Mendagri Tito Hadiri Upacara HUT Bhayangkara Ke-80 di Bogor
Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian turut menghadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten
Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian turut menghadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Upacara bersejarah tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming. Kehadiran para pemimpin nasional ini menegaskan kembali semangat sinergi antara pemerintah pusat, kepolisian, dan segenap elemen bangsa dalam menjaga keamanan serta ketertiban nasional.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, upacara ini menjadi salah satu momen paling sakral dalam kalender institusi kepolisian sepanjang tahun ini. Selain Mendagri Tito Karnavian, sejumlah tokoh penting dari Kabinet Merah Putih juga terlihat memadati lapangan, antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dan Wamendagri Akhmad Wiyagus. Kehadiran kedua wakil menteri tersebut memperlihatkan kekompakan jajaran Kemendagri dalam memberikan dukungan penuh terhadap perayaan ulang tahun Bhayangkara yang ke-80.
Deretan pejabat tinggi negara lainnya yang juga hadir meliputi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Kehadiran dua pemimpin tertinggi institusi militer dan kepolisian ini menciptakan gambaran solidnya hubungan sipil-militer yang selama ini terus dipupuk. Turut terlihat pula sejumlah mantan Kapolri dan para pejabat terkait, menambah khidmat serta semarak perayaan yang berlangsung dengan penuh kewibawaan ini.
Salah satu momen paling mencuri perhatian adalah ketika Presiden Prabowo memberikan amanat di depan para peserta upacara. Dalam pidatonya, Presiden secara khusus menyapa deretan mantan Kapolri yang hadir, termasuk Mendagri Tito Karnavian yang pernah menjabat sebagai Kapolri pada periode 2016 hingga 2019.
"Jenderal Polisi Purnawirawan Muhammad Tito Karnavian Kapolri 2016-2019," ucap Prabowo, seperti dikutip dari siaran pers Kemendagri, Rabu (1/7/2026).
Sapaan hangat nan penuh penghormatan ini tidak hanya menegaskan kedekatan antara Presiden dan Mendagri Tito, tetapi juga mengingatkan publik akan rekam jejak panjang sang menteri yang pernah memimpin institusi Bhayangkara. Sebagai mantan Kapolri, Tito Karnavian dianggap sebagai figur yang memahami tantangan keamanan nasional sekaligus mampu menjembatani kepentingan kepolisian dengan agenda besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 kali ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan juga ajang konsolidasi antara Polri, TNI, dan kementerian-kementerian strategis. Para analis keamanan yang diwawancarai Apaberita.com menilai, kehadiran para menteri dan mantan Kapolri dalam satu panggung upacara menunjukkan warisan sekaligus keberlanjutan kepemimpinan di tubuh kepolisian. Dengan semangat “Polri Presisi”, Korps Bhayangkara diharapkan terus bertransformasi menuju pelayanan publik yang modern, humanis, dan profesional.
Pemerintah, melalui amanat Presiden Prabowo, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi berbagai ancaman keamanan, mulai dari kejahatan siber, terorisme, hingga bencana alam yang memerlukan respons cepat. Dalam konteks inilah peran ganda Mendagri Tito—sebagai pembina pemerintahan dalam negeri sekaligus mantan pemimpin tertinggi Polri—dipandang sangat strategis. Momentum HUT Bhayangkara tahun ini pun menjadi refleksi bahwa sinergi antara pusat dan daerah, serta antara sipil dan militer, adalah fondasi utama bagi stabilitas nasional yang kokoh.
Comments (0)