Tata Kelola Ekspor Lewat DSI Dinilai Kunci Penguatan Ekonomi Nasional

Jakarta – Apaberita.com melaporkan, tata kelola sumber daya alam nasional melalui skema ekspor strategis dinilai akan menjadi pilar penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Fokus utama k

Jul 08, 2026 - 00:53
0 0
Tata Kelola Ekspor Lewat DSI Dinilai Kunci Penguatan Ekonomi Nasional

Jakarta – Apaberita.com melaporkan, tata kelola sumber daya alam nasional melalui skema ekspor strategis dinilai akan menjadi pilar penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Fokus utama kebijakan ini tidak hanya mendorong hilirisasi industri, tetapi juga mengoptimalkan penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang lebih terstruktur dan transparan.

Data dari Lembaga Riset dan Analisis Media Digital, PoliEco Digital Insight Institute (PEDAS), mengungkap fakta mencengangkan. Tiga komoditas unggulan yang masuk dalam tahap awal skema tata kelola ekspor, yakni batu bara, minyak kelapa sawit mentah (CPO), dan ferroalloy, membukukan nilai ekspor kumulatif lebih dari US$66 miliar per tahun. Angka fantastis ini setara dengan sekitar seperempat dari total nilai ekspor nasional.

Posisi Strategis Indonesia di Rantai Pasok Global

Direktur PEDAS, Anthony Leong, dalam keterangannya kepada media kami, menegaskan bahwa besaran nilai ekonomi tersebut menjadi indikator nyata betapa strategisnya langkah pemerintah. "Nilai ekonomi yang sangat besar tersebut menunjukkan betapa strategisnya kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global," ujar Anthony.

Menurutnya, skema tata kelola ekspor yang terintegrasi tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengawasan, tetapi juga menjadi katalisator untuk menarik investasi di sektor pengolahan dalam negeri. Dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia berpotensi bergerak dari sekadar pengekspor bahan mentah menjadi pemain utama industri manufaktur global berbasis sumber daya alam.

"Ini bukan sekadar soal mencatat devisa, melainkan bagaimana kita mentransformasi kekayaan alam menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan," imbuhnya.

Skema DSI (Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam) sendiri dirancang untuk memastikan aliran dana hasil ekspor kembali dan tersimpan dalam sistem keuangan domestik. Langkah ini diyakini akan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta menyediakan likuiditas valas yang cukup bagi kebutuhan pembangunan nasional.

Pengamat ekonomi menilai, dengan kontrol ekspor yang lebih ketat dan terarah, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan sekaligus melindungi kepentingan ekonomi nasional dari fluktuasi harga komoditas global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User