Seorang tukang cukur bernama Yana yang bekerja di sebuah barbershop di Jalan Roda, kawasan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menanggung kerugian materiil akibat ulah seorang pelanggan yang meninggalkan lokasi tanpa membayar jasa dan produk yang telah diterimanya. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 10 Oktober, sekitar pukul 20.15 WIB, dan baru dilaporkan secara terbuka kepada awak media pada Selasa, 13 Oktober.
Berdasarkan penuturan korban, pelanggan tersebut merupakan pria muda yang datang untuk pertama kalinya ke barbershop tempat Yana bekerja. Pria itu memesan serangkaian layanan yang mencakup pemotongan rambut, keramas, pijat ringan, hingga penataan rambut dengan tarif Rp 70.000. Selain itu, ia juga membeli satu masker rambut berwarna hitam yang dijual di tempat tersebut seharga Rp 20.000, sehingga total transaksi yang seharusnya dibayarkan mencapai Rp 90.000.
Modus Menitipkan Tas Sebelum Menuju ATM
Menurut Yana, setelah seluruh rangkaian pelayanan selesai, pelanggan tersebut meminta izin untuk pergi ke anjungan tunai mandiri (ATM) guna mengambil uang sebagai alat pembayaran. Sebelum meninggalkan barbershop, pria itu menitipkan tas miliknya sebagai jaminan kepada Yana.
"Dia baru pertama cukur di sini, sebelumnya enggak pernah. Pas sudah selesai semuanya, dicukur dan membeli masker, dia titip dulu tas sebentar, katanya mau ke ATM, mau ambil uang. Ya sudah saya jawab iya. Saya sih percaya aja karena kan dia nitipin tasnya juga di sini," kata Yana saat ditemui di Jalan Roda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (13/10) sore.
Yana menyatakan bahwa dirinya sempat memanfaatkan waktu tunggu dengan membersihkan area kerja. Ketika berada di ruangan lain, ia mendengar suara pintu depan barbershop yang terbuka. Yana kemudian bergegas keluar dan mendapati pria tersebut telah kembali masuk untuk mengambil tas yang ditinggalkannya.
Namun, alih-alih menunaikan kewajiban pembayaran, pelanggan itu justru langsung melarikan diri keluar dari barbershop. Yana juga melihat seorang pria lain yang diduga merupakan rekan pelanggan tersebut telah menunggu di depan barbershop dengan menggunakan sepeda motor.
Korban Berupaya Mengejar Pelaku
Yana berupaya mengejar pria tersebut sambil meminta pertolongan warga di sekitar lokasi. Meskipun demikian, pelaku berhasil kabur bersama rekannya yang menunggu menggunakan sepeda motor. Hingga berita ini diturunkan, Yana mengaku belum menerima pembayaran atas jasa dan produk yang telah diberikan.
Peristiwa ini menambah daftar kerugian yang dialami pelaku usaha kecil di sektor jasa di kawasan tersebut. Berdasarkan penuturan Yana, pelanggan yang bersangkutan tidak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan selama proses pelayanan berlangsung, sehingga ia memberikan kepercayaan penuh terhadap permintaan pelanggan untuk menitipkan barang.
Yana menegaskan bahwa dirinya tidak menaruh dendam terhadap pelaku. Meskipun dirugikan secara materiil, ia menyatakan keikhlasannya dan berharap kejadian serupa tidak terulang, baik terhadap dirinya maupun terhadap rekan-rekan tukang cukur lain di wilayah Kota Bogor.
Kasus ini menjadi perhatian tersendiri bagi kalangan pedagang jasa di kawasan Surya Kencana, yang selama ini mengandalkan kepercayaan pelanggan sebagai dasar transaksi. Sejumlah tukang cukur di lokasi tersebut menyatakan akan lebih berhati-hati dalam menerima permintaan penundaan pembayaran dari pelanggan baru, terutama pada jam-jam malam ketika aktivitas di sekitar mulai sepi.
Comments (0)