Iran Resmi Mulai Prosesi Pemakaman Khamenei, Akan Berlangsung 6 Hari
Teheran, Apaberita.com — Iran secara resmi mengawali prosesi pemakaman kenegaraan bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu pagi (4/7/2026). Upacara besar ini direncanakan
Teheran, Apaberita.com — Iran secara resmi mengawali prosesi pemakaman kenegaraan bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu pagi (4/7/2026). Upacara besar ini direncanakan berlangsung selama enam hari, termasuk perjalanan melintasi Irak sebelum jenazah dimakamkan, sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Iran. Ribuan pelayat mulai memadati halaman Grand Mosalla di ibu kota Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir.
Massa Padati Grand Mosalla, Slogan Balas Dendam Berkobar
Di tengah suasana berkabung, arus massa membawa spanduk berwarna merah yang merupakan simbol seruan balas dendam. Menurut laporan AFP yang dikutip Apaberita.com, para pelayat secara serempak meneriakkan slogan “matilah Amerika” dan “balas dendam, balas dendam” saat menunggu kedatangan peti mati Khamenei. Sorak-sorai tersebut menggambarkan kemarahan mendalam sekaligus loyalitas yang kuat terhadap sosok pemimpin tertinggi yang telah berkuasa selama beberapa dekade.
Prosesi tidak hanya menjadi momen duka, tetapi juga ajang pernyataan politik. Puluhan ribu orang yang hadir menunjukkan solidaritas dan tekad untuk melanjutkan perlawanan yang selama ini disuarakan oleh Khamenei. Spanduk-spanduk bertuliskan “Israel akan hancur” dan “Amerika adalah setan besar” turut mewarnai lautan manusia yang mengenakan pakaian serba hitam, menciptakan suasana emosional di pusat Teheran.
Agenda Enam Hari dan Kehadiran Tokoh Asing
Menurut rencana yang diumumkan pihak berwenang, setelah prosesi di Teheran, jenazah akan dibawa ke sejumlah kota suci di Irak, seperti Najaf dan Karbala, untuk disemayamkan sementara dan mendapatkan penghormatan dari umat Syiah di negara tetangga sebelum kembali dimakamkan di Iran. Langkah ini menegaskan pengaruh lintas batas yang dimiliki oleh Khamenei sebagai pemimpin spiritual dan politik.
Kehadiran delegasi asing dalam prosesi ini turut menambah bobot diplomatik. Apaberita.com mencatat, sejumlah pejabat dari negara sekutu, termasuk Rusia, hadir langsung. Seorang petinggi Rusia yang menghadiri pemakaman menyampaikan pernyataan optimistis bahwa Iran akan memenangi konfrontasinya melawan Amerika Serikat, sebuah klaim yang segera menjadi sorotan media internasional di tengah ketegangan geopolitik yang masih membara.
Rangkaian pemakaman yang panjang ini diharapkan menjadi salah satu momen bersejarah yang tidak hanya meratapi kepergian seorang pemimpin, tetapi juga mengonsolidasi dukungan bagi transisi kekuasaan di Iran. Pemerintah setempat memperkirakan jumlah pelayat akan terus bertambah, seiring dibukanya seluruh akses publik ke area Grand Mosalla hingga prosesi berakhir enam hari mendatang.
Comments (0)