Yonif 511/DY Bagikan 50 Paket Sembako di Tiom Lanny Jaya
Tiom, Lanny Jaya – Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 511/DY menyalurkan 50 paket bahan kebutuhan pokok kepada warga di wilayah Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegu...
Tiom, Lanny Jaya – Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 511/DY menyalurkan 50 paket bahan kebutuhan pokok kepada warga di wilayah Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada Jumat (11/4). Penyaluran ini merupakan bagian dari rangkaian operasi teritorial yang dijalankan satuan tersebut di sepanjang jalur perbatasan darat untuk meringankan beban masyarakat di daerah terpencil.
Langkah Peduli di Wilayah Pegunungan
Komandan Satgas Yonif 511/DY, Letnan Kolonel Infanteri Ardi Hermawan, menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan serentak di tiga titik distribusi yang tersebar di Distrik Tiom. Paket sembako yang disalurkan mencakup beras, minyak goreng, gula pasir, kopi, teh, dan mie instan. Menurutnya, bantuan difokuskan kepada keluarga prasejahtera, janda, serta warga lanjut usia yang terdampak langsung oleh terbatasnya akses pasokan logistik dari pusat kabupaten.
“Kami menugaskan sepuluh prajurit dari Pos Kotis Tiom untuk mendistribusikan langsung paket ini dari rumah ke rumah agar tepat sasaran. Ini adalah wujud kehadiran negara melalui TNI di tengah-tengah masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi,” ujar Letkol Ardi dalam keterangannya selepas kegiatan.
Respons Warga dan Distribusi Tepat Sasaran
Salah seorang penerima bantuan, Martha Yigibalom (62), mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh aparat keamanan. Ia menuturkan bahwa selama tiga bulan terakhir harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Tiom melonjak drastis akibat terputusnya jalur transportasi darat karena cuaca ekstrem. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sudah lama kami tidak bisa membeli beras dengan harga normal,” katanya dalam bahasa lokal yang diterjemahkan oleh anggota satgas.
Data dari Posko Pelayanan Terpadu Satgas Yonif 511/DY menyebutkan bahwa dari 50 paket, sebanyak 20 paket dialokasikan ke Kampung Gikawi, 15 paket ke Kampung Bonom, dan 15 paket lainnya ke Kampung Yogobak. Distribusi dilakukan dengan pengawalan ketat mengingat kondisi medan yang berbukit dan rawan longsor. Setiap paket memiliki nilai ekonomi sekitar Rp250.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp12.500.000.
Membangun Komunikasi Sosial di Wilayah Rawan
Dansatgas menegaskan bahwa penyaluran sembako tidak semata-mata bersifat karitatif, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial guna memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat di daerah rawan konflik. “Kegiatan ini mendukung stabilitas keamanan karena menumbuhkan kepercayaan publik. Kami ingin warga melihat TNI sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar alat keamanan,” tegasnya. Ia menambahkan, operasi semacam ini akan terus dijadwalkan secara berkala selama masa penugasan di sektor perbatasan Papua Pegunungan..
Dalam koordinasi dengan Pemerintah Distrik Tiom, satgas juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak lain seperti air bersih, layanan kesehatan keliling, dan perlengkapan sekolah. Rencana tindak lanjut sedang dirumuskan bersama dinas terkait di tingkat kabupaten. Sementara itu, Kepala Distrik Tiom, Yosep Wenda, mengapresiasi inisiatif satgas dan berharap model kemitraan serupa dapat direplikasi di wilayah pedalaman lain.
Satgas Yonif 511/DY sendiri telah bertugas di sektor perbatasan Papua sejak Desember 2024, menggantikan Satgas Yonif 512/QY. Satuan ini membawahi sejumlah pos pengamanan yang tersebar dari Pegunungan Bintang hingga Lanny Jaya, dengan fokus utama pada deteksi dini pergerakan kelompok bersenjata dan perlindungan masyarakat di jalur-jalur perbatasan tradisional. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Distrik Tiom pasca-penyaluran bantuan dinyatakan kondusif.
Baca juga:
Comments (0)