TNI-Polri Perketat Pengamanan FBLB ke-34 di Kampung Walesi Pascapenembakan
Personel gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI-Polri) bersiaga penuh di lokasi penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 tahun 2026 di Kamp...
Personel gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI-Polri) bersiaga penuh di lokasi penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 tahun 2026 di Kampung Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, menyusul insiden penembakan yang terjadi di kawasan tersebut. Kehadiran aparat keamanan dalam jumlah besar itu ditujukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan festival budaya tahunan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah personel berseragam lengkap dengan perlengkapan pengamanan standar ditempatkan di titik-titik strategis, mulai dari pintu masuk kawasan festival, area panggung utama, hingga jalur-jalur yang dilalui pengunjung. Patroli gabungan juga dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Pengamanan Berlapis Diterapkan di Kawasan Festival
Kepolisian Resor Jayawijaya bersama jajaran TNI setempat menetapkan pola pengamanan berlapis di sekitar lokasi Festival Budaya Lembah Baliem ke-34. Ring pertama berada di dalam kawasan festival, ring kedua mencakup area parkir dan pusat keramaian, sedangkan ring ketiga menjangkau jalur utama menuju Kampung Walesi.
Kepala Kepolisian Resor Jayawijaya menyatakan bahwa pengerahan personel merupakan bagian dari prosedur pengamanan kegiatan masyarakat berskala besar, terlebih setelah terjadinya insiden penembakan. Ia menegaskan situasi di lokasi kegiatan saat ini berada dalam kendali aparat keamanan.
"Kami menempatkan personel gabungan di sejumlah titik untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun pengunjung. Situasi di lokasi festival saat ini kondusif dan seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal," ujar Kepala Kepolisian Resor Jayawijaya.
Selain pengamanan terbuka, aparat juga melakukan pengamanan tertutup dengan menempatkan personel berpakaian preman di tengah keramaian. Langkah ini diambil untuk mendeteksi secara dini setiap potensi gangguan yang dapat mengancam keselamatan peserta maupun wisatawan yang hadir.
Insiden Penembakan dalam Penanganan Aparat
Terkait insiden penembakan yang terjadi sebelumnya di kawasan itu, aparat keamanan menyatakan telah menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan serta penguatan pengamanan. Identitas pelaku maupun motif penembakan masih dalam pendalaman petugas di lapangan.
"Kami telah menindaklanjuti insiden tersebut sesuai prosedur. Penyelidikan sedang berjalan dan kami meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata juru bicara kepolisian setempat.
Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengganggu jalannya festival. Menurut kepolisian, dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan agar agenda budaya yang telah menjadi ikon Kabupaten Jayawijaya itu tidak terganggu oleh peristiwa apa pun.
Festival Budaya Tetap Berlangsung Sesuai Jadwal
Meski sempat diwarnai insiden penembakan, rangkaian kegiatan FBLB ke-34 tahun 2026 dipastikan tetap berlangsung sesuai jadwal. Sejumlah atraksi budaya khas Lembah Baliem, seperti pertunjukan perang antarsuku, tari-tarian tradisional, serta pameran hasil kerajinan dan kuliner lokal, tetap digelar dengan pengawalan ketat aparat keamanan.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui dinas terkait menyatakan festival ini merupakan agenda penting yang telah dipersiapkan sejak jauh hari. Penyelenggara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang aman bagi seluruh pengunjung, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
"Festival ini adalah kebanggaan masyarakat Jayawijaya. Kami berkoordinasi erat dengan TNI-Polri untuk memastikan setiap pengunjung dapat menikmati kekayaan budaya Lembah Baliem dengan aman dan nyaman," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya.
Sejumlah pengunjung yang hadir di lokasi juga menyambut baik kehadiran aparat. Mereka menilai pengamanan yang ketat justru memberikan ketenangan dalam mengikuti setiap rangkaian acara yang digelar di kawasan festival.
Komitmen Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jayawijaya sebelumnya telah menggelar Rapat Koordinasi untuk mematangkan kesiapan penyelenggaraan festival, termasuk aspek keamanan. Dalam rapat tersebut, seluruh unsur sepakat untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat dan pengunjung selama kegiatan berlangsung.
TNI-Polri menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya selama penyelenggaraan agenda berskala nasional maupun internasional. Kehadiran aparat di Kampung Walesi diharapkan memberikan jaminan rasa aman sekaligus menjaga citra daerah sebagai destinasi wisata budaya unggulan.
Hingga berita ini disusun, situasi di lokasi festival dilaporkan kondusif. Aparat keamanan menyatakan akan terus bersiaga hingga seluruh rangkaian kegiatan FBLB ke-34 selesai dilaksanakan, seraya memastikan masyarakat dapat beraktivitas secara normal tanpa rasa khawatir.
Comments (0)