Truk Angkut Kayu Terguling di Depok, Contraflow Diberlakukan
Depok – Sebuah truk bermuatan kayu mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Parung-Ciputat, tepatnya di wilayah Bojongsari, Kota Depok, pada Selasa siang (15/7/2026). Akibat insiden itu, arus lalu...
Depok – Sebuah truk bermuatan kayu mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Parung-Ciputat, tepatnya di wilayah Bojongsari, Kota Depok, pada Selasa siang (15/7/2026). Akibat insiden itu, arus lalu lintas dari kedua arah sempat mengalami kepadatan cukup parah hingga petugas kepolisian terpaksa memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow.
Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Truk bernomor polisi B 9654 PEA yang dikemudikan oleh Suryadi (42) itu melaju dari arah Parung menuju Ciputat. Setibanya di tikungan menurun tak jauh dari Pasar Bojongsari, muatan kayu balok yang diangkut diduga bergeser sehingga menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling ke badan jalan.
Kronologi dan Penyebab
Menurut penuturan beberapa saksi mata, truk sempat oleng beberapa kali sebelum akhirnya ambruk ke sisi kiri jalan. Seorang pedagang warung di sekitar lokasi, Marwati (50), mengaku mendengar bunyi decitan keras dari arah ban truk. “Saya lihat langsung truknya goyang-goyang, kayunya kayak geser, terus langsung jegrak miring. Beruntung enggak ada motor di dekatnya waktu itu,” ujarnya. Pengendara lain yang berada tepat di belakang truk juga menyampaikan bahwa sebelum terguling, pengemudi sempat membunyikan klakson panjang sebagai peringatan darurat.
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok yang tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan pengemudi. Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Maryanto, dalam keterangannya menyatakan bahwa penyebab pasti masih dalam pendalaman. “Dugaan awal karena muatan yang tidak terikat sempurna sehingga terjadi pergeseran beban. Pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraan di jalan yang sedikit menurun dan menikung. Kami masih periksa apakah ada faktor kelalaian lain atau kondisi teknis kendaraan,” jelasnya.
Dampak terhadap Lalu Lintas
Badan truk yang terguling menutupi hampir setengah badan jalan, membuat kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas dengan leluasa. Hanya tersisa satu lajur sempit sehingga kendaraan harus bergantian melintas. Situasi ini segera memicu antrean panjang, terutama dari arah Ciputat yang volume kendaraannya cukup tinggi pada jam pulang kerja. Untuk mengurai kemacetan, polisi menerapkan sistem contraflow parsial dengan memanfaatkan sebagian jalur berlawanan secara bergantian.
Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Metro Depok, Ipda Hendra Gunawan, mengonfirmasi penerapan rekayasa lalu lintas tersebut. “Kami buka contraflow situasional. Petugas di lapangan mengatur secara manual dengan bendera dan peluit. Kendaraan dari arah Parung diarahkan mengambil lajur kanan secara bergantian dengan arus dari Ciputat. Ini kami lakukan agar antrean tidak semakin mengular,” terangnya. Meskipun demikian, kepadatan tetap terasa hingga radius lebih dari satu kilometer di kedua sisi.
Evakuasi dan Normalisasi Arus
Proses evakuasi berlangsung kurang lebih tiga jam. Dua unit derek besar dikerahkan untuk mengangkat badan truk yang sarat muatan. Sebelum proses pengangkatan dilakukan, petugas terlebih dahulu memindahkan kayu-kayu balok yang berserakan di aspal dengan bantuan warga sekitar serta beberapa orang pekerja bangunan yang kebetulan berada di lokasi. Kayu berdiameter bervariasi antara 15 hingga 30 sentimeter itu kemudian ditumpuk di bahu jalan menunggu kedatangan truk pengganti yang disiapkan oleh perusahaan pemilik muatan.
AKBP Maryanto menegaskan bahwa selama proses evakuasi, pengamanan diperketat untuk mencegah terjadinya kecelakaan susulan. “Kami menempatkan anggota di titik hulu kemacetan. Papan peringatan dan traffic cone sudah dipasang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, pengemudi hanya mengalami luka ringan dan sudah dibawa ke Puskesmas Bojongsari. Kerugian material masih kami hitung,” ungkapnya.
Respons Pengemudi dan Saksi Lain
Suryadi, pengemudi truk, saat ditemui di puskesmas tampak masih syok. Ia mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana muatannya bisa bergeser. “Saya sudah ikat sesuai prosedur seperti biasa. Mungkin karena jalanan licin habis hujan gerimis tadi pagi. Tiba-tiba kayu di belakang terasa miring ke kiri, saya coba kendalikan setir tetapi truk sudah tidak bisa diseimbangkan,” tuturnya. Suryadi menambahkan bahwa ia telah menjadi pengemudi truk pengangkut kayu selama lebih dari delapan tahun dan baru kali ini mengalami kecelakaan.
Saksi lain, Fajar (29), seorang pengendara sepeda motor yang nyaris tertimpa, menceritakan detik-detik yang menegangkan. “Saya di belakang truk sekitar 20 meter. Begitu lihat truk oleng, saya langsung belok ke kanan dan berhenti. Kalau terus jalan, mungkin saya sudah ketiban kayu. Saya lihat kayunya terbang-terbang. Syukurlah tidak ada pemotor yang jatuh,” katanya dengan nada lega.
Himbauan Kepolisian
Menutup keterangan resminya, AKBP Maryanto mengimbau kepada seluruh pengusaha angkutan barang dan pengemudi untuk lebih ketat memastikan pengikatan muatan, terutama pada komoditas dengan berat dan dimensi besar seperti kayu gelondongan atau balok. “Kami ingatkan kembali, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap muatan wajib diikat kuat dan tidak boleh melebihi kapasitas angkut. Kelalaian sekecil apa pun dapat berakibat fatal, tidak hanya bagi pengemudi tetapi juga pengguna jalan lain. Kami akan tingkatkan operasi pemeriksaan muatan dan kelayakan kendaraan di titik-titik rawan,” tegasnya.
Hingga pukul 15.30 WIB, arus lalu lintas di Jalan Raya Parung-Ciputat dilaporkan sudah kembali normal. Bangkai truk telah dievakuasi ke Unit Pengelolaan dan Penindakan Pelanggaran (UPPP) Dishub Depok untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam kecelakaan ini.
Comments (0)