Warga Lansia Lari Tanpa Alas Kaki Selamatkan Diri dari Kebakaran Paseban

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kramat Sawah, Paseban, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8/2026). Dalam peristiwa tersebut, seorang warga lansia, Arsiah (62), menyelamatkan diri tanpa...

Warga Lansia Lari Tanpa Alas Kaki Selamatkan Diri dari Kebakaran Paseban

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kramat Sawah, Paseban, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8/2026). Dalam peristiwa tersebut, seorang warga lansia, Arsiah (62), menyelamatkan diri tanpa mengenakan alas kaki karena panik saat api mulai membesar. Kesaksian itu disampaikan Arsiah langsung kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat sore.

Peristiwa itu memicu kepanikan massal di lingkungan permukiman. Warga dari berbagai usia berhamburan keluar rumah, sebagian berteriak meminta tolong, sebagian lainnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas tiba. Suasana di lokasi disebutkan sempat mencekam seiring membesarnya kobaran api.

Kesaksian Warga Lansia

Arsiah menceritakan bahwa ia berada di dalam rumah ketika kepanikan mulai melanda lingkungannya. Melihat api yang menjalar mendekat, ia langsung mengambil keputusan untuk keluar rumah demi menyelamatkan diri, meskipun dalam keadaan tidak beralas kaki. "Saat itu saya panik, tidak sempat memikirkan apa pun selain menyelamatkan diri," katanya kepada wartawan.

Menurut kesaksiannya, asap tebal dan kobaran api muncul dari salah satu sudut permukiman sebelum menyebar cepat ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Karena keterbatasan mobilitas, ia tidak sempat mencari alas kaki dan langsung berlari mengikuti arus warga lain menuju titik yang lebih aman.

Arsiah menegaskan bahwa dirinya selamat tanpa luka, tetapi sejumlah barang berharga tidak sempat diselamatkan. Ia mengaku belum dapat memastikan kondisi rumahnya karena api masih berusaha dipadamkan petugas ketika ia menjauh dari lokasi. "Saya tidak membawa apa-apa, hanya berharap rumah saya masih utuh," ujarnya.

Evakuasi dan Gotong Royong Warga

Proses evakuasi berlangsung di tengah kepanikan yang melanda seluruh penghuni permukiman. Sebagian warga membantu mengevakuasi tetangga yang lebih tua dan anak-anak, sementara yang lain berupaya menyelamatkan dokumen penting dari rumah masing-masing. Semangat gotong royong tampak ketika warga saling mengingatkan agar segera meninggalkan rumah.

Arsiah mengisahkan bahwa dirinya terbantu oleh warga lain yang mengarahkannya menjauh dari titik api. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa kebersamaan warga menjadi modal penting dalam menghadapi musibah. "Warga di sini saling membantu, terutama untuk orang tua seperti saya," tuturnya.

Penanganan dan Pemadaman

Petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api dan mencegah perambatan ke permukiman lain yang berada dalam jarak berdekatan. Sejumlah unit dikerahkan dalam upaya pemadaman, sementara aparat kepolisian membantu mengamankan lokasi serta mengatur arus warga yang berkumpul di sekitar titik api. Petugas juga berupaya membatasi area terdampak agar api tidak meluas ke bangunan lain.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. Warga diimbau tidak menghalangi akses petugas menuju titik api dan menjauhi area yang berpotensi membahayakan keselamatan. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai jumlah bangunan yang terdampak serta potensi korban jiwa ataupun luka-luka.

Pendataan dan Tindak Lanjut

Setelah api berhasil dipadamkan, proses pendinginan dan pendataan dampak kebakaran akan dilakukan petugas terkait. Pendataan mencakup jumlah rumah yang terdampak, perkiraan kerugian materiil, serta kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal. Hasil pendataan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan kepada korban.

Warga yang rumahnya terdampak diharapkan melapor kepada petugas di lokasi agar terdata secara resmi. Pemerintah daerah, melalui instansi terkait, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti kebutuhan warga korban kebakaran, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara dan bantuan logistik. Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan melalui Rapat Koordinasi lintas instansi agar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Imbauan Keselamatan

Kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk kerap menyulitkan proses evakuasi karena jarak antarbangunan yang berdekatan dan akses jalan yang sempit. Warga diimbau mengenali jalur evakuasi terdekat, memastikan akses menuju permukiman tidak terhalang, serta memeriksa instalasi listrik dan kompor secara berkala untuk mencegah potensi sumber api.

Bagi warga lansia, dukungan anggota keluarga dan tetangga menjadi bagian penting dalam proses evakuasi. Koordinasi antarrumah tangga dinilai mampu mempercepat penyelamatan dan meminimalkan risiko jatuhnya korban ketika kebakaran terjadi. Pemerintah dan aparat setempat juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa ini; informasi resmi akan disampaikan melalui kanal resmi instansi terkait setelah proses pemadaman dan pendataan selesai dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User