Oct 12, 2026
Politik

Sopir Ojek Daring Tewas Terkubur, Dua Pelaku Ditangkap

Seorang pengemudi taksi daring yang sempat dinyatakan hilang ditemukan telah meninggal dunia dalam kondisi terkubur di sebuah saung di kawasan perkebunan teh Margawindu, Cisoka, Kabupaten Sumedang, pa...

Sopir Ojek Daring Tewas Terkubur, Dua Pelaku Ditangkap

Seorang pengemudi taksi daring yang sempat dinyatakan hilang ditemukan telah meninggal dunia dalam kondisi terkubur di sebuah saung di kawasan perkebunan teh Margawindu, Cisoka, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (11/10). Korban diidentifikasi sebagai Yogi Saparudin, 35 tahun, warga Cisarua, Kabupaten Sumedang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban pertama kali dilaporkan menghilang sejak Jumat (9/10). Sebelum menghilang, Yogi terakhir kali membagikan titik lokasi penjemputan penumpang di area galian pasir kaki Gunung Tampomas, Cimalaka, pada Kamis (8/10) sore.

Rekan kerja korban, Ari Prabawa, yang turut serta dalam proses pencarian, menyatakan bahwa Yogi sempat menerima pesanan perjalanan yang diduga bersifat fiktif sebelum akhirnya tidak kembali.

"Dari hari Kamis, jam delapan malam, melaporkan kembali. Tapi, terakhir bikin status WhatsApp itu sore lagi di galian," ucap Ari Prabawa di Sumedang.

Dua Terduga Pelaku Diamankan di Gunung Buleud

Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang bergerak cepat menindaklanjuti laporan kehilangan tersebut. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa kematian pengemudi taksi daring itu.

Penangkapan dilakukan di sebuah rumah di kawasan Gunung Buleud, Desa Jatimulya, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu (10/10). Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, membenarkan penangkapan tersebut.

"Dua orang yang diamankan berinisial AD, 30 tahun, dan MIN, 17 tahun," kata AKP Awang Munggardijaya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua terduga pelaku untuk mendalami peran masing-masing dalam kasus tersebut.

Diduga Berlatar Persoalan Utang Rp25 Juta

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa nahas itu diduga dilatarbelakangi persoalan utang senilai Rp25 juta yang belum dibayarkan korban kepada terduga pelaku AD. Motif ekonomi tersebut menjadi fokus penyelidikan sementara pihak kepolisian.

Kronologi kejadian, menurut hasil pendalaman penyidik, bermula pada Kamis (8/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, AD memesan layanan kendaraan melalui aplikasi inDrive yang dikemudikan oleh korban.

Dalam perjalanan tersebut, korban dan AD diduga terlibat perselisihan hingga AD turun di depan SMA Negeri 2 Cimalaka. Setelah itu, AD diduga menjemput MIN dan kembali memesan kendaraan yang dikemudikan korban dari kawasan Kebon Jati dengan tujuan kawasan Galian Bilkis, Cimalaka, Sumedang.

Sesampainya di lokasi tujuan, dugaan tindak pidana terjadi. Jasad korban kemudian dilaporkan dikuburkan di area saung perkebunan teh Margawindu, Cisoka. Lokasi tersebut cukup terpencil dan jauh dari permukiman warga sehingga sempat menyulitkan proses pencarian.

Polisi Dalami Peran Kedua Pelaku

Pihak Kepolisian Resor Sumedang menyatakan akan mendalami keterlibatan kedua terduga pelaku, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut membantu proses pemakaman jasad korban. Penyidik juga tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian maupun dari tangan kedua terduga pelaku.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden yang menimpa pengemudi transportasi daring di Indonesia. Sejumlah kalangan mendesak adanya penguatan sistem verifikasi pemesanan serta perlindungan keselamatan bagi para pengemudi yang beroperasi, khususnya pada jam-jam rawan di wilayah minim pengawasan.

Kepolisian mengimbau masyarakat, terutama para pengemudi taksi daring, untuk tetap waspada terhadap pesanan yang mencurigakan serta melaporkan segera apabila menemui indikasi ancaman atau tindak kejahatan di lingkungan kerjanya. Proses hukum terhadap kedua terduga pelaku akan dilanjutkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User