Tanaman Mirip Bunga Bangkai Tumbuh di Bekasi
Sebuah tanaman dengan bentuk fisik menyerupai bunga bangkai ditemukan tumbuh di pekarangan rumah warga di Kelurahan Kranji, Kota Bekasi, yang menarik perhatian masyarakat sekitar. Penemuan ini dilapor...
Sebuah tanaman dengan bentuk fisik menyerupai bunga bangkai ditemukan tumbuh di pekarangan rumah warga di Kelurahan Kranji, Kota Bekasi, yang menarik perhatian masyarakat sekitar. Penemuan ini dilaporkan pada Senin, 18 Juli 2026, oleh pemilik pekarangan, Ibu Siti Aminah, yang pertama kali melihat tanaman tersebut saat beraktivitas di halaman rumahnya. Tanaman unik itu kini menjadi buah bibir di lingkungan setempat karena kemiripannya dengan spesies Amorphophallus titanum, atau dikenal luas sebagai bunga bangkai.
Identifikasi Tanaman dan Ciri Khasnya
Tanaman yang tumbuh di Kranji memiliki tinggi sekitar satu meter dengan struktur daun lebar berwarna hijau gelap dan corak bintik-bintik terang, mirip dengan pola pada bunga bangkai asli. Menurut keterangan dari Ibu Siti Aminah, tanaman itu mulai muncul sekitar dua minggu sebelum ditemukan, dan pertumbuhannya tergolong cepat untuk ukuran tanaman hias. Ia menyatakan, "Saya awalnya mengira itu rumput liar, tapi setelah melihat bentuknya yang aneh, saya langsung penasaran dan mencari informasi."
Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menunjukkan bahwa laporan tentang tanaman serupa di wilayah tersebut tercatat sebanyak tiga kali dalam lima tahun terakhir, namun spesies ini bukan termasuk tanaman endemik lokal. Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, penemuan spesies tanaman potensial harus dilaporkan kepada otoritas terkait untuk pemantauan lebih lanjut.
Reaksi Warga dan Upaya Penanganan
Kemunculan tanaman ini memicu diskusi di antara warga Kranji, dengan beberapa dari mereka mengunjungi lokasi untuk melihat langsung. Bapak Ahmad Fauzi, ketua RT setempat, mengungkapkan bahwa setidaknya 20 orang telah datang ke pekarangan Ibu Siti dalam sepekan terakhir. "Banyak yang bertanya apakah tanaman ini berbahaya atau memiliki nilai jual. Kami belum bisa memastikan karena belum ada identifikasi resmi," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah meninjau lokasi pada Rabu, 20 Juli 2026. Kepala BPBD Kota Bekasi, Kolonel (Purn) Budi Santoso, menegaskan bahwa tanaman tersebut tidak mengancam keselamatan warga, namun menghimbau agar masyarakat tidak melakukan pemanenan mandia. "Kami bekerja sama dengan institusi botani untuk analisis lebih lanjut. Sementara itu, warga dipersilakan mengamati tanpa merusak habitatnya," katanya dalam rapat koordinasi dengan kelurahan.
Konteks Botani dan Potensi Penelitian
Para ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebutkan bahwa kemiripan dengan bunga bangkai mungkin hanya bersifat fenotipik, dan spesies sebenarnya bisa berbeda. Dr. Ir. Rina Wulandari, M.Si., ahli botani dari IPB, menjelaskan bahwa tanaman semacam ini sering ditemukan di daerah tropis dengan kelembaban tinggi, seperti Bekasi. "Tanaman mirip Amorphophallus bisa jadi varian lokal atau hibrida. Penelitian DNA diperlukan untuk kepastian," ujarnya.
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat bahwa Indonesia memiliki sekitar 1.500 spesies tanaman unik yang terancam punah, dan penemuan di Bekasi bisa menjadi kontribusi bagi basis data nasional. Dalam rapat pleno yang digelar pada Jumat, 22 Juli 2026, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan di DPRD Kota Bekasi menyarankan agar anggaran penelitian dialokasikan untuk mengidentifikasi tanaman tersebut guna kepentingan konservasi.
Sejauh ini, tanaman di Kranji terus dipantau oleh warga dan pihak berwenang. Ibu Siti Aminah menyatakan bahwa ia akan merawat tanaman itu dengan baik sambil menunggu hasil analisis. "Ini pengalaman langka bagi kami. Semoga bisa bermanfaat untuk ilmu pengetahuan," tuturnya. Keputusan lebih lanjut mengenai nasib tanaman akan ditetapkan berdasarkan rekomendasi dari lembaga terkait, yang diharapkan rampung dalam beberapa minggu ke depan.
Comments (0)