Swiss Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kolombia 4-3
Swiss memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kolombia melalui adu penalti 4-3 di Stadion MetLife, East Rutherford, pada S
Swiss memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kolombia melalui adu penalti 4-3 di Stadion MetLife, East Rutherford, pada Selasa (7/7/2026) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Laga 16 besar ini berakhir 0-0 selama 120 menit setelah kedua tim gagal memecah kebuntuan di waktu normal maupun perpanjangan waktu. Kapten Granit Xhaka dan kawan-kawan tampil dingin dalam drama tos-tosan untuk mengamankan tiket delapan besar.
Sejak peluit awal dibunyikan, Kolombia langsung mengambil inisiatif serangan. James Rodríguez menjadi motor utama lini tengah dengan umpan-umpan terobosan ke jantung pertahanan Swiss. Peluang emas pertama lahir pada menit ke-23 lewat tandukan Luis Díaz yang masih bisa ditepis kiper Yann Sommer. Swiss merespons dengan serangan balik cepat pada menit ke-31, namun sepakan Breel Embolo membentur tiang gawang David Ospina. Babak pertama ditutup tanpa gol dalam tensi pertarungan fisik yang tinggi.
Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit menurun. Kolombia tetap mendominasi penguasaan bola, namun rapatnya lini belakang Swiss yang dikawal Manuel Akanji membuat Los Cafeteros frustrasi. Pada menit ke-68, Rodríguez nyaris membuka skor melalui tendangan bebas yang melambung tipis di atas mistar. Swiss mencoba memanfaatkan kelelahan lawan dengan memasukkan Xherdan Shaqiri pada menit ke-75. Keputusan itu hampir membuahkan gol pada menit ke-84 ketika sepakan Shaqiri dari luar kotak penalti menyamping tipis. Skor kacamata bertahan hingga 90 menit.
Perpanjangan waktu berlangsung lebih hati-hati. Kedua tim tampak kehabisan energi dan cenderung memilih bertahan sambil sesekali melancarkan percobaan jarak jauh. Tidak ada peluang bersih yang tercipta di 30 menit tambahan, sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Dalam drama tos-tosan, Swiss bertindak sebagai algojo pertama dan menunjukkan ketenangan luar biasa meskipun sempat tertinggal.
Kronologi dan Analisis Adu Penalti
Adu penalti dibuka Granit Xhaka yang sukses mengecoh Ospina dengan sepakan ke pojok kanan bawah (1-0). James Rodríguez menyamakan kedudukan (1-1). Pada putaran kedua, Breel Embolo dan Luis Díaz sama-sama menjalankan tugasnya dengan baik (2-2). Titik balik terjadi saat Djibril Sow gagal menaklukkan Ospina pada tendangan ketiga Swiss; bola ditepis kiper veteran itu. Radamel Falcao yang maju sebagai algojo ketiga Kolombia kemudian sukses membawa timnya unggul 3-2. Namun, Shaqiri memperlihatkan kelasnya dengan sepakan penuh risiko ke sudut atas gawang pada putaran keempat (3-3). Tekanan beralih ke Juan Cuadrado yang justru melepaskan tendangan melambung di atas mistar. Skor tetap 3-3. Manuel Akanji lalu mencetak gol penentu pada putaran kelima, memaksa Yerry Mina harus mencetak gol untuk menjaga asa Kolombia. Tendangan Mina lemah dan mudah ditangkap Sommer, memicu perayaan liar kubu Swiss dengan kemenangan akhir 4-3.
Perbandingan Statistik Kunci Pertandingan
| Statistik | Swiss | Kolombia |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 41% | 59% |
| Tembakan (Total/Tepat Sasaran) | 12/4 | 18/6 |
| Pelanggaran | 14 | 11 |
| Tendangan Sudut | 3 | 7 |
| Kartu Kuning | 2 | 3 |
Data menunjukkan dominasi Kolombia dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, namun efektivitas rendah di depan gawang menjadi petaka. Swiss justru tampil efisien dalam mengeksekusi penalti dengan hanya satu kegagalan, sementara dua algojo Kolombia gagal menjalankan tugas.
Penampilan Yann Sommer pantas diacungi jempol. Selain melakukan tiga penyelamatan penting di waktu normal, penjaga gawang Inter Milan itu menjadi pahlawan dengan membaca arah tendangan Cuadrado dan Mina. "Kami berlatih situasi ini berulang kali. Sommer memberi kami keyakinan," ujar pelatih Swiss, Murat Yakin, seusai laga. Sementara itu, analis sepak bola dari TyC Sports, Juan Pablo Varsky, menyoroti kegagalan Kolombia dalam mengonversi penguasaan bola. "Mereka mendikte laga tetapi tidak punya solusi ketika menghadapi blok rendah Swiss. Adu penalti adalah lotere, dan lotere itu menghukum ketidakefektifan mereka," komentarnya.
Dengan hasil ini, Swiss akan berhadapan dengan pemenang laga Belanda versus Jepang di perempat final pada Sabtu (11/7/2026). Sementara Kolombia harus angkat koper dari turnamen yang sempat mereka warnai dengan kemenangan dramatis atas Brasil di fase grup.
Comments (0)