Teriakan 'Matilah Amerika' Bergema di Pemakaman Khamenei

Teheran, Apaberita.com - Upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, digelar di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran, Sabtu pagi (4/7/2026). Ribuan pelayat memenuhi lokasi

Jul 06, 2026 - 13:00
0 0
Teriakan 'Matilah Amerika' Bergema di Pemakaman Khamenei

Teheran, Apaberita.com - Upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, digelar di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran, Sabtu pagi (4/7/2026). Ribuan pelayat memenuhi lokasi, mengubah prosesi ini menjadi panggung demonstrasi besar-besaran yang dipenuhi semangat anti-Amerika. Di tengah iringan peti mati, teriakan lantang "Matilah Amerika" dan "Balas dendam, balas dendam" menggema, menunjukkan kemarahan yang membara dari para pendukung setia Khamenei.

Lautan Merah Simbol Pembalasan

Berdasarkan laporan AFP yang dikutip Apaberita.com, spanduk-spanduk merah membanjiri area Grand Mosalla. Warna merah ini bukan sekadar aksesoris duka, melainkan simbol tradisional dalam budaya Syiah Iran yang mewakili darah para syuhada dan semangat balas dendam terhadap musuh. Prosesi dihadiri berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pejabat tinggi pemerintah, anggota militer, hingga warga biasa yang datang dari berbagai penjuru negeri. Peti mati Khamenei diusung dengan ratapan dan isak tangis, namun di sisi lain, suasana juga diwarnai yel-yel penuh amarah yang ditujukan kepada Amerika Serikat dan Israel.

"Matilah Amerika! Balas dendam, balas dendam!"

Teriakan itu terus memecah keheningan pagi, menandaskan bahwa kebencian terhadap Barat masih menjadi fondasi kuat rezim Teheran. Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989, adalah figur sentral dalam poros perlawanan. Pemakamannya tidak sekadar perpisahan, melainkan ajang unjuk kekuatan politik sekaligus penegasan kembali ideologi revolusi Islam yang menolak hegemoni asing.

Konsolidasi Kekuatan di Tengah Transisi

Selain unsur duka, upacara ini menampilkan parade kekuatan militer, termasuk barisan pasukan elit dan kendaraan taktis, sebagai sinyal kesiapan Iran menghadapi ancaman eksternal pasca kepergian pemimpin tertingginya. Keamanan diperketat di seluruh Teheran; ribuan personel polisi dan milisi Basij dikerahkan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan atau serangan yang mungkin terjadi di tengah transisi kekuasaan.

Para analis menilai bahwa teriakan "matilah Amerika" yang bergema di pemakaman Khamenei bukanlah sekadar retorika kosong. Ini adalah cerminan dari doktrin kebijakan luar negeri Iran yang diperkirakan akan terus dijalankan oleh penerusnya, siapa pun yang nanti dipilih oleh Dewan Ahli. Publik internasional pun mencermati dengan seksama bagaimana Republik Islam ini akan menavigasi era baru tanpa figur spiritual dan politik yang telah memegang kendali selama hampir empat dekade. Semangat perlawanan yang menyala-nyala di Grand Mosalla pagi itu menjadi penutup yang menggema bagi masa kepemimpinan Khamenei—sekaligus pengingat bahwa permusuhan antara Teheran dan Washington mungkin masih akan terus membara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User