MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengajak seluruh lapisan masyarakat memupuk rasa cinta dan memiliki terhadap Kota Medan sebagai landasan pembangunan dan kemajuan kota. Ajakan itu disampaikan dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-436 Kota Medan, di Medan, Sumatera Utara, dengan menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak dapat dicapai hanya melalui program pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif warga dari berbagai kalang
Kepemilikan Kota sebagai Kunci Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Rico Tri Putra Waas menyatakan bahwa perayaan ulang tahun kota merupakan momentum mengevaluasi capaian sekaligus merapatkan barisan demi masa depan Medan. Ia menegaskan bahwa rasa cinta terhadap kota akan terwujud dalam tindakan nyata, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, tertib berlalu lintas, hingga mendukung layanan publik yang dikelola pemerintah daerah.
Wali Kota meyakini bahwa setiap warga adalah bagian dari proses pembangunan. Ketika masyarakat merasa memiliki kota, kepedulian terhadap fasilitas umum, ruang terbuka, dan kehidupan bermasyarakat akan tumbuh secara alami. Sebaliknya, tanpa rasa kepemilikan, program yang disusun pemerintah berisiko berjalan tanpa dukungan yang berkelanjutan.
Perayaan HUT ke-436 Kota Medan diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas warga. Kehadiran mereka menegaskan bahwa peringatan hari jadi kota bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum menyamakan persepsi tentang arah pembangunan.
Nilai Sejarah dan Identitas Kota Medan
Rico Tri Putra Waas menuturkan bahwa Medan memiliki jejak sejarah panjang sebagai kota yang tumbuh dari keragaman budaya dan aktivitas ekonomi. Kehadiran berbagai etnis, agama, dan tradisi di Kota Medan menjadi kekuatan yang harus dijaga bersama. Dalam pandangannya, kerukunan antarwarga adalah modal utama menjaga stabilitas sekaligus menarik investasi dan kunjungan ke berbagai sektor pariwisata.
Peringatan ke-436 Kota Medan dijadikan penanda bahwa pembangunan harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai luhur yang membentuk identitas warga. Pemerintah daerah menyebutkan bahwa agenda pembangunan ke depan akan terus memperhatikan aspek infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta ruang publik yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kota Medan sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi di wilayah Sumatera menghadapi tantangan yang tidak ringan, antara lain penataan lalu lintas, pengelolaan sampah, dan pemerataan layanan dasar di setiap kecamatan. Untuk itu, koordinasi antarinstansi serta komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi pemerintah kota.
Ajakan Partisipasi Seluruh Elemen Masyarakat
Dalam arahannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga keindahan dan keteraturan kota. Ia menyatakan bahwa setiap keputusan pembangunan harus memperhatikan kebutuhan warga, dan sebaliknya warga diharapkan ikut menjaga hasil pembangunan yang telah tersedia. Sinergi ini disebut sebagai kunci agar kemajuan kota dapat dirasakan merata.
Pemerintah Kota Medan juga menekankan pentingnya disiplin dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Ketaatan pada aturan lalu lintas, pengelolaan sampah dari sumbernya, serta partisipasi dalam musyawarah kelurahan dinilai sebagai wujud nyata dari rasa memiliki terhadap kota.
Melalui perayaan HUT ke-436, pemerintah kota berharap semangat kebersamaan kembali dihidupkan. Rico Tri Putra Waas menambahkan bahwa kemajuan kota adalah tanggung jawab bersama, bukan tugas satu pihak saja. Ia menegaskan bahwa kekompakan warga akan menentukan seberapa cepat Medan bergerak menuju kota yang lebih layak huni, tertata, dan berdaya saing.
Rangkaian peringatan hari jadi kota diisi sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat luas sebagai bentuk keterbukaan pemerintah daerah. Dengan begitu, perayaan tidak berhenti pada upacara, tetapi menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah dan warga demi masa depan Kota Medan yang lebih baik.
Comments (0)