Menkop Apresiasi Pramono Anung Ubah Rasuna Said Lebih Indah
JAKARTA — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung atas rampungnya penataan kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Sel...
JAKARTA — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung atas rampungnya penataan kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam pernyataan resminya, Sabtu (19/7/2026), Ferry menilai perubahan wajah koridor bisnis itu kini lebih indah dan berkelas, sejalan dengan citra Jakarta sebagai kota megapolitan. “Saya sudah meninjau langsung. Jalan Rasuna Said sekarang luar biasa, lebih indah dan keren. Ini adalah bukti kepemimpinan Pak Gubernur yang visioner dan berani mengambil langkah transformatif,” ujar Ferry saat ditemui di sela kegiatan peninjauan bersama sejumlah pejabat DKI di pusat koperasi UMKM binaannya di kawasan tersebut.
Transformasi Wajah Koridor Utama
Jalan Rasuna Said yang membentang sepanjang 4,5 kilometer dan menjadi salah satu arteri bisnis terpadat di ibu kota, resmi menyandang wajah baru sejak awal Juli 2026. Proyek revitalisasi senilai Rp145,7 miliar yang digulirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu mencakup penataan ulang trotoar, pemasangan lampu LED cerdas bertenaga surya, pembangunan jalur sepeda permanen sepanjang 3,8 kilometer, penanaman 1.200 pohon tabebuya, serta renovasi total halte Transjakarta yang kini dilengkapi ruang tunggu berpendingin dan akses digital interaktif. Seluruh pekerjaan dituntaskan dalam waktu delapan bulan, lebih cepat dari target semula yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2026 tentang Revitalisasi Kawasan Strategis Bisnis Terpadu. “Kami menginginkan koridor ini bukan sekadar jalan, tetapi ruang publik yang manusiawi dan mendorong interaksi positif,” ujar Gubernur Pramono Anung dalam sambutannya saat meresmikan kawasan tersebut, Jumat (11/7/2026).
Pujian untuk Estetika dan Dampak Ekonomi
Ferry Juliantono menegaskan, apresiasi yang ia sampaikan bukan hanya didasari oleh kepuasan estetika semata, melainkan juga potensi dampak ekonomi yang bisa langsung dirasakan, terutama oleh pelaku koperasi dan UMKM. Ia menyoroti relokasi tertib 68 gerai koperasi binaan yang kini menempati kios-kios modern di sepanjang koridor. “Keindahan ini harus dibarengi dengan penguatan ekonomi rakyat. Saya instruksikan kepada jajaran agar koperasi-koperasi di sini diberikan pendampingan pemasaran digital dan fasilitasi akses pembiayaan agar mereka bisa naik kelas,” katanya. Data dari Dinas Koperasi dan UKM DKI mencatat, omzet harian para pelaku UMKM di koridor itu melonjak hingga 52 persen dalam dua pekan pertama setelah peresmian. Peningkatan itu didorong oleh makin ramainya pejalan kaki dan pesepeda yang melintas, serta penambahan jam operasi kawasan yang kini diperluas hingga pukul 23.00 WIB.
Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Transformasi Jalan Rasuna Said merupakan hasil sinergi erat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain dukungan regulasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Koperasi melalui Surat Keputusan Nomor 47/SK/M.KOP/VII/2026 juga menetapkan koridor tersebut sebagai kawasan percontohan koperasi modern berbasis digital. “Kita ingin jadikan ini model. Jika berhasil, replikasi akan dilakukan di titik-titik lain seperti Sudirman, Thamrin, dan Gatot Subroto,” ujar Ferry. Gubernur Pramono pun menguatkan, penataan ini merupakan jawaban atas kebutuhan warga akan ruang publik yang aman, estetis, dan inklusif. “Kami tidak bekerja sendiri. Dukungan Menteri Koperasi dan jajaran pusat sangat berarti,” ujarnya. Saat ini, Pemprov DKI tengah menggodok rancangan peraturan daerah untuk mempertahankan kualitas kawasan melalui skema tanggung jawab bersama antara pemerintah dan sektor swasta, yang akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI pada Agustus 2026.
Sejumlah tokoh masyarakat dan pengamat tata kota menyambut positif perubahan ini. Direktur Eksekutif Lembaga Studi Perkotaan, R. Aryo Wibisono, mengatakan penataan Rasuna Said menandai pergeseran paradigma dari infrastruktur yang berorientasi kendaraan menuju ramah manusia. “Ini tonggak baru bagi tata kelola ruang publik Jakarta. Jika konsisten dirawat, dampaknya pada kualitas hidup dan ekonomi perkotaan akan sangat signifikan,” katanya. Hingga berita ini ditulis, lonjakan kunjungan ke kawasan tersebut terus meningkat, menjadikan Jalan Rasuna Said bukan lagi sekadar lintasan bisnis, tetapi etalase hidup wajah baru ibu kota.
Comments (0)