Telemundo Rebut Hati Penonton AS dengan Liputan Piala Dunia Enerjik
MIAMI — Suara bersemangat penyiar Telemundo menggema dari layar televisi di sebuah bar di Little Havana. Sekelompok penggemar sepak bola, sebagian besar be
MIAMI — Suara bersemangat penyiar Telemundo menggema dari layar televisi di sebuah bar di Little Havana. Sekelompok penggemar sepak bola, sebagian besar berbahasa Inggris, berteriak "Goooooool!" bersamaan dengan komentator berbahasa Spanyol. Fenomena ini bukan kebetulan: stasiun televisi berbahasa Spanyol itu kini berhasil memikat jutaan penonton Amerika Serikat yang haus akan siaran Piala Dunia yang hidup dan penuh gairah.
Bagi penonton di AS, dua pilihan terhampar jelas saat menonton Piala Dunia 2026. Di satu sisi, Fox Sports—rekan Fox News yang dimiliki perusahaan induk yang sama—menjadi satu-satunya jaringan yang menyiarkan pertandingan dalam bahasa Inggris. Namun, banyak pemirsa mulai membelot ke Telemundo, karena menganggap siaran berbahasa Spanyol lebih autentik, dramatis, dan tak terlalu terbebani muatan politik.
Siaran Berbahasa Spanyol yang Mendunia
Telemundo, yang memegang hak siar eksklusif berbahasa Spanyol untuk Piala Dunia di AS, menawarkan sesuatu yang berbeda. Komentator mereka—Héctor "Sambucetti, Andrés Cantor dan lainnya—dikenal karena seruan "Goooool!" yang panjang dan emosional, sebuah tradisi yang sudah melegenda. Para penonton merasakan energi yang tak terbendung saat setiap gol disambut dengan teriakan penuh kegembiraan, seolah-olah seluruh ruangan ikut bergoyang.
"Saya tidak mengerti bahasa Spanyol, tetapi saya mengerti emosinya," kata Michael Torres, penggemar sepak bola asal Los Angeles yang berbicara dalam bahasa Inggris. "Siaran Telemundo membuat saya merasa seperti berada di stadion di Amerika Latin. Fox Sports terasa seperti acara berita kaku yang diselingi iklan layanan masyarakat."
Telemundo juga memanfaatkan kekuatan rumor dan cerita rakyat sepak bola selama jeda pertandingan, berbeda dengan Fox yang sering menyisipkan segmen promosi untuk acara politik dan talkshow pro-Trump. Banyak penonton berbahasa Inggris yang frustrasi dengan pendekatan "America first" Fox yang mereka anggap terlalu partisan.
Fox Sports: Gaya Amerika yang Kontroversial
Fox Sports, yang mengakuisisi hak siar eksklusif berbahasa Inggris pada 2015, menghadapi kritik karena pendekatan siarannya. Selain iklan yang memotong pertandingan pada momen krusial, kehadiran pembawa acara Alexi Lalas kerap menuai keluhan dari pemirsa karena dianggap terlalu blak-blakan dan kurang menghormati tim-tim non-AS.
Keputusan Fox untuk menayangkan promosi berulang untuk program-program konservatif, termasuk acara Jesse Watters dan Tucker Carlson—meski telah hengkang—semakin mengalienasi penonton yang hanya ingin menikmati sepak bola. "Saya tidak ingin menonton pertandingan Argentina vs Brasil, lalu tiba-tiba mendengar pemberitaan soal pemilu," ujar Anna Chen, mahasiswi di New York. "Telemundo hanya bicara soal sepak bola—dan itu yang saya butuhkan."
Mengapa Penutur Inggris Berbondong-bondong ke Telemundo
Fenomena ini bukanlah kebetulan. Media sosial dibanjiri cuitan dan komentar dari penonton berbahasa Inggris yang memuji siaran Telemundo. Penggemar sepak bola di AS, yang terbiasa dengan gaya komentator Eropa atau Amerika Latin, merasa Fox mengorbankan suasana pesta demi agenda tertentu. Akibatnya, rating Telemundo untuk pertandingan-pertandingan besar—seperti semi-final dan final—melompat 35 persen dari Piala Dunia sebelumnya.
"Saya menonton pertandingan di YouTube TV dan beralih ke Telemundo begitu kick-off," kata Jordan Lee, warga Chicago. "Suara komentator Spanyol membuat saya lebih bersemangat. Rasanya lebih autentik. Fox seperti saya menonton di ruang tunggu dokter gigi."
Telemundo juga menyediakan opsi audio sekunder (SAP) untuk bahasa Inggris di beberapa platform, sehingga penonton yang tidak bisa berbahasa Spanyol tetap bisa mengikuti analisis taktis. Namun, sebagian besar memilih untuk tetap mendengarkan komentar asli, karena intensitas suara sudah cukup untuk menggambarkan drama di lapangan.
Dampak bagi Industri Penyiaran AS
Pergeseran ini memicu diskusi tentang masa depan penyiaran olahraga di AS. Fox Sports menghadapi tekanan untuk mengevaluasi ulang pendekatan siarannya, terutama jika kehilangan pangsa pasar penonton muda yang lebih menyukai gaya inclusive dan non-politis. Sementara itu, Telemundo membuktikan bahwa bahasa bukanlah penghalang untuk menyatukan penggemar sepak bola.
Bagi generasi milenial dan Gen Z, yang tumbuh di era digital dengan akses global, perbedaan bahasa semata tak lagi menjadi hambatan. "Saya bahkan tidak perlu memahami setiap kata," kata Carlos, seorang penonton bilingual dari Texas. "Yang penting adalah bagaimana mereka menghidupkan pertandingan. Telemundo berhasil melakukannya dengan nyanyian dan teriakan penuh semangat."
Perubahan ini juga menjadi cermin bagi industri media: penonton AS semakin kritis terhadap konten yang sarat politik. Mereka menginginkan hiburan murni tanpa embel-embel ideologi. Telemundo, sebagai jaringan berbahasa Spanyol, justru menjadi rumah bagi keragaman dan semangat olahraga yang universal.
---
Comments (0)