watak Damar.
Peran Damar dan Kedekatan Karakter
Dalam film garapan sutradara Hanny R Saputra itu, Yusuf Mahardika dipercaya memerankan Damar, seorang jurnalis yang menaruh minat besar pada kisah-kisah horor yang belum banyak diangkat ke permukaan. Alih-alih menyoroti peristiwa yang sudah lazim diberitakan, Damar digambarkan aktif memburu cerita dari sumber-sumber yang jarang dijangkau kalangan media arus utama.
Yusuf menyatakan bahwa terdapat satu kesamaan mendasar antara dirinya dengan tokoh yang diperankannya, yakni dorongan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal yang belum diketahui publik secara luas. Menurutnya, sifat tersebut menjadi jembatan yang memudahkannya memahami alur berpikir dan motivasi Damar sepanjang cerita.
"Jadi dia memang mau mencari cerita-cerita horor yang tidak pasaran menurut dia. Jadi memang dia selalu mencari yang enggak orang tahu. Jadi ya, mungkin kesamaan aku sama Damar itu kali ya, sama-sama pengin mencari yang enggak banyak orang tahu," tuturnya.
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan bahwa pendalaman karakter dilakukan dengan menelaah kebiasaan kerja seorang jurnalis, mulai dari cara menggali informasi, menelusuri narasumber, hingga menyusun laporan. Kendati bukan berasal dari dunia kewartawanan, ia menekankan bahwa proses riset tersebut dijalani secara sungguh-sungguh agar penampilannya tetap kredibel di hadapan penonton.
Taskya Namya dan Dinamika di Lokasi Syuting
Aktris Taskya Namya yang menjadi lawan main Yusuf dalam film tersebut turut memberikan komentar ringan mengenai peran jurnalis yang diemban rekannya. Ia menyebut bahwa tokoh Damar tidak menjalani aktivitas layaknya atlet, melainkan bekerja menelusuri dan menyampaikan pemberitaan.
"Enggak nendang bola kan, tapi nendang berita," kata Taskya Namya sambil bercanda.
Ucapan Taskya tersebut disampaikan dalam suasana konferensi pers yang berlangsung akrab, seusai tim produksi memperkenalkan materi promosi film secara resmi kepada media. Kehadiran kedua pemeran utama itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peluncuran yang digelar di Jakarta Pusat.
Rangkaian Peluncuran Materi Promosi
Kegiatan konferensi pers tersebut menjadi ajang perkenalan resmi sejumlah materi promosi film, meliputi poster, trailer, serta lagu tema. Sebelumnya, Yusuf Mahardika juga terpantau mengunjungi kantor redaksi sebuah media di Jakarta pada Senin, 5 Oktober 2026, dalam rangkaian aktivitas publikasi film yang sama.
Adapun konferensi pers di kawasan Menteng berlangsung pada Selasa, 7 Oktober 2026, dan dihadiri sejumlah awak media nasional. Dalam acara itu, para pemain dan tim produksi memaparkan gambaran umum cerita serta alasan pemilihan latar belakang jurnalis sebagai elemen utama narasi film bergenre horor tersebut.
Pemilihan profesi jurnalis sebagai tokoh sentral dinilai memberikan sudut pandang berbeda pada cerita horor, sebab penelusuran berita menghadirkan alur investigatif yang mendorong tokoh utama bergerak dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Pola tersebut, menurut tim produksi, menjadi pembeda film ini dari karya sejenis yang umumnya bertumpu pada teror makhluk halus semata.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal penayangan perdana film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih di jaringan bioskop. Pihak produksi menyatakan bahwa informasi lebih lanjut mengenai tanggal tayang akan disampaikan melalui kanal resmi mereka dalam waktu dekat.
Comments (0)