Tinggal Scan, QRIS BRI Jadi Andalan Pedagang Es Cendol di Benhil

Suasana di sentra kuliner Jalan Walahar, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, mulai berubah menjelang tengah hari. Tepat pukul 11.45 WIB, para pegawai kantoran dengan tanda pengenal masih terkalung di leh

Jul 08, 2026 - 00:29
0 0
Tinggal Scan, QRIS BRI Jadi Andalan Pedagang Es Cendol di Benhil

Suasana di sentra kuliner Jalan Walahar, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, mulai berubah menjelang tengah hari. Tepat pukul 11.45 WIB, para pegawai kantoran dengan tanda pengenal masih terkalung di leher berdatangan memadati kios-kios makanan. Di antara deretan lapak yang menjajakan aneka hidangan berat, sebuah banner hijau bertuliskan Es Cendol Durian Sari Suji 86 tampil mencolok. Lapak milik Muhammad Saripudin (40) itu seolah menjadi magnet tersendiri bagi mereka yang ingin melepas dahaga di tengah teriknya Jakarta.

Warna hijau alami dari cendol suji yang bergoyang di dalam gelas, bertemu dengan serpihan es batu kristal, siraman gula merah kental, dan guyuran santan gurih, menciptakan pemandangan yang begitu menggugah selera. Satu per satu pembeli datang, memesan, lalu menikmati kesegaran es cendol racikan Saripudin. Namun yang menarik perhatian adalah cara mereka bertransaksi: cukup dengan memindai kode QRIS BRI yang terpasang di depan lapak.

Transformasi Transaksi di Lapak Kaki Lima

Saripudin mengaku bahwa penggunaan QRIS BRI telah menjadi andalan bagi usahanya. "Sebelum pakai QRIS, saya sering kehilangan pembeli karena mereka tidak bawa uang tunai. Sekarang, tinggal scan, beres," ujarnya kepada tim Apaberita.com saat ditemui di lokasi. Kemudahan ini, menurutnya, tidak hanya menguntungkan pembeli, tetapi juga meringankan pekerjaannya sebagai pedagang.

"Saya nggak perlu lagi repot cari uang kembalian. Semua berjalan otomatis. Begitu bunyi notifikasi di ponsel, saya langsung tahu pembayaran sudah masuk. Praktis sekali," tambah Saripudin dengan wajah sumringah.

Lebih dari Sekadar Pembayaran

Bagi Saripudin, QRIS BRI bukan sekadar alat transaksi. Ia menceritakan bahwa sejak menggunakan layanan ini, pencatatan keuangan usahanya menjadi lebih rapi. Setiap transaksi tercatat secara digital, sehingga ia bisa memantau pemasukan harian dengan lebih mudah. "Dulu saya cuma mengandalkan catatan manual, sering lupa. Sekarang semuanya ada di riwayat transaksi," jelasnya.

Tidak hanya itu, ia juga merasa lebih aman karena tidak perlu menyimpan banyak uang tunai di lapak. Resiko kehilangan atau kesulitan mencari kembalian di jam-jam sibuk pun berkurang drastis. Pembeli dari kalangan pekerja kantoran, yang notabene sudah terbiasa dengan transaksi non-tunai, sangat mengapresiasi kehadiran QRIS di lapak sederhana itu.

Melayani Generasi Digital

Sentra kuliner di Bendungan Hilir memang dikenal sebagai tempat makan favorit para pekerja di sekitar Sudirman dan Thamrin. Mayoritas pembeli adalah generasi muda yang akrab dengan teknologi finansial. Kehadiran QRIS menjadi jawaban atas kebutuhan mereka yang menginginkan transaksi cepat tanpa sentuh. Saripudin mengaku bahwa keputusan untuk memasang kode QRIS BRI berawal dari saran pelanggan setianya. "Banyak yang tanya, 'Bang, bisa bayar pakai QRIS nggak?' Akhirnya saya daftar, dan ternyata memang bermanfaat sekali," kenangnya.

Kini, hampir 70% transaksi di lapak Es Cendol Durian Sari Suji 86 dilakukan melalui QRIS. Angka ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat terhadap kemudahan pembayaran digital. Saripudin berharap kisahnya dapat menginspirasi pedagang kecil lainnya untuk mulai merambah pembayaran non-tunai. "Tidak sulit, kok. Tinggal daftar di bank, nanti dikasih stiker QRIS. Gratis pula," pungkasnya sambil kembali meracik pesanan cendol yang terus mengalir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User