Swiss — Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Kolombia
Stadion AT&T di Arlington, Texas, mendadak senyap ketika tendangan penalti terakhir James Rodríguez membentur mistar gawang dan melambung keluar. Sebalikny
Stadion AT&T di Arlington, Texas, mendadak senyap ketika tendangan penalti terakhir James Rodríguez membentur mistar gawang dan melambung keluar. Sebaliknya, para pemain Swiss meledak dalam euforia, berlarian ke arah kiper Gregor Kobel yang menjadi pahlawan. Momen itu menandai berakhirnya laga dramatis 120 menit yang berkesudahan 1–1 dan memaksa adu tos-tosan. Swiss akhirnya memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 setelah menekuk Kolombia 4–3 dalam babak adu penalti, Selasa malam waktu setempat.
Kronologi: Dominasi Bergantian, Panggung Kobel
Swiss membuka skor lebih dulu pada menit ke-23 melalui sepakan first-time Ruben Vargas dari luar kotak penalti. Kerja sama satu-dua dengan Noah Okafor merobek sisi kanan pertahanan Kolombia, sebelum Vargas melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Camilo Vargas. Kolombia yang bermain agresif sejak awal babak kedua menyamakan kedudukan pada menit ke-61 via sundulan Rafael Santos Borré memanfaatkan umpan silang Juan Fernando Quintero.
Hingga peluit perpanjangan waktu 2x15 menit dibunyikan, papan skor tetap menunjukkan angka 1–1. Total tembakan tepat sasaran Swiss hanya 4 berbanding 7 milik Kolombia, tetapi solidnya pertahanan Manuel Akanji memaksa Los Cafeteros gagal menambah gol. Statistik penguasaan bola nyaris berimbang: 52% untuk Swiss dan 48% untuk Kolombia.
Delapan Kontestan Perempat Final
Dengan hasil ini, panggung delapan besar Piala Dunia 2026 resmi terisi. Argentina lebih dulu lolos setelah menyingkirkan Meksiko 2–0 di laga sebelumnya. Berikut daftar lengkap tim yang akan bertarung di perempat final:
- Argentina vs Jerman
- Prancis vs Brasil
- Spanyol vs Portugal
- Swiss vs Inggris
Reaksi Pelatih: “Disiplin dan Keberanian”
Usai laga, Pelatih Swiss Murat Yakin tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Dengan suara serak, ia menyampaikan kepada awak media:
“Kami tahu Kolombia tim berbahaya di bola mati dan memiliki energi luar biasa. Tapi para pemain menunjukkan kecerdasan emosional yang tinggi. Mereka tetap disiplin dalam tekanan. Dan Kobel? Dia bukan cuma kiper, dia tembok bernyawa malam ini.”
Sementara itu, kapten Granit Xhaka yang bermain 120 menit penuh menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari persiapan panjang. “Ini bukan keberuntungan. Kami sudah berlatih penalti selama tiga sesi khusus sejak fase grup. Setiap algojo punya kepercayaan diri penuh,” ujarnya.
Fakta Penting: Swiss Cetak Sejarah Baru
Keberhasilan ini menjadi penampilan perempat final ketiga Swiss dalam 12 tahun terakhir, setelah edisi 2014 (kalah dari Argentina) dan 2020 (kalah dari Spanyol). Dari sisi statistik, Swiss juga mencatatkan akurasi operan mencapai 88% sepanjang laga, tertinggi mereka di turnamen ini. Adapun adu penalti kemenangan melawan Kolombia menjadi yang pertama bagi Swiss di babak sistem gugur Piala Dunia sejak mengalahkan Prancis di Euro 2020.
Malam itu, di bawah langit Texas yang mulai gerimis, Swiss tidak hanya mengamankan tiket delapan besar, tetapi juga mengukuhkan identitas mereka sebagai underdog yang tak bisa dipandang sebelah mata. Kini, tantangan berikutnya adalah Inggris yang baru saja meremukkan Kroasia 3–1. Pertarungan di perempat final akan digelar pada akhir pekan ini dan diprediksi menjadi laga yang tak kalah sengit.
Comments (0)