FIFA Buka Opsi Tambah Peserta Piala Dunia 2030 ke 64 Negara

Zurich, Swiss — Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi mempertimbangkan wacana penambahan jumlah kontestan putaran final Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Sikap ini disampaikan langsun...

Jul 13, 2026 - 11:41
0 0

Zurich, Swiss — Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi mempertimbangkan wacana penambahan jumlah kontestan putaran final Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Sikap ini disampaikan langsung Presiden FIFA Gianni Infantino dalam Rapat Koordinasi Strategis di markas besar FIFA, Kamis (15/5/2025), sebagai tindak lanjut dari evaluasi format 48 tim yang akan diterapkan perdana pada edisi 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Infantino menegaskan, keberhasilan proyeksi dampak kompetisi dan peningkatan partisipasi global menjadi dasar utama pembahasan tersebut. “Kami sedang menelaah secara mendalam kemungkinan untuk memperluas jumlah peserta menjadi 64 negara pada Piala Dunia 2030. Angka ini dibahas sebagai respons terhadap tingginya antusiasme asosiasi anggota dan capaian positif simulasi format 48 tim,” ujarnya.

Lonjakan dari 32 ke 64 dalam Dua Edisi

Sejak edisi 1998 di Prancis, Piala Dunia digelar dengan 32 tim. Dewan FIFA kemudian mengesahkan perluasan menjadi 48 peserta untuk Piala Dunia 2026 melalui keputusan tertanggal 10 Januari 2017. Kini, hanya berselang satu edisi, wacana 64 tim mencuat. Jika disetujui, akan terjadi lompatan dua kali lipat jumlah partisipan dalam tempo dua dekade.

Pleno Dewan FIFA disebut telah menerima kertas kerja yang memproyeksikan format 64 tim akan menghasilkan total 128 pertandingan—naik dari 104 laga pada format 48 tim, dan 64 laga pada format 32 tim. Dokumen tersebut juga menghitung potensi pendapatan hak siar dan sponsor yang melonjak hingga 40 persen, namun dengan catatan ketat terhadap kualitas pertandingan dan beban fisik pemain.

Dukungan Konfederasi dan Catatan Teknis

Sejumlah konfederasi benua menyatakan sikap terbuka. Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) Patrice Motsepe menyebut rencana ini “layak dikaji asalkan tidak mengorbankan standar teknis dan jadwal yang sudah padat.” Sementara itu, Sekretaris Jenderal UEFA Theodore Theodoridis menekankan perlunya penyesuaian kalender internasional. “Kami perlu memastikan bahwa setiap perubahan tidak merusak keseimbangan kompetisi antarklub dan kesehatan pemain,” ujarnya dalam pertemuan terpisah.

FIFA sendiri membentuk Tim Kerja Khusus yang dipimpin Wakil Presiden FIFA dan Presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez. Tim ini bertugas merumuskan skenario penjadwalan, pembagian grup, serta kebutuhan infrastruktur. Hasil sementara akan dilaporkan dalam Rapat Koordinasi Luar Biasa yang dijadwalkan berlangsung di Kigali, Rwanda, pada Oktober mendatang.

Konteks Historis Edisi Seratus Tahun

Piala Dunia 2030 bertepatan dengan peringatan satu abad turnamen. FIFA telah menetapkan bahwa laga pembuka akan digelar di Estadio Centenario, Montevideo, Uruguay, untuk menghormati edisi perdana 1930. Spanyol, Portugal, dan Maroko ditunjuk sebagai tuan rumah utama, sementara Argentina, Paraguay, dan Uruguay akan menggelar masing-masing satu pertandingan awal. Dengan format 64 tim, jumlah stadion yang harus memenuhi standar FIFA diproyeksikan mencapai 24 venue.

Infrastruktur menjadi isu krusial. Spanyol dan Portugal diuntungkan oleh warisan Euro 2004 dan 2020, sedangkan Maroko telah membangun kompleks olahraga modern untuk mengantisipasi event global. Pemerintah Uruguay menyatakan kesiapan merevitalisasi Estadio Centenario agar sesuai dengan persyaratan teknis. “Kami mendukung penuh visi FIFA, selama aspek keberlanjutan dan warisan tetap menjadi prioritas,” kata Menteri Olahraga Uruguay Sebastian Bauza.

Format anyar ini juga akan memperlebar pintu bagi negara-negara yang sebelumnya minim kesempatan tampil. Zona Asia dan Afrika diperkirakan mendapat tambahan jatah signifikan. Berdasarkan simulasi awal yang beredar di kalangan anggota Dewan, AFC berpotensi memperoleh 12 slot—naik dari 8,5 pada format 48 tim—sementara CAF mendapat 13 tempat.

Namun, sejumlah kalangan mengingatkan agar ekspansi tidak mencederai aspek kompetitif. Legenda sepak bola Brasil yang kini menjadi pengamat teknis FIFA, Ronaldo Nazario, menyampaikan, “Semangat inklusivitas harus diimbangi dengan jaminan bahwa setiap laga tetap kompetitif. Jangan sampai kita menghadirkan festival tanpa gengsi.” Pernyataan ini menjadi perhatian serius di internal Federasi.

Proses pengambilan keputusan akan melalui sejumlah tahapan: pembahasan di tingkat komite, pengesahan oleh Dewan FIFA, hingga ratifikasi oleh Kongres FIFA. Kongres berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026, tepat sebelum Piala Dunia 48 tim dimulai. Jika disahkan, format 64 tim akan menjadi titik balik terbesar dalam sejarah penyelenggaraan sejak turnamen pertama 95 tahun silam.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User