Tim Gegana Telusuri SDN di Jagakarsa Pasca Ancaman Bom, Hasil Nihil
Personel Gegana Polda Metro Jaya dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penyisiran intensif di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa pagi (...
Personel Gegana Polda Metro Jaya dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penyisiran intensif di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa pagi (21/1/2025). Operasi tersebut dilancarkan setelah pihak sekolah menerima ancaman yang mengindikasikan keberadaan bahan peledak di lingkungan sekolah. Setelah proses penyisiran yang berlangsung hampir dua jam, petugas memastikan tidak ditemukan satu pun benda berbahaya maupun bahan peledak di lokasi.
Kronologi dan Respon Cepat Kepolisian
Informasi mengenai ancaman bom tersebut pertama kali diterima oleh pihak sekolah melalui pesan elektronik pada pukul 06.45 WIB. Pihak sekolah kemudian segera melaporkan ancaman itu ke Kepolisian Sektor (Polsek) Jagakarsa. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Jagakarsa langsung berkoordinasi dengan Satuan Brimob Polda Metro Jaya dan Densus 88. Tim gabungan tiba di lokasi pada pukul 07.30 WIB, ketika sebagian siswa dan guru sudah mulai berdatangan untuk memulai kegiatan belajar mengajar.
Demi keselamatan seluruh warga sekolah, petugas langsung mengambil langkah evakuasi terbatas. Seluruh siswa, guru, dan staf administrasi diminta untuk menjauh dari gedung utama dan berkumpul di lapangan yang berada di bagian depan sekolah. Proses ini berlangsung dengan tertib tanpa menimbulkan kepanikan berarti berkat arahan dari pihak kepolisian dan guru.
Metode Penyisiran dan Peralatan yang Dikerahkan
Tim Gegana menerjunkan sedikitnya 15 personel yang dilengkapi dengan peralatan pendeteksi bahan peledak mutakhir. Alat yang digunakan meliputi detektor logam, X-ray portabel, serta unit anjing pelacak (K-9) yang khusus terlatih untuk mengendus residu bahan peledak. Sementara itu, personel Densus 88 melakukan profiling dan pemeriksaan latar belakang terhadap ancaman yang masuk guna mengidentifikasi sumber dan motifnya.
Penyisiran dilakukan secara sistematis: dimulai dari ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, toilet, hingga area taman dan tempat parkir. Setiap sudut ruangan, lemari, dan laci diperiksa secara teliti. Bahkan, plafon dan saluran ventilasi udara pun tidak luput dari pemeriksaan. Proses ini, sebagaimana diungkapkan oleh Komandan Tim Gegana, merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) penanganan ancaman bom di fasilitas publik.
Hasil Pemeriksaan: Nihil Temuan Bahan Peledak
Setelah penyisiran menyeluruh yang rampung pada pukul 09.15 WIB, Komandan Tim Gegana, AKBP Rachmat Hidayat, menyatakan bahwa tidak ditemukan satu pun benda yang mengandung bahan peledak atau komponen pemicu ledakan. “Kami telah melakukan pemeriksaan di seluruh ruangan dan area terbuka SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Hasilnya, area ini sepenuhnya aman dan bersih dari ancaman bom,” tegasnya dalam konferensi pers singkat di depan gerbang sekolah.
AKBP Rachmat juga menambahkan bahwa sampel dari beberapa objek yang awalnya dicurigai—seperti kotak paket tanpa identitas yang ditemukan di ruang tata usaha—telah diuji dan dipastikan hanya berisi dokumen biasa. Uji kimia dan analisis residu yang dilakukan oleh petugas forensik lapangan tidak menunjukkan adanya jejak senyawa nitrat atau komponen eksplosif lainnya.
Normalisasi Aktivitas dan Imbauan Kepolisian
Begitu dinyatakan aman, Kepala SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Ibu Nurhayati, segera menginstruksikan agar kegiatan belajar mengajar dilanjutkan. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada kepolisian yang telah bergerak cepat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Jakarta Selatan, Gegana, dan Densus 88 atas penanganan yang profesional dan sigap. Keamanan siswa adalah prioritas utama kami,” ucapnya.
Kepolisian tidak hanya mengamankan lokasi secara fisik, tetapi juga memperkuat patroli di sekitar kompleks sekolah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kapolsek Jagakarsa, Kompol Eko Prasetyo, mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ancaman serupa yang mungkin beredar di media sosial. “Kami akan terus menyelidiki asal-usul pesan ancaman ini. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan selalu berkoordinasi dengan pihak berwajib jika menemukan hal-hal mencurigakan,” pungkasnya.
Baca juga:
Comments (0)