Warga Depok Terpaksa Jual Rumah Akibat Teror Tetangga

Keluarga Azis Suraji di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, mengambil keputusan drastis untuk menjual rumah tempat tinggal mereka setelah mengalami teror dan intimidasi yang berkepanjangan dari tetangga....

Jul 19, 2026 - 08:44
0 0
Warga Depok Terpaksa Jual Rumah Akibat Teror Tetangga

Keluarga Azis Suraji di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, mengambil keputusan drastis untuk menjual rumah tempat tinggal mereka setelah mengalami teror dan intimidasi yang berkepanjangan dari tetangga. Kasus konflik horizontal ini telah dilaporkan ke Kepolisian Resor Kota Depok dan menjadi perhatian publik setelah kronologinya viral di berbagai platform media sosial. Keputusan penjualan rumah dilakukan sebagai upaya terakhir demi menjamin keselamatan dan ketenangan keluarga.

Kronologi Konflik dan Bentuk Teror

Konflik antara keluarga Azis Suraji dengan pihak tetangga, yang identitasnya dirahasiakan demi proses hukum, diduga berawal dari masalah sepele namun berujung pada eskalasi kekerasan. Berdasarkan pengaduan yang disampaikan kepada pihak kepolisian, teror yang dialami berupa kerusakan properti rumah dan kendaraan milik korban. Sebuah foto yang menjadi bukti visual menunjukkan kondisi rumah dengan bagian dinding dan pintu yang mengalami kerusakan cukup parah. Insiden ini terjadi di wilayah Pancoran Mas, Kota Depok.

Azis Suraji, selaku kepala keluarga, menyatakan bahwa tekanan tersebut sudah berlangsung selama berminggu-minggu dan semakin tidak terkendali. "Kami merasa sangat terancam. Setiap hari ada saja kejadian yang membuat kami takut untuk beraktivitas di rumah sendiri," ujar Azis, yang dikutip dari keterangan tertulisnya kepada pihak berwajib. Ia menegaskan bahwa keluarganya sudah tidak memiliki rasa aman dan nyaman di hunian yang sudah ditempati selama bertahun-tahun.

Dampak Psikologis dan Keputusan Jual Rumah

Dampak dari teror tersebut tidak hanya bersifat fisik pada properti, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis yang mendalam bagi seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak. Kondisi ini yang pada akhirnya mendorong keluarga mengambil keputusan berat untuk melepaskan aset rumah mereka. Keputusan ini diambil setelah berbagai upaya mediasi dan laporan ke pihak berwenang dianggap belum memberikan rasa aman yang memadai dalam waktu dekat.

"Kami sudah lelah. Daripada terus hidup dalam ketakutan, lebih baik kami pindah dan memulai kehidupan baru di tempat yang lebih aman," tutur Azis Suraji. Ia mengungkapkan bahwa proses penjualan rumah kini tengah berjalan, meskipun dengan nilai jual yang dipastikan akan merugikan secara finansial karena terpaksa dijual dalam kondisi mendesak ("distress selling"). Langkah ini dianggap sebagai satu-satunya solusi pragmatis untuk menghentikan teror yang mengancam keselamatan jiwa keluarganya.

Respon Aparat Hukum dan Sikap Warga Sekitar

Pihak Kepolisian Resor Kota Depok telah menerima laporan resmi terkait kasus ini. Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Bintang Yudha Pratama, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan awal berdasarkan laporan yang diterima. "Kami sudah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana pengrusakan dan pengerusakan di wilayah Pancoran Mas. Penyelidikan sedang kami dalami untuk meminta keterangan dari pihak-pihak terkait," jelas Kompol Bintang dalam keterangannya, Senin (15/7/2024). Ia menambahkan bahwa pihaknya akan bekerja secara profesional untuk menyelesaikan kasus ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, beberapa warga di sekitar lokasi kejadian enggan memberikan komentar secara terbuka terkait konflik tetangga ini. Namun, seorang tokoh masyarakat setempat yang tidak ingin disebutkan namanya mengakui adanya ketegangan yang sudah dirasakan oleh lingkungan sekitar. "Sudah lama terlihat ada masalah, tapi kami juga tidak mau ikut campur karena khawatir malah memperpanjang masalah. Kasihan juga melihat keluarga itu harus menjual rumah," ungkapnya.

Kasus ini mencerminkan pentingnya penegakan hukum yang tegas dalam menyelesaikan sengketa antar warga guna mencegah bertambahnya korban. Keputusan keluarga Azis Suraji untuk menjual rumah merupakan dampak nyata dari kegagalan mekanisme sosial dan hukum dalam melindungi hak warga atas rasa aman di tempat tinggalnya sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User