Titik Api Baru Bermunculan di Kawasan Bromo, 550 Hektare Terdampak

PROBOLINGGO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, belum sepenuhnya terkendali setelah sejumlah titik api baru terpantau membakar ...

Titik Api Baru Bermunculan di Kawasan Bromo, 550 Hektare Terdampak

PROBOLINGGO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, belum sepenuhnya terkendali setelah sejumlah titik api baru terpantau membakar beberapa bagian lereng Gunung Bromo pada Senin (10/8/2026). Kobaran api tersebut terlihat secara kasatmata dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang berada di sisi utara kawasan konservasi itu.

Berdasarkan catatan sementara Balai Besar TNBTS, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 550 hektare. Angka tersebut masih berpeluang bertambah karena proses pendataan di lapangan belum rampung dan titik-titik api baru terus bermunculan di sejumlah lokasi.

Luasan Terdampak Masih Bersifat Sementara

Balai Besar TNBTS menegaskan bahwa data luasan 550 hektare merupakan hasil pendataan awal yang masih akan diperbarui secara berkala. Tim lapangan diterjunkan untuk memetakan area terbakar sekaligus memverifikasi setiap laporan kemunculan titik api anyar agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

"Data luasan yang kami himpun masih bersifat sementara. Proses pendataan serta pemantauan di lapangan terus berjalan karena titik-titik api baru masih ditemukan," demikian keterangan resmi Balai Besar TNBTS.

Pihak balai besar juga menyatakan bahwa seluruh temuan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk kemungkinan penambahan personel dan peralatan apabila kebakaran dinilai berpotensi meluas.

Dari pengamatan di Desa Ngadisari, nyala api tampak membakar vegetasi di beberapa sisi lereng kawasan Gunung Bromo. Medan yang berbukit serta hembusan angin di kawasan kaldera menjadikan upaya pengendalian kebakaran menghadapi tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan.

Petugas Gabungan Perkuat Upaya Pemadaman

Hingga Senin petang, petugas gabungan masih bekerja melakukan pemadaman sekaligus pengawasan ketat guna mencegah api merambat ke wilayah lain di dalam kawasan taman nasional. Penanganan difokuskan pada titik-titik api yang masih aktif agar kebakaran tidak meluas ke zona yang lebih luas, termasuk area yang berdekatan dengan jalur wisata.

Pemantauan dilakukan secara berkesinambungan, baik melalui pengamatan langsung di lapangan maupun peninjauan dari sejumlah titik pantau di sekitar kawasan. Setiap kemunculan titik api baru ditindaklanjuti dengan pengerahan personel ke lokasi guna memastikan api dapat dipadamkan sebelum menyebar.

Keterbatasan akses menuju sejumlah titik api di area lereng menjadi kendala dalam proses pemadaman. Petugas harus menempuh jalur-jalur terjal untuk menjangkau lokasi kebakaran, sementara perubahan arah angin dapat memicu pergerakan api yang sulit diprediksi. Meski demikian, seluruh unsur yang terlibat dinyatakan terus berupaya maksimal menekan penyebaran kebakaran.

Akses Wisata ke Gunung Bromo Masih Ditutup

Sebagai langkah kehati-hatian, akses wisata menuju Gunung Bromo untuk sementara waktu tetap ditutup bagi pengunjung. Penutupan diberlakukan hingga kondisi di kawasan dinyatakan aman oleh pihak berwenang, baik dari sisi penanganan kebakaran maupun keselamatan wisatawan.

Pengelola meminta masyarakat dan calon wisatawan mematuhi ketentuan penutupan serta menunda rencana kunjungan hingga ada pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali. Masyarakat di sekitar kawasan juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor kepada petugas apabila menjumpai tanda-tanda kebakaran di lingkungannya.

Kawasan TNBTS merupakan salah satu destinasi wisata alam utama di Jawa Timur yang wilayahnya mencakup Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Selain memiliki nilai ekonomi dari sektor pariwisata, kawasan ini menjalankan fungsi ekologis penting sebagai habitat berbagai flora dan fauna serta daerah tangkapan air bagi masyarakat di sekitarnya.

Peristiwa kebakaran di kawasan Bromo bukan kali pertama terjadi. Pada musim kemarau, padang savana dan vegetasi kering di sekitar kaldera dikenal rentan terbakar, sehingga pengelola kawasan senantiasa menempatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla sebagai prioritas. Kebakaran kali ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh pihak dalam menjaga kawasan konservasi dari ancaman api.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun perkiraan waktu pembukaan kembali akses wisata. Balai Besar TNBTS menyatakan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik seiring hasil pendataan dan pemantauan yang terus berjalan di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User