Thessaloniki, Apaberita.com – Kepulan asap tebal menyelimuti langit di sekitar Desa Liti, Thessaloniki, Yunani, saat

Kebakaran hutan ini diduga dipicu oleh suhu udara yang menembus angka 42 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir, ditambah vegetasi kering yang menjadi bahan bakar alami. Badan Meteorologi Nasio

Jul 08, 2026 - 05:07
0 0
Thessaloniki, Apaberita.com  – Kepulan asap tebal menyelimuti langit di sekitar Desa Liti, Thessaloniki, Yunani, saat

Kebakaran hutan ini diduga dipicu oleh suhu udara yang menembus angka 42 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir, ditambah vegetasi kering yang menjadi bahan bakar alami. Badan Meteorologi Nasional Yunani telah mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah Thessaloniki dan sekitarnya, menandakan risiko kebakaran paling tinggi. Kondisi tanah yang retak dan rendahnya kelembapan udara membuat api mudah sekali menyebar, bahkan percikan kecil dari kabel listrik atau puntung rokok bisa memicu bencana besar. Hingga berita ini diturunkan, titik api terus bertambah menjadi tiga lokasi terpisah yang semuanya mengarah ke pemukiman di pinggiran kota.

Ratusan Personel Dikerahkan, Warga Mulai Dievakuasi

Sedikitnya 150 personel pemadam kebakaran diterjunkan bersama puluhan unit truk tangki air untuk membendung laju api. Mereka bekerja dalam sistem shift tanpa henti, bergantian memadamkan titik api dan membuat ilaran agar desa tidak ikut terbakar. Dari udara, empat pesawat pengebom air tipe Canadair dan dua helikopter Sikorsky terus menyusuri kawasan terdampak untuk menjatuhkan air dari atas. Namun, upaya ini terkendala oleh tebalnya gumpalan asap yang mengurangi jarak pandang pilot secara drastis.

“Kami mengalami kesulitan besar karena angin berubah arah setiap beberapa menit. Ini adalah pertempuran yang sangat melelahkan, tapi kami tidak akan mundur hingga Desa Liti aman,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Thessaloniki, Dimitris Karagiannis, dalam keterangannya kepada Apaberita.com.

Sementara itu, otoritas setempat telah memerintahkan evakuasi terbatas bagi warga yang tinggal di zona paling dekat dengan titik api. Puluhan keluarga di Desa Liti sudah mulai meninggalkan rumah mereka sejak dini hari, membawa dokumen penting dan hewan peliharaan, menuju tempat pengungsian yang disediakan di gedung sekolah dan balai desa tetangga. Meski demikian, sejumlah warga yang sebagian besar petani dan peternak memilih bertahan untuk menyelamatkan ternak serta lahan pertanian mereka yang menjadi sumber penghidupan utama.

“Saya tidak bisa meninggalkan hewan-hewan saya begitu saja. Kami sudah mengalami musim panas yang buruk, dan sekarang ladang berubah jadi lautan api. Ini benar-benar mimpi buruk,” kata Panagiotis, seorang peternak berusia 60 tahun, dengan mata berkaca-kaca.

Yunani dalam Kepungan Bencana Panas

Fenomena kebakaran hutan bukanlah hal baru bagi Yunani, namun tahun ini situasi dinilai jauh lebih parah karena gelombang panas yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Pemerintah Perdana Menteri telah menetapkan status darurat nasional dan meminta bantuan Uni Eropa untuk menambah armada pemadam udara. Beberapa negara, termasuk Italia dan Kroasia, sudah mengirimkan tambahan pesawat melalui mekanisme RescEU. Di tempat terpisah, kebakaran serupa juga terjadi di Pulau Evia dan wilayah Attica, membuat pasukan pemadam kewalahan menghadapi banyak titik api sekaligus.

Dampak lingkungan dari kebakaran ini pun mulai terasa. Kualitas udara di Thessaloniki merosot tajam, dengan indeks polusi partikel halus PM2.5 mencapai level berbahaya bagi kesehatan. Dinas Kesehatan setempat mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah, menggunakan masker, dan menutup rapat semua ventilasi. Apaberita.com memantau, langit sore di atas kota berubah menjadi jingga kemerahan yang pekat, menciptakan pemandangan yang mengerikan sekaligus menyiratkan betapa besar kerusakan yang sedang terjadi.

Di tengah perjuangan memadamkan api, petugas terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu percikan api, termasuk membakar sampah sembarangan atau menggunakan alat las di area terbuka. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan akan mencapai jutaan euro. Tim Apaberita.com akan terus memantau perkembangan dan menyampaikan informasi terkini dari lokasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User