Warga Jakarta Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Kompos dan Produk Bernilai Ekonomi

Inisiatif mengelola sampah dari rumah tangga kian meluas di sejumlah permukiman di Jakarta. Sejumlah warga tidak lagi sekadar membuang sampah ke tempat pembuangan akhir, melainkan mulai memilah dan m

Jul 07, 2026 - 22:56
0 0
Warga Jakarta Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Kompos dan Produk Bernilai Ekonomi

Inisiatif mengelola sampah dari rumah tangga kian meluas di sejumlah permukiman di Jakarta. Sejumlah warga tidak lagi sekadar membuang sampah ke tempat pembuangan akhir, melainkan mulai memilah dan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomis. Botol plastik dikumpulkan dan disalurkan ke bank sampah, sementara sisa makanan dan dedaunan diubah menjadi kompos hingga eco enzyme, cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik.

Memilah Sampah Sejak dari Sumber

Gerakan ini merupakan bagian dari perubahan pola pikir yang didorong oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Warga diajak untuk tidak mencampur seluruh jenis sampah, melainkan memisahkan antara sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya sejak dari rumah. Dengan cara ini, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa dikurangi secara signifikan.

Berdasarkan laporan Apaberita.com, salah satu warga di kawasan Matraman, Jakarta Timur, mengaku sudah setahun terakhir rutin membuat kompos dari sisa sayur dan buah. “Awalnya coba-coba karena ikut pelatihan dari kelurahan, sekarang malah ketagihan. Selain tanaman di halaman jadi subur, saya juga bisa berbagi kompos ke tetangga,” ujarnya. Botol bekas minuman pun tidak lagi dibuang, melainkan ditabung di bank sampah setempat dan ditukar dengan uang tabungan yang bisa diambil menjelang hari raya.

Kolaborasi untuk Dampak Nyata

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan bahwa pengelolaan sampah dari sumbernya membutuhkan perubahan kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha.

“Ini bukan sekadar program pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama. Kalau semua pihak bergerak, saya yakin Jakarta bisa semakin bersih dan kita bisa mengurangi beban TPA secara nyata,” kata Pramono.

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan berbagai pelatihan dan pendampingan, termasuk pembentukan bank sampah di tingkat RW serta bantuan alat pengomposan bagi komunitas. Keterlibatan swasta juga mulai terlihat, misalnya melalui penyediaan mesin pencacah sampah organik dan kemitraan pembelian hasil daur ulang.

Menuju Kota Mandiri Sampah

Pengolahan sampah dari rumah tangga diharapkan mampu menekan angka timbulan sampah yang setiap hari mencapai ribuan ton. Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menunjukkan, sekitar 60 persen sampah kota adalah sampah organik yang sesungguhnya bisa diolah menjadi kompos atau eco enzyme. Jika gerakan ini konsisten, bukan tidak mungkin Jakarta akan menjadi kota yang mandiri dalam pengelolaan sampah pada masa mendatang.

Dengan semakin banyak warga yang tergerak dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, kisah sukses mengubah sampah menjadi produk bernilai ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain. “Kuncinya adalah niat dan kebiasaan. Begitu kita mulai, ternyata tidak sulit,” tambah warga Matraman tadi. Kini, aroma segar kompos dan deretan tanaman hijau menjadi pemandangan biasa di sudut-sudut permukimannya, menjadi bukti bahwa sampah bukan sekadar masalah, melainkan peluang untuk ekonomi sirkular yang lebih baik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User