Tanaman Mirip Bunga Bangkai di Bogor Dipastikan Pohon Suweg

Bogor, 21 Agustus 2026 — Tanaman mirip bunga bangkai yang tumbuh di halaman rumah warga di Kota Bogor, Jawa Barat, dipastikan sebagai pohon suweg (Amorphophallus paeoniifolius) berdasarkan identifik...

Tanaman Mirip Bunga Bangkai di Bogor Dipastikan Pohon Suweg

Bogor, 21 Agustus 2026 — Tanaman mirip bunga bangkai yang tumbuh di halaman rumah warga di Kota Bogor, Jawa Barat, dipastikan sebagai pohon suweg (Amorphophallus paeoniifolius) berdasarkan identifikasi peneliti botani. Kepastian itu menyusul beredarnya foto tanaman tersebut di media sosial pada Jumat, 21 Agustus 2026, yang memicu spekulasi di kalangan warganet.

Dalam unggahan yang tersebar luas itu, tampak tanaman dengan perbungaan menjulang yang sekilas menyerupai bunga bangkai di halaman rumah warga. Sebagian warganet awalnya menduga tanaman tersebut adalah bunga bangkai raksasa karena bentuk bunganya yang hampir serupa. Namun, peneliti menegaskan bahwa kemiripan itu hanya bersifat morfologis lantaran keduanya masih berkerabat dalam satu marga.

Identifikasi Peneliti Memastikan Spesies Suweg

Peneliti botani menyatakan bahwa pengamatan terhadap ciri fisik tanaman tersebut mengarah kepada suweg, bukan bunga bangkai.

“Berdasarkan hasil identifikasi morfologi, kami memastikan tanaman yang tumbuh di halaman rumah warga di Kota Bogor itu adalah pohon suweg, bukan bunga bangkai. Keduanya berbeda spesies meski sama-sama berasal dari marga Amorphophallus,” ujar seorang peneliti botani kepada Apaberita pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Suweg dan bunga bangkai berada dalam satu marga Amorphophallus serta sama-sama tergolong dalam famili Araceae. Perbedaan keduanya dapat dikenali dari beberapa karakter utama, antara lain ukuran perbungaan, lama masa mekar, dan corak tangkai daun.

Marga Amorphophallus sendiri terdiri atas ratusan spesies yang tersebar di kawasan tropis Asia hingga Afrika. Dari jumlah tersebut, sebagian besar tumbuh liar di hutan dan belum banyak dikenal masyarakat, sementara beberapa di antaranya telah dibudidayakan sebagai tanaman pangan.

Perbedaan Mendasar Suweg dan Bunga Bangkai

Perbedaan paling mencolok terletak pada ukuran. Bunga bangkai (Amorphophallus titanum) dikenal sebagai pemilik perbungaan tunggal terbesar di dunia dengan tinggi mencapai lebih dari tiga meter. Adapun suweg memiliki perbungaan yang jauh lebih kecil, dengan tinggi maksimum sekitar satu meter.

Aroma yang dihasilkan kedua tanaman pun berbeda. Bunga bangkai mengeluarkan bau busuk yang menyengat selama beberapa hari saat mekar untuk menarik serangga penyerbuk. Sebaliknya, suweg hanya mengeluarkan aroma khas dalam waktu singkat pada masa anthesis, yakni fase ketika bunganya mekar.

Dari sisi tangkai daun, suweg memiliki pola belang hijau keputihan yang khas, sedangkan tangkai bunga bangkai cenderung polos. Peneliti menyatakan bahwa perbedaan tersebut dapat dijadikan panduan awal bagi masyarakat sebelum memastikan identitas tanaman yang ditemukan.

Umbi Suweg Bernilai Pangan

Selain menjadi perbincangan warganet, suweg sejatinya merupakan tanaman yang telah lama dikenal masyarakat sebagai sumber pangan alternatif. Umbi suweg mengandung karbohidrat dan glukomanan yang dapat diolah menjadi tepung untuk berbagai produk makanan, seperti kue dan mi.

Kendati demikian, peneliti mengingatkan bahwa umbi suweg mengandung kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal apabila dikonsumsi dalam keadaan mentah.

“Umbi suweg tidak boleh dimakan mentah. Proses pengolahan, seperti perebusan atau perendaman, diperlukan untuk menghilangkan kandungan kalsium oksalat sebelum umbi diolah menjadi bahan pangan,” ujarnya.

Status Konservasi dan Imbauan bagi Masyarakat

Peneliti juga menegaskan bahwa suweg tidak termasuk tumbuhan yang dilindungi negara, berbeda dengan bunga bangkai yang populasinya di alam kian tertekan akibat alih fungsi lahan. Meski demikian, masyarakat yang menemukan tanaman serupa diminta tidak mencabut atau merusak tanaman tersebut sebelum identitasnya dipastikan.

“Apabila warga menemukan tanaman yang diduga bunga bangkai atau suweg, sebaiknya tidak langsung mencabutnya. Dokumentasikan temuan tersebut dan laporkan kepada instansi terkait agar dapat dilakukan identifikasi serta penanganan lebih lanjut,” ujar peneliti itu.

Hingga berita ini ditulis, unggahan foto tanaman mirip bunga bangkai di Kota Bogor itu masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Fenomena serupa sebelumnya juga pernah terjadi di sejumlah daerah dan kerap berujung pada kesimpulan yang sama, yakni tanaman tersebut merupakan suweg.

Peneliti berharap peristiwa ini dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap keanekaragaman hayati Indonesia. Dengan pemahaman yang tepat, kesalahan identifikasi tanaman yang kerap memicu perbincangan di media sosial diharapkan dapat diminimalkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User