Warisan Ali Sadikin Diungkap Kembali dalam Pameran Arsip Sejarah Jakarta

Jejak kepemimpinan dan pemikiran Gubernur DKI Jakarta periode 1966–1977, Ali Sadikin, kembali dihadirkan melalui sebuah pameran arsip yang resmi dibuka untuk publik pada akhir pekan ini. Pameran yan...

Jul 12, 2026 - 04:29
0 2
Warisan Ali Sadikin Diungkap Kembali dalam Pameran Arsip Sejarah Jakarta

Jejak kepemimpinan dan pemikiran Gubernur DKI Jakarta periode 1966–1977, Ali Sadikin, kembali dihadirkan melalui sebuah pameran arsip yang resmi dibuka untuk publik pada akhir pekan ini. Pameran yang mengambil tempat di gedung bersejarah di kawasan Jakarta Pusat tersebut menjadi upaya mendokumentasikan secara komprehensif berbagai kebijakan monumental yang mengubah wajah ibu kota dari kota bekas kolonial menjadi metropolis modern. Penyelenggara menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar nostalgia, melainkan pembacaan ulang terhadap tata kelola pemerintahan yang selama ini menjadi rujukan para pemimpin daerah.

Narasi Baru dari Khazanah Dokumentasi Historis

Pameran yang digelar mulai 24 April 2025 hingga 24 Mei 2025 ini menyajikan lebih dari 150 dokumen, foto, dan rekaman audiovisual yang berasal dari koleksi pribadi keluarga, Arsip Nasional Republik Indonesia, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi DKI Jakarta. Kurator pameran, Andi Rahmat, menyatakan bahwa timnya bekerja selama hampir satu tahun untuk menyeleksi dan merangkai artefak-artefak yang merepresentasikan 11 tahun masa jabatan Ali Sadikin. "Kami tidak hanya menampilkan dokumen administratif, tetapi juga surat-surat pribadi, telegram, hingga korespondensi internasional yang menunjukkan bagaimana beliau berkomunikasi dan membangun jaringan," ujar Andi di sela pembukaan. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung rancangan awal Proyek Taman Ismail Marzuki yang ditandatangani pada 1968, cetak biru pembangunan Jalan Thamrin sebagai pusat bisnis, serta keputusan kontroversial mengenai legalisasi perjudian yang kala itu ditujukan untuk pembiayaan pembangunan daerah. Satu sudut ruangan secara khusus didedikasikan untuk menampilkan kebijakan populis seperti program perbaikan kampung dan pendirian jaringan puskesmas yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Menghidupkan Kembali Debat Kebijakan Strategis

Tidak sekadar memajang benda mati, pameran ini juga merancang ruang diskusi publik yang mensimulasikan dinamika pengambilan keputusan era 1960-an dan 1970-an. Melalui panel interaktif, pengunjung diajak untuk mencermati argumentasi di balik penerbitan Keputusan Gubernur tentang normalisasi kali dan penggusuran permukiman liar, sebuah langkah yang menuai pro dan kontra pada masanya namun dinilai berhasil mengendalikan banjir. Sejarawan dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rahman Hadi, dalam diskusi pembuka menekankan bahwa membaca arsip harus disertai pemahaman konteks sosial-politik Orde Baru. "Yang dilakukan Ali Sadikin adalah memadukan visi teknokratis dengan keberanian politik yang luar biasa. Dia kerap kali mengambil keputusan yang tidak populer di mata pemerintah pusat demi kepentingan warga Jakarta," jelasnya. Pameran ini juga mempertontonkan rekaman pidato Ali Sadikin yang memperlihatkan gaya komunikasi blak-blakan dan merakyat, yang menjadi ciri khas kepemimpinannya dan membuatnya dijuluki sebagai tokoh yang menerobos tradisi birokrasi feodal.

Relevansi bagi Generasi Penerus dan Penutupan

Penyelenggara menargetkan kunjungan dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan peneliti dengan menyediakan program tur edukatif serta lokakarya pengelolaan arsip. Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gubernur Ali Sadikin memberikan fondasi bagi transformasi Jakarta yang masih dirasakan hingga saat ini. "Pameran ini adalah bentuk pertanggungjawaban sejarah dan menjadi cermin bagi generasi muda untuk memahami bahwa kemajuan kota dilandasi oleh perencanaan yang berani dan sistematis," tegasnya. Melalui pameran ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk mengenang Ali Sadikin sebagai ikon, melainkan sebagai pemimpin dengan visi yang terukur, tercatat, dan terbukti mengubah lanskap sosial-ekonomi Jakarta secara fundamental. Pameran arsip ini akan tetap dibuka setiap hari dengan menerapkan sistem pendaftaran daring untuk menjaga kenyamanan pengunjung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User