Teladani Kejujuran Hoegeng, Kapolres Metro Depok Ziarah ke Makam Sang Jenderal
Kepala Kepolisian Resor Metro Depok Komisaris Besar Polisi Rony memimpin kegiatan ziarah ke makam mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia kelima, Jenderal Polisi (Purnawirawan) Hoegeng Iman...
Kepala Kepolisian Resor Metro Depok Komisaris Besar Polisi Rony memimpin kegiatan ziarah ke makam mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia kelima, Jenderal Polisi (Purnawirawan) Hoegeng Iman Santoso, serta makam Eyang Meri, di wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8). Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu Korps Bhayangkara sekaligus momentum meneguhkan kembali komitmen jajaran kepolisian dalam meneladani nilai kejujuran yang diwariskan mendiang semasa hidupnya.
Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Metro Depok beserta perwira dan anggota. Rombongan mengawali rangkaian ziarah dengan menata dan membersihkan area pusara, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan doa bersama, serta tabur bunga di atas makam. Seluruh prosesi berlangsung khidmat, tertib, dan sederhana.
Prosesi Ziarah Berlangsung Khidmat
Kapolres Metro Depok menyatakan bahwa kegiatan ziarah merupakan bagian dari pembinaan tradisi kesatuan yang dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa hormat kepada para tokoh pendahulu. Menurut dia, mengenang jasa para senior kepolisian merupakan kewajiban generasi penerus agar nilai perjuangan dan keteladanan mereka tidak terputus oleh waktu.
Ia menegaskan, kunjungan ke pusara Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri bukan sekadar seremonial, melainkan sarana introspeksi bagi setiap anggota kepolisian dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Nilai yang diwariskan para pendahulu, lanjutnya, harus terus dijaga dan dipraktikkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Hoegeng, Simbol Integritas Korps Bhayangkara
Hoegeng Iman Santoso lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 14 Oktober 1921, dan wafat pada 14 Juli 2004. Ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia kelima pada periode 1968 hingga 1971 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Sepanjang kariernya, Hoegeng dikenal sebagai figur yang bersih, sederhana, dan tidak mengenal kompromi terhadap segala bentuk penyimpangan.
Keteladanan Hoegeng tercermin antara lain dari keberaniannya menangani perkara penyelundupan yang menyeret nama besar tanpa pandang bulu, serta penolakannya terhadap pemberian dalam bentuk apa pun yang berpotensi memengaruhi independensi penegakan hukum. Kesederhanaan hidupnya bahkan terlihat hingga akhir hayat; ia tidak meninggalkan kemewahan meski pernah memimpin institusi kepolisian nasional.
Reputasi tersebut membuat mantan Presiden Abdurrahman Wahid pernah menyampaikan pernyataan yang hingga kini melekat pada nama Hoegeng, bahwa di Indonesia hanya ada tiga polisi yang jujur, yakni patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng. Usai purna tugas, Hoegeng mengisi masa tuanya sebagai musisi dan memimpin grup musik The Hawaiian Seniors, yang menunjukkan sisi humanis sang jenderal di luar kedinasan.
Keteladanan Menjadi Motivasi Melayani Masyarakat
Kombes Rony menyampaikan harapannya agar warisan nilai yang ditinggalkan almarhum dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh anggota Polres Metro Depok dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
"Keteladanan Jenderal Hoegeng harus terus hidup di setiap insan Bhayangkara. Kejujuran dan kesederhanaan beliau menjadi motivasi kami dalam melaksanakan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," kata Kombes Rony.
Menurut Kapolres, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Tanpa kejujuran dari setiap anggota, kepercayaan masyarakat akan sulit dipertahankan. Ia menilai sosok Hoegeng membuktikan bahwa kewibawaan seorang penegak hukum lahir dari konsistensi antara ucapan dan tindakan, bukan dari pangkat maupun jabatan yang disandang.
Penegasan Komitmen Jajaran Polres Metro Depok
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menegaskan komitmennya untuk terus menindaklanjuti berbagai program penguatan integritas di lingkungan Polres Metro Depok, mulai dari pembinaan rohani dan mental, pengawasan internal, hingga perbaikan kualitas pelayanan publik di tingkat polsek maupun satuan fungsi. Langkah itu dinilai sejalan dengan upaya menghadirkan sosok anggota kepolisian yang dekat dan dipercaya masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh anggota menjadikan ziarah tersebut sebagai momentum refleksi diri, sehingga nilai kejujuran, kesederhanaan, dan keberanian dalam menegakkan kebenaran benar-benar terwujud dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Dengan cara itu, ia berharap pengabdian Korps Bhayangkara kepada masyarakat Kota Depok dapat terus meningkat dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin menguat dari waktu ke waktu.
Comments (0)