Teheran, Apaberita.com — Ketua Parlemen Iran yang juga menjabat kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengklai

Ghalibaf menegaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) yang lebih luas antara Teheran dan Washington. Dalam pernyataan yang diterima Apaberita.com pada Selasa (23

Jul 08, 2026 - 05:46
0 0
Teheran, Apaberita.com  — Ketua Parlemen Iran yang juga menjabat kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengklai

Ghalibaf menegaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) yang lebih luas antara Teheran dan Washington. Dalam pernyataan yang diterima Apaberita.com pada Selasa (23/6/2026), ia menyebut penandatanganan resmi telah dilakukan sehari sebelumnya.

“Kesepakatan pencairan aset ini telah resmi ditandatangani dalam pertemuan teknis di Swiss pada Senin (22/6). Ini adalah langkah konkret dari MoU antara Iran dan Amerika Serikat,” ujar Ghalibaf.

Total Aset yang Dibekukan

Aset senilai US$ 12 miliar tersebut sebelumnya dibekukan oleh Washington sebagai bagian dari rezim sanksi ekonomi terhadap Iran. Dana itu tersebar di sejumlah rekening di luar negeri yang berada dalam yurisdiksi AS, termasuk di bank-bank kawasan Asia dan Eropa. Jika cair, dana segar ini diperkirakan mampu memperkuat cadangan devisa Iran dan membantu biaya impor kebutuhan pokok di tengah tekanan inflasi dan pelemahan rial.

Konteks Perundingan dan Nota Kesepahaman

Pertemuan di Swiss merupakan kelanjutan dari upaya diplomatik yang dimulai awal tahun ini. Kedua negara berusaha meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa dekade. MoU yang disebut Ghalibaf diduga mencakup isu-isu strategis seperti kerja sama keamanan, pertukaran tahanan, hingga pengaturan program nuklir Iran, meskipun detail lengkapnya belum diungkap ke publik.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal positif bagi pemulihan hubungan bilateral yang terputus lebih dari 40 tahun. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim Ghalibaf. Ketiadaan pernyataan dari Washington menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai realisasi penuh dari pencairan aset tersebut.

Para pengamat menilai bahwa dinamika politik dalam negeri AS, terutama menjelang pemilu paruh waktu, dapat memengaruhi kelancaran implementasi kesepakatan. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan lebih lanjut dan menantikan konfirmasi dari para pihak terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User